POLDA MALUKU

Apel Gabungan Personel Polda Maluku, Karo SDM Tekankan Peranan Anggota sebagai POLIMA

Ambon – beritasumbernews.com – Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi S.I.K menyoroti terkait kerawanan kamtibmas yang kerap terjadi di Maluku. Ia menekankan pentingnya peranan anggota sebagai Polisi Lingkungan Masyarakat (POLIMA).

Penekanan ini disampaikan Karo SDM saat memimpin apel gabungan personel dan ASN Polda Maluku yang dihelat di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Senin (9/2/2026).

Selain seluruh personel gabungan, hadir dalam kegiatan rutin tersebut yakni Irwasda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, dan seluruh Pejabat Utama Polda Maluku.

“Saya atas nama Pimpinan menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan semua yang sudah melaksanakan tugasnya sesuai tupoksi dengan baik,” ucapnya.

Maluku, lanjut Kombes Jemi, rawan akan konflik antar kelompok. Untuk mencegah aksi kekerasan tersebut, seluruh personel diharapkan dapat berperan aktif, termasuk sebagai POLOMA.

“Saya minta agar seluruh personel dapat berperan aktif dan bisa menjadi Polisi lingkungan masyarakat atau POLIMA dan ini akan menjadi perpanjangan tangan dari pimpinan Polda melalui rekan-rekan semua,” pintanya.

Di sisi lain, Kombes Jemi juga menyampaikan terkait administrasi kenaikan pangkat personel Polri. Kepada seluruh Kasubag Renmin di jajaran Polda Maluku, Ia meminta untuk selalu memonitor setiap informasi yang disampaikan Biro SDM Polda Maluku.

“Saya minta agar selalu memonitor setiap informasi yang disampaikan Biro SDM khususnya terkait administrasi kenaikan pangkat personel dengan mengecek kembali administrasi dan berkasnya disiapkan kemudian segera dikirimkan ke Biro SDM,” ungkapnya.

Terkait administrasi kenaikan pangkat tersebut, Kombes Jemi berharap agar dapat disiapkan sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.

Kepada personel yang ingin menjadi penyidik, Kombes Jemi mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat sehingga diharapkan dapat menyiapkan diri dan mengikuti semua prosedur dan mekanismenya yang telah diatur.

Tak hanya itu, seluruh personel hingga ASN Polda Maluku kembali diingatkan terkait penggunaan media sosial yang bijak. “Jangan sampai karena kelalaian kita akhirnya dapat menyebabkan masalah diri sendiri dan institusi Polri,” ujarnya. (**)

Berita

Gelar KRYD Polda Maluku Bersama Polsek KPYS Amankan Ratus Liter Miras di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon

Ambon – beritasumbernews.com Kepolisian Daerah Maluku melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali menggelar KRYD atau Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan di Pelabuhan Slamet Riyadi, Kota Ambon, Jumat malam (6/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan bersama personel Polsek KPYS Ambon ini kembali berhasil menemukan penyelundupan ratusan liter minuman keras (miras) ilegal jenis sopi. di atas KM Cantika Lestari 77B.

Sebanyak kurang lebih 163 liter miras tradisional jenis sopi tersebut ditemukan di atas kapal cepat Cantika Lestari 77B yang berlayar dari wilayah Maluku Barat Daya (MBD).

“Tadi malam personel Ditresnarkoba bersama Polsek KPYS Ambon melaksanakan KRYD di Pelabuhan Slamet Riyadi dan kembali mengamankan sebanyak 163 liter miras jenis sopi,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, razia miras ilegal kerap dilaksanakan untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“KRYD yang dilakukan khususnya pemberantasan penyakit masyarakat seperti peredaran miras ilegal sering kami lakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” jelasnya.

Ratusan sopi yang ditemukan dalam kegiatan tersebut di isi di dalam wadah jerigen dan botol bekas air mineral. Wadah penampungan ini kemudian dikemas dalam berbagai bentuk diduga untuk mengelabui petugas.

“Ratusan sopi yang ditemukan tersebut saat ini telah diamankan di Markas Polsek KPYS Ambon untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Polda Maluku menghimbau masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah masing-masing.

“Kami dari Polda Maluku berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat semakin sadar bahwa penggunaan miras secara tidak bertanggung jawab tentunya akan berdampak pada gangguan Kamtibmas,” harapnya.

