Berita

Klarifikasi Ketua Satgas: Anggaran Penertiban 14 Hari Murni APBD, Tidak Ada Pihak Lain Biayai

Ambon – beritasumbernews.com – Djalaludin Salampessy membantah isu adanya pembiayaan dari pihak luar selama operasi 14 hari. Ia menegaskan seluruh anggaran murni dari APBD dan nilainya di bawah Rp800 juta.

“Sesuai mekanisme SK yang ada, Forkopimda masuk semua dalam tim. Selama 14 hari itu tidak ada anggaran yang ditanggung pihak manapun, kecuali dari APBD. Nilainya juga tidak sampai 800 juta, di bawah itu, karena sudah ditetapkan dalam APBD. Jadi jangan sampai ada yang menafsirkan kegiatan 14 hari dibiayai orang lain,” tegasnya.

Tim penertiban yang dibentuk berdasarkan SK melibatkan seluruh unsur Forkopimda. Gubernur Maluku Wakapolda, dan pimpinan instansi terkait ikut terlibat langsung.

“Itu tim penertiban resmi sesuai SK. Jadi bukan kerja perorangan. Semua unsur dilibatkan,” ujar Salampessy

Ia menambahkan, kalau ada pembiayaan keamanan setelah 14 hari, itu sudah bukan tanggung jawab tim. “Tugas kami 14 hari sudah dilaksanakan baik dan tertib.”

Selama 14 hari proses penertiban, personel yang digunakan adalah anggota organik yang sudah ada di wilayah.

“Polres di sana, Brimob di sana, Kodim 1506/Namlea. Dari provinsi hanya ketua satgas, kemudian pimpinan yang melakukan kunjungan pengawasan. Tidak ada pengerahan anggota dari wilayah lain. Jadi tidak ada biaya transportasi besar,” jelasnya.

Karena itu, ia membantah analisis yang menyebut biaya sampai Rp40 miliar atau Rp43 miliar. “Itu tidak ada sama sekali. Mereka menganalisis sendiri tanpa konfirmasi ke kami.”

Terkait fasilitas dan transportasi, tim menggunakan aset yang sudah ada di lokasi. Kata Salampessy

“Kita pakai mobil dan fasilitas dari Polres, dari kompi-kompi yang ada di Buru, dari Batalyon baru yang dibangun di sana, dan Kodim 1506/Namlea. Tidak menggunakan yang lain,” katanya.

Pengeluaran hanya untuk BBM operasional satuan yang terlibat selama 14 hari. “Transportasinya tidak mahal. Hanya beli bensin untuk operasional anak-anak di lapangan.”

Salampessy juga membantah informasi yang menyebut Ibu Helena membiayai operasi, kegiatan Tim penertiban

“Informasinya belum ketemu di sana bahwa Ibu Helena yang kasih. Kalian lihat, isinya tidak ada. Itu hanya konfirmasi yang dipelintir jadi berita. Wartawan harus cek data dulu, konfirmasi dulu. Jangan konfirmasi dijadikan berita seolah-olah fakta,” tegasnya.

Ketua Satgas Djalaludin Salampessy mengimbau media melakukan konfirmasi langsung agar tidak salah tafsir.

“Kalau datang langsung konfirmasi, kalian bisa jawab dengan benar. Pak Gubernur sudah jawab sangat jelas. Tidak ada dinamika lain yang memanfaatkan fasilitas. Semua pakai fasilitas resmi yang ada,” tutupnya.

(Chey)

Berita

Gerak Cepat Polisi, 2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPC Golkar Malra Berhasil Diamankan Polres Maluku Tenggara

Ambon – beritasumbernews.com- Kepolisian Daerah Maluku bergerak cepat menangani kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian, dua terduga pelaku berhasil diamankan aparat Polres Maluku Tenggara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, penyerangan terjadi secara tiba-tiba saat korban berjalan menuju pintu keluar bandara.

“Pelaku mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan sebilah pisau. Setelah itu pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian,” ujar Rositah.

Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan oleh pihak keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung dipimpin Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi. melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, serta pengejaran terhadap terduga pelaku. Hasilnya, dalam waktu kurang lebih dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan.

Keduanya diketahui berinisial HR (28) dan FU (36), Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Maluku Tenggara guna mengungkap peran masing-masing serta motif di balik aksi tersebut.

“Penanganan kasus ini dilakukan secara cepat dan terukur. Kami masih mendalami motif, tambah Rositah.

