AMBON – beritasumbernews.com -Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku (UM), Prof. Faris Al Fadhat, M.A., Ph.D, menegaskan perdamaian di Provinsi Maluku tidak cukup hanya dengan hidup berdampingan. Perdamaian harus diisi dengan kerja nyata untuk membangun daerah dan mempersiapkan generasi muda.
Hal itu disampaikan Prof. Faris dalam sambutannya pada kegiatan kolaborasi Universitas Muhammadiyah Maluku dan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) di Kota Ambon, yang dihadiri Wakil Menteri, Wakil Gubernur Maluku, Walikota Ambon, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, tokoh agama Kristen dan Islam, mitra, sponsor, serta ratusan mahasiswa dan siswa-siswi SMA.
“Ketika mengetahui Prof. Fauzan berkenan hadir hari ini, kita beri plus untuk beliau, Wakil Gubernur yang tidak berhenti untuk terus bersama kami dalam beberapa kesempatan,” ujar Prof. Faris mengawali sambutannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Walikota Ambon yang dengan kebesaran hati selalu menerima kegiatan tersebut sebagai tuan rumah di Kota Ambon, serta kepada Kepala LLDIKTI 12 yang memberikan kesempatan kepada Universitas Muhammadiyah MalukuĀ (UM) menjadi tuan rumah di gedung tersebut.
Prof. Faris menyebut kegiatan ini merupakan kolaborasi dua kampus yang merepresentasikan dua komunitas besar di Provinsi Maluku.
“Yang hadir berdiri di panggung ini adalah representasi dari dua komunitas besar di Provinsi Maluku, Rektor UKIM dan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku bersama-sama ingin menciptakan dan terus melanjutkan kesempatan yang bisa kita lakukan secara bersama-sama,” katanya.
Menurutnya, banyak kota dan banyak negara lupa terhadap paradoks ketika selesai dari persoalan-persoalan yang dihadapi, mereka terlena dengan kedamaian hidup berdampingan bersama-sama. Namun bagi Maluku, hal itu tidak cukup.
“Kami ingin sampaikan bahwa itu tidak cukup bagi kita semua. Kita harus memberikan kesempatan untuk terus membangun daerah kita, Provinsi Maluku ini,” tegasnya.
Program kolaborasi ini, kata Prof. Faris, dirancang untuk mempersiapkan generasi muda. Sebab, mahasiswa dan siswa-siswi yang hadir saat ini yang lahir pada tahun 2006, 2007, 2008, bahkan 2010, 30 tahun dari sekarang merekalah yang akan memimpin Provinsi Maluku.
“Karena itu kepada seluruh anak-anak kami, yakinlah bahwa perdamaian di Provinsi Maluku tidak cukup hanya hidup berdampingan semata. Kita harus memberikan kesempatan kepada seluruh generasi muda, mempersiapkan mereka untuk ready di bidang teknologi, ready di bidang ekonomi kreatif, ready di bidang pendidikan,” ujarnya.
Ia menyambut baik gagasan Wakil Menteri agar konsorsium perguruan tinggi ini diwujudkan dalam bentuk kerja nyata.
“Kami ingin melihat anak-anak kami, para mahasiswa dan siswa-siswi SMA melalui kolaborasi 2 kampus dan insya Allah di tahun depan, Pak Wamen, kita akan terus ajak kampus-kampus yang lain, baik swasta maupun negeri, agar nanti mahasiswa ini duduk bersama-sama menciptakan karya-karya nyata,” katanya.
Sehingga, lanjut Prof. Faris, Provinsi Maluku yang diidam-idamkan menjadi provinsi yang tidak hanya damai, tetapi juga provinsi yang maju ke depannya.
Ia berharap forum ini tidak hanya menjadi satu event, tetapi terus dilakukan dan diperluas pada tahun-tahun mendatang.
“Forum ini harus menjadi forum anak muda Provinsi Maluku. Terima kasih Pak Rektor atas kerjasama yang baik ini, mudah-mudahan terus kita lanjutkan di tahun-tahun yang akan datang,” tutupnya.
(bsn01)