Mantan Kapolres Maluku Tengah ini juga mengingatkan terkait pemberlakukan KUHP yang baru, di mana mengkonsumsi miras di tempat umum ada sanksi, denda hingga sampai dengan 10 juta.

“Kami menghimbau kepada masyarakat dan mengingat saat ini juga sudah akan memasuki bulan puasa, kami berharap dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Maluku,” ajaknya. (**)

Berita

Operasi Keselamatan Salawaku 2026, Polda Maluku Ajak Pengguna Jalan Patuh Aturan Lalu Lintas

Ambon – beritasumbernews.com – Satgas preemtif Operasi Keselamatan Salawaku Polda Maluku Tahun 2026, mengajak pengguna jalan untuk tetap patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Ajakan tersebut disampaikan Iptu Abdullah Tehuayo, S.E, Kasubsatgas Preemtif Ops Keselamatan Salawaku dalam kegiatan yang dilaksankan di Persimpangan Bawah JMP dan Terminal Mardika Kota Ambon, Sabtu (7/2/2026).

Dalam kegiatan sosialisasi tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas tersebut, tim Satgas Preemtif selain menyampaikan himbauan kepada masyarakat, juga membagikan brosur mengenai keselamatan dalam berkendara.

“Kegiatan yang kami lakukan ini merupakan wujud dari komitmen Polri untuk menurunkan angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polda Maluku menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Iptu Abdullah Tehuayo.

Para pengguna jalan yang ditemui diingatkan untuk terus mematuhi rambu-rambu dan aturan lalulintas saat berkendara di jalan raya.

Keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalulintas (Kamseltibcar Lantas), kata Tehuayo, penting untuk terus diingat saat berkendara.

“Kami mengajak masyarakat untuk taat terhadap rambu-rambu lalulintas, lampu merah, batas kecepatan, gunakan helm dan sabuk pengaman, jangan berkendara saat lelah atau mabuk, dan selalu jaga jarak aman dengan kendaraan lain,” sebutnya.

Kegiatan sosialisasi terkait pentingnya kamseltibcar lantas bertujuan untuk mengurangi kecelakaan, serta menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan.

“Dengan kegiatan ini kami berharap dapat terus mengingatkan masyarakat terkait pentingnya keselamatan, dan masyarakat sadar akan pentingnya taat terhadap aturan lalulintas,” harapnya. (**)

Berita

Kabid Humas Polda Maluku Ajak Personel, Perkuat Pertahanan Siber Lewat Konsolidasi Media Sosial Resmi

Ambon – beritasumbernews.com – Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat perannya dalam menjaga keamanan nasional di ruang digital, seiring meningkatnya tantangan hoaks, disinformasi, dan polarisasi opini publik di media sosial. Melalui kebijakan komunikasi publik yang terstruktur, Polri mendorong seluruh personel menjadi bagian dari cooling system nasional dalam meredam ketegangan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Langkah tersebut tercermin dalam arahan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K. saat memberikan arahan dalam Apel Gabungan personel Polda Maluku di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, pada Senin (9/2/2026) .

Dalam arahannya Kombes Rositah menginstruksikan personel untuk aktif mendukung akun resmi Polri dengan menjadi cooling system di ruang digital. Kebijakan ini tidak semata bersifat internal, tetapi menjadi bagian dari strategi keamanan digital nasional yang menempatkan informasi akurat sebagai fondasi stabilitas sosial.

Lebih lanjutnKombes Rositah menegaskan bahwa setiap anggota Polri adalah representasi institusi, tidak hanya di ruang publik fisik, tetapi juga di ruang digital. Karena itu, dukungan terhadap akun resmi Polri dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Saya instruksikan seluruh personel Polda Maluku untuk aktif memberikan dukungan berupa like, share, dan comment pada setiap konten yang dipublikasikan melalui akun resmi Humas Polda Maluku maupun akun resmi Polda Maluku,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan manajemen media Polri yang sejalan dengan kebijakan nasional transformasi komunikasi publik. Dukungan kolektif personel diyakini mampu mengamplifikasi narasi positif Polri secara masif, sekaligus memperluas jangkauan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat luas.