Kapolda Maluku telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Selain itu, langkah-langkah preventif juga dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara.

Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga dan simpatisan korban, agar tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan balasan. Serahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada Polri,” tegasnya. (**)

Berita

Sekda Malteng Promotor Perdamaian Sawai – Masihulan, Forkopimcam Seram Utara Gelar Mediasi Damai

Wahai – beritasumbernews.com
Meditasi perdamaian Negeri Sawai dan Negeri ADM Masihulan pasca konplik 3 April tahun 2025 Lalau yang di inisia oleh pemerintah Daerah kabupaten Maluku Tengah atas petunjuk dan arahan ketua satgas pasca konplik kemanusiaan Negeri Sawai dan Negeri Masihulan yang di ketuai oleh Rakib Sahubawa Sekda Maluku Tengah.

Sesuai petunjuk dan arahan ketua satgas tersebut maka di tindak lanjuti oleh pemerintah kecamatan (Frokopimcam) seram Utara sesuai arahan tersebut,terkait hal itu, Frokopimcam menggelar mediasi pada hari Sabtu 18/4/2026 di kantor kecamatan seram Utara

Kegiatan tersebut di hadiri oleh kepala pemerintah negeri Sawai Rahman Mukadar dan ketua Saniri Subian i latukahuni dan di dampingi toko adat saudara Kabil.

Kepala pemerint negeri Masihulan yondri patalatu,ketua Badan Permusyarawatan Negeri (BPN) Leonard Limehuwey di dampingi oleh saudara semuel Limehuwey selaku ketua Adat dan saudara julians Robert Limehuwey selaku wakil Ketua BPN, merangkap tokoh agama, Fance sapulette anggota BPN dan Josias Asomate selaku toko masyarakat.

Melibatkan 7 negeri di teluk dalam namun yang adir saat itu yakni negeri Sawai, negeri ADM Masihulan, negeri ADM olong, negeri Adm Besi, Negeri ADM Opin, dan negeri Huaulu.

Kegiatan itu di laksanakan dengan tujuan untuk mendamaikan kedua belah pihak negeri Sawai dan Masihulan.

Dan hasil daripada mediasi hasilnya itu, akan di sampaikan ke Satgas Rekonsiliasi.”ungkap Ohorella

Oleh karena itu kata Ohorella “cukup jua sudah terlalu lama Damai itu indah jadi saya harap hari ini juga kita membuat kesepakatan Damai dan ketegasan itu di dukung oleh Kapolsek seram Utara Fahkul Saban,S.Hi.MH

Danramil 1502-05 Wahai yang di wakaili Hamin Baadia Babinsa wahai mengatakan” Dari hasil mediasi tersebut kedua belah pihak dapat menandatangani kesepakatan Damai dan di berikan waktu selama tujuh hari untuk menindaklanjuti proses damai secara adat.”

Kegiatan gelar Mediasi itu di hadiri oleh seluruh kepala pemerintah se-Kecamatan seram Utara

Hasil mediasi tersebut mendapatkan lima butir kesepakatan damai di antaranya sebagai berikut :
1. Negeri Sawai dan Negeri ADM Masihulan sepakat damai

2. Terkait dengan usulan yang di sampaikan Negeri ADM Masihulan menjadi korban, penyelesaian pembangunan 20 buah rumah Masyarakat Adm Masihulan yang menjadi korban konflik 3 April 2025 akan di teruskan oleh Frokopimcam Seram Utara ke Tim satgas konflik kemanusiaan Kabupaten Maluku Tengah.

3. Terkait dengan konsep perdamaian,akan di lakukan secara adat dan di beri waktu Tujuh hari terhitung sejak tanggal 18 – 25 April kepada pemerintah Negeri Sawai dan pemerintah negeri ADM Masihulan untuk meneruskannya dan di sampaikan kepada Frokopimcam seram Utara untuk di tindak lanjuti.

4. Negeri Sawai dan Negeri ADM Masihulan bertanggung jawab untuk bersama-sama menjaga kondisi keamanan dan dalam proses perdamaian yang sementara di lakukan.

5. Hal-hal lain yang belum termuat dalam berita acara kesepakatan ini menjadi perhatian dan tanggungjawab Frokopimcam seram Utara untuk di koordinasikan dengan kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan kesepakatan Damai itu disaksikan oleh tokoh agama negeri Sawai, tokoh agama negeri Adm olong, tokoh agama negeri Adm Masihulan, tokoh agama negeri Adm Besi tokoh agama negeri openg dan tokoh adat, tokoh pemuda dari 6 negeri yang hadir di saat itu,dan dihadiri oleh seluruh negeri sekecamatan seram Utara.