Kabid Humas merinci setidaknya tiga tujuan utama dari kebijakan tersebut. Pertama, amplifikasi informasi, agar pesan kamtibmas, pelayanan publik, dan capaian kinerja Polri dapat tersampaikan secara cepat dan luas. Kedua, peningkatan engagement institusi, sehingga akun resmi Polri tetap relevan dan muncul dalam arus utama algoritma media sosial. Ketiga, kontra-narasi hoaks, dengan menghadirkan sumber informasi resmi sebagai rujukan utama publik.

“Media sosial adalah sarana tercepat Polri melayani masyarakat dalam hal informasi. Jika seluruh personel solid mendukung konten kreatif institusi, maka kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin kokoh,” ujar Kombes Pol. Rositah.

Langkah Polda Maluku menempatkan personel sebagai cooling system di media sosial mencerminkan pergeseran paradigma pengamanan nasional dari sekadar pendekatan fisik menuju pengelolaan ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks, kehadiran Polri yang aktif, terkoordinasi, dan berbasis akun resmi menjadi faktor kunci menjaga stabilitas sosial.

Kebijakan ini juga menegaskan bahwa keamanan nasional di era digital tidak hanya ditentukan oleh patroli di lapangan, tetapi juga oleh kecepatan, akurasi, dan kredibilitas komunikasi publik. Dengan memobilisasi kekuatan internal secara terukur, Polri berupaya memastikan ruang digital tetap sehat, informatif, dan kondusif bagi demokrasi.

Jika dijalankan secara konsisten dan profesional, strategi ini berpotensi memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri secara nasional, sekaligus menjadikan media sosial sebagai sarana pelayanan publik yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (**)

Berita

Tim Satgas Preemtif Ops Keselamatan Salawaku Polda Maluku 2026 Kampanye Safety Driving Defensif

Ambon – beritasumbernews.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, tim Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Salawaku Polda Maluku 2026 menggelar kampanye Safety Driving Defensif khususnya kepada pengemudi mobil tangki Pertamina.

Kegiatan teknik berkendara proaktif yang bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan dengan cara mengantisipasi bahaya, mengontrol emosi, dan mematuhi aturan lalu lintas ini dilaksanakan di Kantor Pertamina Wayame, Kota Ambon, Minggu (8/2/2026).

Dalam kegiatan ini, personil Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Salawaku memberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas saat mengendarai mobil tangki, penggunaan sabuk pengaman di kendaraan, serta larangan berkendara dalam kondisi mengantuk atau dipengaruhi alkohol.

Ipda Fadli S.Pd.I, Anggota Satgas Preemtif menyampaikan kampanye ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Kami berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, angka kecelakaan di jalan raya dapat diminimalisir dan terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan,” tambahnya.

Melalui kampanye ini, Ditlantas Polda Maluku dalam Operasi Keselamatan Salawaku ini berharap dapat terus membangun kesadaran masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas

“Dengan terus menerus mengedukasi masyarakat, diharapkan tingkat kecelakaan di jalan raya dapat berkurang secara signifikan, serta tercipta suasana lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua pihak,” tutupnya.

Berita

Polres SBB Tangani Kasus Penganiayaan Antar Penambang di Huamual, Kapolres Lakukan Mediasi dan Pengamanan Bersama Tokoh Desa*

Ambon – beritasumbernews.com –Polres Seram Bagian Barat menangani kasus dugaan tindak pidana kekerasan bersama dan penganiayaan yang terjadi di area pertambangan Gunung Kali Mati, Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Dalam peristiwa tersebut, empat orang penambang asal Dusun Hulung menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok penambang dari Desa Luhu.

Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berawal dari persoalan antar pekerja tambang yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

“Peristiwa ini masih kami dalami. Dugaan sementara merupakan aksi balasan dari kejadian pada 4 Februari 2026. Namun demikian, semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi,” ujar Kapolres.

Berdasarkan keterangan awal, pada 4 Februari 2026 sempat terjadi perselisihan antara korban berinisial L.O.J bersama beberapa rekannya dengan seorang penambang dari Desa Luhu berinisial Z.W terkait dugaan pengambilan hasil tambang. Saat itu sempat terjadi cekcok dan tindakan kekerasan ringan, namun permasalahan telah dimediasi secara sementara oleh pihak setempat.

Pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIT, korban L.O.J yang sedang berada di lokasi kerja diduga diserang dari belakang menggunakan kayu dan kemudian dilempari batu oleh sekelompok orang. Akibat kejadian tersebut, korban L.O.J mengalami luka serius berupa cidera pada kaki serta luka robek di bagian kepala dan tangan.