Di sahkan oleh kepala pemerintah seram Utara A.S.Ohorella, Kapolsek seram Utara Fahkul Saban,S.Hi.MH, Danramil 1502-05 wahai An Hamim Baadia Babinsa wahai
Ohorella mengatakan sebagai Kepala pemerintah kecamatan saya berharap semua proses ini dapat di capai pada tanggal 25 April secara adat dan nanti mekanismenya di atur dalam kesepakatan kedua negeri tutupnya (chey)

Berita

Gawat,,, Berita Mencuat, Diduga Adu Domba Kejaksaan Dan Inspektorat, Terkesan Tidak Paham Aturan

SBB – beritasumbernews.com – Sebuah skenario pemberitaan hoax yang tiba – tiba muncul di publik, seakan – akan menyerang pihak Kejaksaan dan Inspektorat, ini skenario adu domba yang datang dari oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab, yang gblok bahkan di nilai bodok dan tidak paham aturan.

Sudah jelas – jelas tuduhan dugaan pemotongan uang Rp. 700.000 yang mencuat di publik diberitakan okeh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab itu adalah sebuah skenario busuk yang sengaja di mainkan oleh manusia – manusia serakah yang haus jabatan dan tempat basah.

Fakta membuktikan segerombolan oknum pegawai yang menyusun kekuatan dengan berbagai skenario guna menjebak kapus Inamosol agar bisa di ganti dengan dalil kesalahan akibat korupsi dan penyalahgunaan kewenangan itu, jelas – jelas datangi sejumlah anggota DPRD SBB bahkan ketua DPRD guna meminta untuk segera menggantikan kapus Inamosol Alexander Lesil.

Alhasil, upaya sejumlah oknum ASN dari PKM Inamosol itu kandas karena tidak di respon, kemudian merancang sebuah skenario busuk dengan menjebak kapus dalam drama komedi bobrok yang tidak bobot gunakan strategi rekaman lalu politisir ke sejumlah media sebagai strategih dugaan korupsi yang di lakukan Lesil.

Fakta Hukum :

Fakta hukum sangat jelas proses sedang berjalan, dan menjadi kewenangan inspektorat dalam proses pemeriksaan atau audit, namun di salah mengerti okeh oknum nau – nau yang tidak paham hukum dan mekanisme sehingga mulai tebar berita hoax di publik dengan menekan pihak Kejaksaan harus bertindak tegas, tanpa menunggu inspektorat melaksanakan fungsinya.

Apa gerangan memaksa Kejaksaan harus bertindak cepat? Pemberitaan yang gagal paham memaksa Kejaksaan harus tabrak aturan dan mengikuti pikiran gblok yang tidak paham aturan, karena merasa perjuangan gagal, karena semua skenario menjatuhkan kapus sudah di ketahui dan berpikir skenario itu adalah senjata politik yang ampuh.

Tidak ada masyarakat yang menuntut kepastian hukum terhadap kasus tersebut, justru masyarakat Inamosol sudah paham tuduhan itu adalah skenario busuk yang sengaja menjatuhkan kapus agar bisa di ganti dengan oknum yang sudah biasanya korupsi.

Perlu dicurigai yang mendesak proses dan memaksa kepastian hukum adalah oknum Pegawai PKM Inamosol yang menginginkan Alexander Lesil harus diturunkan, agar pihak merekalah yang sudah biasa korupsi tahun anggaran 2022-2023 itu yang memimpin PKM.

Proses hukum, dan pemeriksaan masih berjalan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, agar terang benderang pelaku korupsi yang sebenarnya siapa, sehingga masyarakat SBB kususnya Inamosol tidak perlu terprovokasi dengan berita – berita hoax yang hanya menyusun spekulasi dan kontrafersi guna menghasut masyarakat agar bisa termakan isu murahan yang mencari kepentingan merebut kursi Kapus.

(***)

Berita TNI

Danrem 151/Binaiya Pimpin Sertijab Kasrem, Brigjen Raffles: Momentum Penyegaran Organisasi

Ambon – beritasumbernews.com –Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya, Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P., memimpin langsung acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Staf Korem (Kasrem) 151/Binaiya di Lobi Bawah Makorem 151/Binaiya, Kota Ambon, Sabtu (18/4/2026).