Tiga korban lainnya masing-masing berinisial B.S (68), R.S (19), dan L.E (19) juga mengalami luka memar di bagian wajah dan kepala. Para korban sempat dievakuasi dari lokasi tambang menuju Dusun Hulung, kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan. Korban L.O.J saat ini dirawat di Puskesmas Iha dan direncanakan dirujuk ke Ambon, sementara tiga korban lainnya menjalani perawatan di Dusun Hulung.

Pada hari yang sama sekitar pukul 18.16 WIT, terjadi pembakaran puluhan sepeda motor milik para pekerja tambang yang terparkir di sekitar pangkalan ojek Bambu Kuning. Polisi masih melakukan pendataan untuk memastikan identitas pemilik kendaraan serta keterkaitan peristiwa tersebut dengan kejadian sebelumnya.

Kapolres SBB menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, membantu evakuasi korban, serta berkoordinasi dengan pemerintah Desa Iha dan Desa Luhu guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami telah mengambil langkah-langkah pengamanan dan melakukan penyelidikan terhadap para terduga pelaku, termasuk Z.W bersama beberapa rekannya. Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi,” tegas AKBP Andi Zulkifli.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pada Minggu (8/2/2026) Kapolres Seram Bagian Barat bersama jajaran melaksanakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan pemerintah desa di Kecamatan Huamual guna meredam potensi konflik lanjutan antara warga Desa Iha dan Desa Luhu.

Pertemuan pertama dilaksanakan pukul 10.30 WIT di kediaman Raja Negeri Iha. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres berdialog dengan Raja Negeri Iha Muhammad Zein Latukaisupy terkait kesalahpahaman antara para penambang dari kedua desa. Hasil pertemuan menyepakati bahwa seluruh permasalahan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, Satgas Desa Iha dan Satgas Desa Luhu diminta bekerja sama dalam menyelesaikan setiap permasalahan di lokasi pertambangan, serta disepakati penempatan pos pengamanan di wilayah perbatasan kedua desa guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas.

Selanjutnya pada pukul 13.30 WIT, Kapolres SBB juga melakukan pertemuan di kediaman Kepala Desa Luhu bersama Kepala Desa Luhu Abd. Gani Kaliki yang didampingi Sekretaris Desa Luhu Amir Hatala, S.Pd serta Ketua Satgas Desa Luhu Muhammad Kasim Kaliki. Pertemuan tersebut membahas langkah penyelesaian kesalahpahaman antara penambang asal Desa Luhu dan Desa Iha.

Dalam pertemuan itu disepakati agar Satgas Desa Luhu dan Satgas Desa Iha terus berkoordinasi dalam penyelesaian setiap persoalan di area pertambangan Gunung Hatu Tembaga. Sebagai langkah pencegahan, untuk sementara waktu warga kedua desa diminta tidak saling melintas wilayah masing-masing guna menghindari gesekan lanjutan. Penempatan pos pengamanan di perbatasan kedua desa juga menjadi kesepakatan bersama.

Kapolres SBB menegaskan bahwa langkah mediasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat ini merupakan upaya menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami mengedepankan penyelesaian secara persuasif dan menjaga stabilitas keamanan. Semua pihak sepakat menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian. Kami juga telah menempatkan personel di titik-titik rawan untuk mencegah konflik susulan,” ujar Kapolres.

Sekitar pukul 14.30 WIT seluruh rangkaian pertemuan selesai dilaksanakan. Hingga saat ini situasi kamtibmas di Desa Iha dan Desa Luhu serta wilayah pertambangan dan perbatasan kedua desa terpantau aman dan kondusif. Polisi bersama unsur pemerintah dan tokoh masyarakat terus melakukan pemantauan guna memastikan keamanan tetap terjaga. (**)

Berita

Kapolda Maluku Sapa Jemaat Gereja, Tegaskan Toleransi dan Peran Keluarga sebagai Fondasi Keamanan Nasional

Ambon – beritasumbernews.com – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menegaskan bahwa toleransi antarumat beragama, keamanan lingkungan, dan kekuatan keluarga merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Penegasan itu disampaikan saat Kapolda melaksanakan silaturahmi dan menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Gereja GPM Sejahtera Jemaat Poka, Klasis Pulau Ambon Utara, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung usai ibadah Minggu tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui rumah ibadah lintas agama, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Maluku.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku didampingi Kapolsek Teluk Ambon Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Hadir pula Ketua Majelis Jemaat GPM Poka Pdt. Vengky Lekahena, S.Th, Pdt. Nona W. Lekahena, S.Th, jajaran Majelis Jemaat, serta ratusan jemaat yang mengikuti ibadah.

Mengawali penyampaiannya, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan jemaat GPM Sejahtera Poka untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

“Saya bersyukur dapat bertugas di Maluku. Ini adalah daerah yang indah, bukan hanya alamnya, tetapi juga masyarakatnya yang ramah, santun, dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan,” ujar Irjen Pol. Dadang Hartanto.

Kapolda menekankan bahwa toleransi dan kerukunan umat beragama di Maluku merupakan modal sosial yang sangat kuat bagi pembangunan daerah sekaligus penopang stabilitas nasional.

“Maluku hari ini memiliki indeks situasi yang aman dan damai. Ini adalah modal besar untuk melangkah ke masa depan. Kondisi ini lahir dari peran seluruh elemen masyarakat—jemaat, pendeta, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparat keamanan,” tegasnya.

Dalam analoginya, Kapolda menyebut keamanan sebagai “tanah yang subur” bagi kesejahteraan.

“Keamanan itu seperti tanah yang subur. Jika aman, apa pun yang kita tanam akan tumbuh dan berbuah. Sebaliknya, tanpa keamanan, kesejahteraan sulit terwujud,” tuturnya.

Kapolda juga mengingatkan bahwa keamanan sering kali baru disadari nilainya ketika terganggu, layaknya kesehatan.

“Hari ini kita bisa beribadah dengan tenang, anak-anak sekolah tanpa rasa takut, dan masyarakat beraktivitas dengan aman. Semua itu adalah buah dari keamanan yang kita jaga bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengungkapkan bahwa tindak pidana berlatar belakang kekerasan masih menjadi perhatian serius Polda Maluku. Kekerasan dalam rumah tangga, perkelahian antar kelompok, hingga konflik yang dipicu emosi disebut perlu dicegah sejak dini.

“Kita tidak boleh menjadi pelaku maupun korban kekerasan. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas,” tegas Kapolda.

Salah satu faktor pemicu utama kekerasan, menurut Kapolda, adalah peredaran dan konsumsi minuman keras. Ia mengungkapkan bahwa aparat kepolisian telah menyita hampir 6 ton minuman keras ilegal yang diselundupkan ke wilayah Maluku.

“Ini jumlah yang sangat besar. Miras sering menjadi pemicu emosi dan kekerasan, terutama di kalangan anak muda,” ungkapnya.

Kapolda menegaskan perlunya solusi komprehensif terkait miras yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, dan masyarakat, mengingat persoalan tersebut juga berkaitan dengan aspek sosial dan ekonomi.

Selain miras, Kapolda juga mengingatkan ancaman narkoba yang mulai masuk ke wilayah Maluku, meski belum menjadi sorotan utama.

“Narkoba merusak masa depan generasi muda dan sulit dipulihkan. Mari kita perangi bersama dengan melaporkan setiap indikasi peredaran narkoba,” tegasnya.

Kapolda turut menyoroti penggunaan media sosial yang tidak bijak, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Ia meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas digital keluarga agar tidak terpapar hoaks, provokasi, judi online, penipuan, dan kejahatan siber.

“Keluarga adalah benteng utama. Jika keluarga kuat, masyarakat dan bangsa juga akan kuat,” katanya.

Menutup sambutannya, Kapolda mengajak masyarakat untuk terus menjaga ketertiban, termasuk tertib berlalu lintas dan tidak berkendara dalam pengaruh alkohol.

“Mari kita jaga Maluku tetap aman dan damai. Maluku tarus biking bae, basudara tarus bikin bae,” pungkas Kapolda.

Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekhidmatan, serta berakhir pada pukul 10.55 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, Polda Maluku kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis, memperkuat dialog lintas agama, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan demi Maluku yang damai dan sejahtera.

Langkah Kapolda Maluku menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung di rumah ibadah lintas agama mencerminkan wajah Polri modern yang humanis dan inklusif. Di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks—mulai dari kekerasan sosial, miras, narkoba, hingga ancaman digital—pendekatan dialogis seperti ini menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan sosial dari akar rumput.