Jabatan Kasrem 151/Binaiya resmi diserahterimakan dari Kolonel Inf Gatot Heru Buana, S.H., M.M. kepada Kolonel Inf M. Bahrodin, S.I.P.

Acara dihadiri para Kasi Korem, perwira Korem 151/Binaiya, serta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XV/Pattimura.

Dalam amanatnya, Danrem 151/Binaiya menegaskan mutasi jabatan di lingkungan TNI AD merupakan hal lumrah. Rotasi dilakukan untuk penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel.

Kepada pejabat lama, Brigjen Raffles menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Korem 151/Binaiya.

Kepada pejabat baru Kolonel Inf M. Bahrodin, Danrem mengucapkan selamat datang dan berharap dapat membawa inovasi serta semangat baru dalam melaksanakan program kerja Korem 151/Binaiya ke depan.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama dan baru, dilanjutkan foto bersama. _(chey)_

 

Ragam

dr. Elna Anakotta Dari Anak Petani, Kini Memberikan Pelayanan Kesehatan Terbaik Di Maluku

Ambon, beritasumbernews.com – Kisah Seorang Pemimpin yang Tidak Pernah Lupa dari Mana Ia Berasal, dan Tidak Pernah Berhenti Membawa Kemajuan ke Tanahnya
Dulu ia berjalan kaki menjual daging sapi dari rumah ke rumah.

Kini ia membangun klinik mata berteknologi mutakhir di tengah pulau terpencil. Bukan karena ia berubah.

Tapi karena ia tahu persis apa yang dirindukan oleh orang-orang kecil seperti dirinya dulu.

Pulau Saparua, Maluku Tengah, Di sinilah seorang Elna Anakotta menghirup udara pertama kali, Dan di pulau kecil inilah ia belajar pelajaran paling berharga yang tidak pernah diajarkan di bangku sekolah mana pun, bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti, dan setiap orang layak mendapat kesempatan yang sama tanpa memandang siapa mereka.

Ayahnya, Eliza Anakotta, bukan sekadar petani cengkeh dan gembala sapi, Ia juga tukang jagal sapi di pulau itu, Setiap hari, setelah pisau jagalnya berhenti bekerja, ia memotong daging menjadi bagian-bagian kecil untuk dijual.

Dan siapa yang mengantarkannya ke pelanggan? Elna kecil putrinya sendiri.

Sepulang sekolah, sementara anak-anak lain berlari menuju lapangan atau duduk manis di depan televisi, Elna menggantungkan keranjang berisi daging segar di lengannya.

Ia berjalan kaki keliling kampung. Dari rumah ke rumah, Dalam panas yang menyengat, Dalam hujan yang mengguyur.

Ia tidak pernah mengeluh. Bukan karena ia tidak lelah, Bukan karena ia tidak ingin bermain, Tapi karena ia tahu, setiap potong daging yang laku adalah beras untuk makan malam, Setiap rupiah yang ia terima dari pembeli adalah doa yang dipanjatkan orang tuanya.

Dari sinilah mental baja Elna terbentuk, Ia belajar bahwa tidak ada yang instan dalam hidup, Ia belajar bahwa pelayanan sejati dimulai dari kerendahan hati dari bersedia berjalan kaki di jalan berbatu, dari bersedia tersenyum kepada setiap pelanggan meskipun kaki terasa melepuh.

Ibunya, Suster Nanda Mailisa, bekerja sebagai suster di Rumah Sakit Umum Saparua, Setiap hari, Elna melihat ibunya merawat pasien dengan kelembutan yang tidak pernah berpura-pura.

Ia melihat ibunya membersihkan luka yang bernanah, Ia melihat ibunya mengganti perban berdarah, Ia melihat ibunya memegang tangan pasien yang ketakutan, lalu berbisik,Tidak apa-apa, Tuhan beserta kita.

Dari ibunya, Elna belajar bahwa menjadi pelayan kesehatan bukanlah profesi melainkan panggilan jiwa, Ibunya tidak kaya, Gaji suster di RSU Saparua tidak pernah cukup untuk kehidupan mewah.

Tetapi ibunya kaya dalam kasih. Dan bagi Elna kecil, itu lebih dari cukup untuk menjadi teladan seumur hidup, Suatu hari, aku ingin seperti Ibu, bisik Elna dalam hati suatu malam, ketika ia melihat ibunya pulang larut dengan wajah lelah tetapi mata yang tetap bersinar.

Di tengah kesibukannya membantu orang tua, Elna tidak pernah membiarkan pendidikannya terabaikan, Justru sebaliknya keterbatasan menjadi bensin yang membakar semangat belajarnya.

Dari SD hingga SMA, nama Elna Anakotta selalu berada di peringkat pertama, Juara kelas, Juara umum, Juara murid teladan tingkat Kabupaten Maluku Tengah, Juara murid teladan tingkat Provinsi Maluku.

Saat kelulusan SMA tiba, bukan Elna yang mencari universitas tetapi universitas yang berebut dirinya, Enam perguruan tinggi terbaik di Indonesia membuka pintu untuknya: Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Elna memilih UGM.

Bukan karena lebih bergengsi. Bukan karena lebih populer, Tapi karena Yogyakarta adalah kota yang mengajarkan kesederhanaan, kebudayaan, dan ketulusa, nilai – nilai yang sangat ia rindukan dari kampung halamannya.

Menjadi mahasiswa perantau di era ketika komunikasi belum semudah sekarang bukanlah pengalaman yang manis, Elna hanya bisa menelepon orang tuanya seminggu sekali, itupun dengan biaya yang tidak murah.

Surat-surat yang dikirimkan memakan waktu berminggu – minggu untuk sampai ke Saparua, Dan kiriman uang dari orang tua? Pas-pasan, Kadang terlambat, Kadang tidak datang sama sekali, Pernah suatu ketika, Elna hanya makan mie instan selama tiga hari karena uang belum tiba.

Teman-temannya menawari makan, tetapi ia menolak dengan lembut, bukan karena gengsi, tetapi karena ia tidak ingin menjadi beban siapa pun.

Dari pengalaman inilah Elna benar-benar memahami penderitaan masyarakat kecil, Ia tahu bagaimana rasanya lapar tapi tidak punya uang, Ia tahu bagaimana rasanya ingin membeli buku tapi harus memilih antara buku atau makan, Ia tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak punya daya.

Dan pengalaman ini menjadi bahan bakar terbesar dalam hidupnya, Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain merasakan penderitaan yang pernah aku alami, jika aku bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya.

Saparua bukan hanya pulau kecil yang indah, Saparua adalah laboratorium toleransi yang hidup, Di pulau ini, komunitas Kristen, Arab, dan Bugis-Makassar hidup berdampingan dengan damai sejak puluhan tahun.

Elna tumbuh besar di tengah mereka, Ia bermain dengan anak-anak dari berbagai latar belakang, Ia belajar bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekayaan.

Nilai toleransi ini ia bawa hingga kini, Ketika ia membuka Klinik Mata Utama Maluku di Ambon dan Klinik Mata Nusa Ina di Pulau Seram, ia tidak pernah memilih-milih karyawan berdasarkan agama, suku, atau hubungan keluarga.

Yang ia cari adalah integritas, kerja keras, dan kemauan belajar, Lebih dari itu, Elna secara khusus merekrut anak-anak yatim dan kaum kurang beruntung mereka yang sering diabaikan oleh masyarakat.

Ia melatih mereka, Ia membimbing mereka. Ia mengubah mereka dari anak jalanan menjadi tenaga kesehatan profesional yang mandiri.

Inilah toleransi dalam tindakan. Inilah kasih yang tidak hanya diucapkan, tetapi dihidupi.

Elna tidak pernah puas hanya dengan menjadi dokter biasa. Ia memiliki mimpi besar bahwa masyarakat di pulau-pulau terpencil Maluku berhak mendapatkan layanan kesehatan yang tidak kalah dengan rumah sakit di Jakarta.

Dan ia mewujudkan mimpi itu. Pada Mei 2025, Elna meresmikan Klinik Mata Nusa Ina di Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Ini adalah fasilitas kesehatan mata pertama dan satu-satunya di seluruh Pulau Seram.

Tapi bukan sembarang klinik. Klinik ini dilengkapi dengan teknologi Phacoemulsification teknik operasi katarak modern dengan sayatan mikroskopis, tanpa jahitan, tanpa perdarakan, dengan masa pemulihan yang sangat cepat.

Teknologi ini adalah standar emas operasi katarak dunia, Teknologi yang sama digunakan di rumah sakit-rumah sakit terbaik di Jakarta, Singapura, atau Amerika Serikat. Dan kini, teknologi itu hadir di tengah Pulau Seram.