Pesan Kapolda tentang peran keluarga sebagai benteng utama keamanan juga menegaskan bahwa stabilitas nasional tidak semata ditopang oleh aparat penegak hukum, tetapi oleh kesadaran kolektif masyarakat. Maluku, dengan sejarah panjang toleransi dan kebersamaan, kembali menunjukkan bahwa kerukunan bukan hanya warisan budaya, melainkan aset strategis bangsa.

Silaturahmi lintas iman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sinyal kuat bahwa keamanan nasional dibangun dari ruang-ruang ibadah, keluarga, dan komunitas—tempat nilai toleransi dan kemanusiaan terus dirawat. (**)

DPRD Provinsi Maluku

Saulatu : Pinjaman 1,5 Dana SMI Dipakai Untuk Bagun Infrastruktur Kabupaten / Kota di Maluku

Ambon – beritasumbernews.com – Pemerintah Provinsi Maluku meminjam Uang sebanyak 1,5 dari dana SMI dipakai untuk membangun infrastruktur di seluruh Kabupaten/Kota di Maluku.

Pernyataan ini disampaikan salah satu Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Halimun Saulatu dari Partai Demokrat saat rapat koordinasi dalam rangka sinkronisasi data antara Komisi III DPRD Provinsi Maluku bersama Dinas PUPR Provinsi Maluku dan Dinas PUPR 11 Kabupaten/Kota di ruang paripurna DPRD Provinsi Maluku pekan kemarin. (Ambon 02/02/2026)

” Dalam anggaran 2026 Pemerintah Provinsi Maluku itu ada menyetujui pinjaman 1, 5 dan kami DPRD mendorong betul bahwa dalam pinjaman itu tidak lagi terjadi seperti pinjaman yang lalu bahwa hanya ada di menumpuk di satu kabupaten kota saja tapi dia harus merata di seluruh kabupaten kota yang ada di Provinsi Maluku, ” ujarnya

Menurutnya, untuk Kabupaten Kepulauan Aru proyek jalan dikerjakan lewat dana SMI sebanyak 3 ruas jalan dengan total anggaran sekitar 83 miliar yaitu ruas jalan nasional sonidal kemudian pembangunan jalan sionidal ke popjetur dan lainya sementara untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar pembangunan air bersih ada empat paket yaitu, Lara, Seira ,Alusi sementara untuk Kabupaten Seram Timur jalan keliling pulau gorong 27 miliar lebih. ”

” Provinsi Kepulauan perencanaan kita itu harus berbeda dengan apa yang merupakan perencanaan daratan kadang kita imelihat begini kita terlalu fokus di proyek-proyek besar tapi kita lupa terkait soal proyek-proyek infrastruktur dasar terutama air bersih jembatan, drainase dan pembangunan rumah bagi masyarakat kita terlalu fokus di proyek-proyek besar sehingga kemudian tidak jalan.

Lebih lanjut kata Saulatu, perlu pembangunan proyek berimplikasi kepada ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi ada pendapatan masyarakat jangan kemudian membangun proyek yang hanya cuma sifatnya proyek tapi dia harus ada multiplayer effect dari sisi ekonomi sehingga masyarakat itu ia bisa terbantukan dari proyek-proyek itu dan kendala kita selama ini adalah bahwa betul disampaikan anggota dewan.

” Mestinya harus ada satu sinergitas baik itu dalam sisi RPJM Antara Provinsi maupun kabupaten atau perencanaan , kami DPRD provinsi sering menyampaikan aspirasi kepada Kementerian maupun ke komisi V DPRD RI tapi kadang-kadang yang kami usulkan itu berdasarkan apa yang kami tahu saja tapi kami tidak juga dapat data dari masing-masing dinas kabupaten kota sehingga kemudian kita ini jalannya sendiri.

Oleh karena itu ke depan Kami harapkan ya apakah ini mungkin bisa memfasilitasi kira itu usulan benar bahwa tiap tahun itu harus ada rapat koordinasi seperti ini pak biar ada data yang terintegrasi , disampaikan kemungkinan usulan itu berubah Kenapa, mestinya ada rekomendasi Gubernur,” Ujarnya.