Bayangkan, seorang nenek di Pulau Seram yang sudah buta bertahun-tahun karena katarak dulu harus menyeberang laut ke Ambon, mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, dan pengobatan yang tidak sedikit.

Banyak yang akhirnya memilih diam, pasrah, dan buta selamanya, Kini, nenek yang sama cukup berjalan beberapa kilometer ke Klinik Mata Nusa Ina, Ia dioperasi dengan teknologi mutakhir, Dan dalam hitungan hari, ia bisa melihat kembali wajah cucu-cucunya, Itulah yang dilakukan dr. Elna Anakotta, Itulah mimpi yang ia perjuangkan, Bukan sekadar membuka klinik, Tapi membuka pintu harapan bagi mereka yang selama ini tidak pernah punya akses ke layanan kesehatan kelas dunia.

Ia adalah pemimpin yang dulu kakinya melepuh berjalan kaki menjual daging sapi dari kampung – kampung di pulau Saparua, Ia adalah pemimpin yang dibesarkan oleh seorang suster yang mengajarkan bahwa melayani adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi.

Dan kini, ia membawa semua pengalaman itu ke dalam kepemimpinannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Ia tidak hanya duduk di kantor ber-AC, Ia turun ke lapangan, Ia memastikan bahwa teknologi operasi katarak mutakhir hadir di Pulau Seram, Ia memastikan bahwa anak-anak yatim dan kaum kurang beruntung mendapatkan pekerjaan dan pelatihan, Ia memastikan bahwa tidak ada lagi warga Maluku yang buta hanya karena tidak mampu berobat.

Inilah pemimpin yang pantas kita dukung. Bukan dengan fitnah. Bukan dengan hoax, Tapi dengan kepercayaan dan doa. (***)

Berita

Sekda Maluku Buka Rakor Percepatan Sertifikat Higiene Sanitasi untuk Dukung Operasional SPPG

Ambon – beritasumbernews.com -Sekretaris Daerah Provinsi Maluku membuka secara resmi Rapat Koordinasi Percepatan Perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Maluku, yang diselenggarakan oleh Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional, bertempat di Ballroom Hotel Santika Ambon, Kamis (16/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional, Ranto, SP., M.AP, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Dr. Rosita, Kepala Balai POM Ambon beserta jajaran, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku, Koordinator Wilayah Regional SPPG, serta para narasumber dan peserta Focus Group Discussion (FGD).

Dalam arahannya, Sekda Maluku menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional atas pelaksanaan rapat koordinasi tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna mendukung operasional SPPG di Provinsi Maluku.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional yang telah menyelenggarakan kegiatan rakor ini untuk menyamakan persepsi antar dinas kesehatan kabupaten/kota dalam rangka percepatan pengurusan SLHS guna mendukung operasional SPPG di wilayah Provinsi Maluku,” ujar Sekda.

Sekda menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut sangat penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat penerbitan SLHS. Menurutnya, masih banyak satuan pelayanan pemenuhan gizi di Maluku yang belum mengantongi sertifikat tersebut, sehingga menjadi perhatian serius bersama.

“Keamanan pangan adalah kunci utama agar program ini tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga menjamin keselamatan penerima manfaat, terutama peserta didik, ibu hamil, dan balita,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan lintas sektoral dalam menjamin keamanan pangan, dimana unit penyedia makanan atau dapur MBG wajib memenuhi syarat higiene sanitasi serta sertifikasi tempat pengolahan pangan sesuai regulasi nasional.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa sebagai daerah kepulauan, Provinsi Maluku memiliki potensi sumber daya pangan yang besar, namun tetap dihadapkan pada tantangan geografis, aksesibilitas, dan keterbatasan infrastruktur. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi kuat antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Balai POM Ambon, serta seluruh pengelola SPPG.

“Kami meminta proses verifikasi dan sertifikasi dilakukan dengan cepat, efisien, namun tetap memenuhi standar yang ditetapkan, terutama terkait inspeksi kesehatan lingkungan,” tegasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Maluku berharap dapat mendorong komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penerbitan SLHS tanpa mengurangi kualitas layanan, mendukung inovasi digital sebagai solusi pemerataan, serta memastikan adanya tindak lanjut konkret pasca pelaksanaan FGD.

Sekda juga mengajak seluruh pihak untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menjaga keselamatan generasi penerima manfaat program.

“Kerja-kerja yang kita lakukan ini adalah bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga keselamatan generasi. Karena itu, mari kita laksanakan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi di Provinsi Maluku, sekaligus memastikan keamanan pangan yang memenuhi standar kesehatan bagi seluruh penerima manfaat. (Chey)

Berita

Sekda Maluku Buka Workshop Tata Kelola Dinas Kesehatan, Tekankan Perencanaan Berbasis Data dan Outcome

Ambon – beritasumbernews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU secara resmi membuka Workshop Tata Kelola Dinas Kesehatan dengan tema “Analisis Situasi dan Proses Penyusunan Rencana Kerja”, hasil kerja sama antara Biro Perencanaan Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, yang berlangsung di Amaris Hotel Ambon, Kamis (16/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat dari Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Kesehatan RI, pimpinan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Kepala Bappeda Provinsi Maluku atau yang mewakili, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku beserta jajaran, para peserta workshop, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut karena dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat fondasi pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyambut baik kegiatan workshop ini karena memiliki arti yang sangat strategis. Ini bukan sekadar rutinitas perencanaan, tetapi merupakan fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku ke depan,” ujarnya.

Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang telah menginisiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola sektor kesehatan di daerah.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran Dinas Kesehatan. Pertama, pentingnya melakukan analisis situasi kesehatan secara akurat dan komprehensif sebagai dasar dalam perencanaan program.

Menurutnya, analisis situasi harus mampu menggambarkan kondisi riil kesehatan masyarakat, termasuk ketimpangan akses layanan kesehatan antarwilayah, tingginya beban penyakit, persoalan stunting, kesehatan ibu dan anak, keterbatasan tenaga kesehatan, serta belum meratanya kualitas layanan.

Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan agar menggunakan data yang valid, mutakhir, dan terintegrasi serta melakukan analisis yang tajam agar akar persoalan dapat diidentifikasi dengan tepat.

Sekda juga menekankan bahwa penyusunan Rencana Kerja (Renja) harus berorientasi pada hasil (outcome) dan bukan sekadar keluaran (output). Renja yang disusun harus selaras dengan RPJMD serta mendukung visi pembangunan daerah yaitu “Transformasi Menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045.”

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan tata kelola program kesehatan melalui pendampingan dari kalangan akademisi. Menurutnya, kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga merupakan peluang besar untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan memperbaiki sistem tata kelola program kesehatan secara menyeluruh.

“Kerja sama ini bukan sekadar pendampingan biasa, tetapi menjadi ruang transfer pengetahuan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pembenahan sistem tata kelola program kesehatan. Saya berharap kesempatan ini dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda menilai kegiatan tersebut merupakan bukti bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan kesehatan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Sekda menekankan pentingnya integritas dan komitmen seluruh aparatur dalam menindaklanjuti hasil workshop ke dalam dokumen perencanaan yang berkualitas dan terintegrasi dengan program prioritas daerah.

Ia juga berharap tim pendamping dari Universitas Airlangga dapat memberikan pendampingan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam tata kelola program kesehatan serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan di Provinsi Maluku.

Kepada seluruh peserta workshop, Sekda meminta agar kegiatan tersebut diikuti dengan serius dan aktif serta menjadikan momentum tersebut sebagai titik perubahan dalam merencanakan program kesehatan yang lebih efektif, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat Maluku.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku, sehingga pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas dapat terwujud di seluruh wilayah Maluku. (Chey)

Berita

Wakil Gubernur Maluku Tekankan Pentingnya Inovasi Pendidikan dan Ketahanan Ekonomi pada Dies Natalis ke-56 Fakultas Teknik Unpatti 

AMBON –  beritasumbernews.com -Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, mewakili Gubernur Maluku, menghadiri acara Syukuran Dies Natalis ke-56 sekaligus Halal Bihalal Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Unpatti) yang digelar di Kampus Poka, Ambon, Kamis (16/4/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada Fakultas Teknik yang telah mencapai usia 56 tahun dan terus berkontribusi dalam melahirkan pemimpin serta sumber daya manusia (SDM) unggul di Maluku. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM melalui inovasi pendidikan adalah kunci utama untuk mengejar ketertinggalan sektor pembangunan di wilayah ini.

Wagub mengingatkan bahwa stabilitas keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Beliau mengusulkan agar pendekatan ketahanan sosial di masyarakat tidak hanya didominasi narasi agama, tetapi juga melibatkan perspektif ekonomi. “Jika terjadi ketidakstabilan, rantai pasok ekonomi akan terhambat dan memicu inflasi yang merugikan masyarakat luas. Pemahaman ini harus kita tanamkan agar masyarakat bersama-sama menjaga kedamaian demi pertumbuhan ekonomi,” ujar Wagub.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub memberikan ilustrasi menarik mengenai dampak ekonomi sektor pendidikan. Dengan estimasi jumlah mahasiswa di Maluku mencapai 100.000 orang, daya beli mahasiswa dapat menyumbang perputaran uang antara Rp. 1,2 triliun hingga Rp. 2,4 triliun per tahun. “Pemerintah berkepentingan agar seluruh perguruan tinggi di Maluku terus berinovasi meningkatkan kualitasnya. Kita harus menjaga agar anak-anak Maluku tetap bersekolah di sini, sehingga putaran uang tersebut tetap tinggal dan membangun ekonomi Maluku”, tambahnya.

Kepada para mahasiswa Fakultas Teknik, Wagub berpesan agar tidak hanya terpaku pada cita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) karena keterbatasan kuota pemerintah yang tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Ia mendorong mahasiswa untuk berani melirik sektor produktif lainnya, seperti pertanian modern dan kewirausahaan. “Pendidikan yang kalian tempuh di Fakultas Teknik akan sangat bermanfaat, baik dalam dunia industri maupun dalam membangun keluarga yang cerdas di masa depan” pungkasnya menutup sambutan.

Hadir pada acara tersebut antara lain Sekretaris Kota Ambon, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dekan Fakultas Teknik Unpatti, Pimpinan BUMN, Rohaniawan, Dosen serta mahasiswa. (**)

Berita

Hadiri Peringatan HKG PKK ke-54, Gubernur Maluku Tegaskan Peran Strategis PKK Wujudkan Indonesia Emas 2045

Ambon – beritasumbernews.com – Gubernur Maluku menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Maluku yang mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, yang berlangsung di Kantor PKK Provinsi Maluku, Jumat (17/04/2026).

Peringatan HKG PKK tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Dekranasda Kabupaten Buru, yakni Ibu Mohram Ikram Umasugi sebagai Ketua, serta pengukuhan Pengurus dan Pengawas Koperasi Wanita Martha Christina Tiahahu, dengan Ibu Samelina P. Soselisa sebagai Ketua Pengurus.

Dalam sambutan Ketua Umum Tim Penggerak PKK yang dibacakan oleh Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ibu Maya Baby Lewerissa, disampaikan bahwa peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK yang dilaksanakan setiap tanggal 4 Maret bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum gerakan bersama seluruh jajaran Tim Penggerak PKK, mulai dari tingkat pusat hingga desa, kelurahan, dan dasawisma, untuk meneguhkan komitmen dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK sekaligus mendukung kebijakan pembangunan pemerintah pusat maupun daerah.

Menurutnya, tema HKG PKK ke-54 Tahun 2026 memiliki makna penting sebagai penegasan bahwa Gerakan PKK harus terus memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Melalui penguatan tersebut, PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita melalui pembangunan berbasis keluarga yang berkelanjutan dan berkeadilan, menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar terus mendukung kemajuan Gerakan PKK serta meningkatkan kapasitas kader PKK sebagai agen perubahan dalam menyukseskan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, apresiasi turut disampaikan kepada seluruh pengurus dan kader PKK di seluruh Indonesia yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pikiran demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Kerja nyata para kader PKK hingga tingkat dasawisma merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan,” tambahnya.

Sementara itu, dalam wawancara usai kegiatan, Gubernur Maluku menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki peran sangat penting dalam mendukung pembangunan, khususnya karena jangkauan pelayanannya langsung menyentuh keluarga dan rumah tangga.

“PKK adalah mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku. Tidak ada organisasi di Indonesia yang jangkauan pelayanannya seluas PKK, karena hadir sampai ke rumah tangga. Ini adalah kontribusi besar bagi bangsa dan negara, dan saya berharap peran besar ini terus diperkuat di Maluku,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku dan kader PKK di kabupaten/kota atas dedikasi dan pengabdian yang terus diberikan kepada masyarakat.

“Dirgahayu Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tahun 2026. Semoga PKK terus mengabdi untuk Indonesia dan terus berkontribusi bagi kemajuan Maluku,” tutupnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian Gerakan PKK dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Maluku, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Maluku, pimpinan organisasi perempuan Provinsi Maluku, serta pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku. (***)

[instagram-feed]