(Chey)

Pemkot Ambon

Sidang ke-53 Jemaat GPM Rehoboth, Wakil Wali Kota Ambon; Gereja Memiliki Peran Penting Merawat Harmonisasi Sosial

AMBON- beritasumbernews.com Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menghadiri pelaksanaan Sidang Ke-53 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Rehobot yang dihelat di Gereja Rehoboth, Kota Ambon, Minggu (8/2/2026).

Saat menghadiri kegiatan yang mengusung tema “Anugerah Allah melengkapi dan meneguhkan Gereja menuju satu abad GPM”, Ely Toisutta membacakan sambutan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.

Ia menyampaikan, persidangan jemaat ke-53 ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis dalam kehidupan bergereja. Sebagaimana diatur dalam tata Gereja Protestan Maluku, persidangan jemaat merupakan forum tertinggi di tingkat jemaat yang menjadi ruang bersama untuk menilai, mengkaji, dan menetapkan arah pelayanan gereja ke depan.

“Dalam semangat iman, persidangan ini mengingatkan kita pada firman Tuhan dalam 1 korintus 3:6 yang berkata: “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan”, kata Ely Toisutta saat membacakan sambutan Wali Kota Ambon.

Firman tersebut, menegaskan bahwa setiap upaya pelayanan, perencanaan program, dan pengambilan keputusan yang dilakukan melalui persidangan jemaat, merupakan bagian dari proses menanam menyiram. Namun, pada akhirnya, pertumbuhan sejati baik iman, persekutuan, maupun pelayanan datang dari Tuhan sendiri. Karena itu, persidangan yang dilaksanakan diharapkan berlangsung dalam kerendahan hati, kebersamaan, dan ketergantungan penuh kepada tuntunan tuhan.

“Kota Ambon adalah kota yang dibangun di atas keragaman iman, budaya, dan latar belakang sosial. Karena itu, gereja memiliki peran yang sangat penting dalam merawat harmonisasi sosial, meneguhkan nilai persaudaraan, dan menjaga semangat hidup orang basudara di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi saat ini, kita dihadapkan pada tantangan derasnya arus informasi yang tidak selalu benar, termasuk penyebaran hoaks yang dapat merusak kepercayaan, memicu perpecahan, dan melemahkan persatuan. Dalam konteks ini, Gereja diharapkan hadir sebagai ruang pembinaan iman dan literasi sosial, membentuk jemaat yang bijak, kritis, dan bertanggungjawab dalam menyikapi informasi serta tetap berpengang pada nilai kebenaran, kasih dan damai sejahtera.

Vitalis Jemaat tidak hanya diukur dari aktivitas internal gereja tetapi juga dari kontribusinya bagi kehidupan sosial di sekitarnya. Bagaimana Gereja hadir, peduli, dan memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membina generasi muda dan memperkuat ketahanan sosial.

“Pemerintah kota Ambon meyakini bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan program pemerintah semata, tetapi sangat dibutuhkan keterlibatan aktif dan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan,” harapnya.

Dalam arah pembangunan kota Ambon ke depan, Ely Toisutta menyampaikan Pemerintah terus mendorong penguatan nilai-nilai harmoni, toleransi, kebersamaan, dan ketahanan sosial masyarakat. Nilai-nilai ini sejalan dengan peran dan panggilan Gereja dalam membina umat, memperkuat karakter, serta menjaga kehidupan bersama yang rukun dan damai.

Oleh karena itu, pemerintah kota Ambon membuka ruang kolaborasi yang luas dengan jemaat GPM Rehoboth, agar Gereja dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman.

“Kami percaya, melalui sinergi yang kuat antara gereja dan pemerintah, Ambon akan terus bertumbuh sebagai kota yang aman, inklusif, dan sejahtera bagi semua. Akhir kata, Saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan persidangan ke-53 jemaat GPM Rehoboth Klasis Pulau Ambon tahun 2026.”

“Kiranya seluruh rangkaian persidangan ini berlangsung dengan penuh hikmat, kebijaksanaan, dan tuntunan Tuhan, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa berkat bagi jemaat, Gereja, dan kota Ambon yang kita cintai bersama.” (Chey)

Pemkot Ambon

Sinergi Pemkot Ambon dan GPM:  Tekankan Ketahanan Pangan hingga Etika Sosial

AMBON — beritasumbernews.com -Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menghadiri pembukaan Persidangan ke-44 Jemaat GPM Silo yang berlangsung di Gereja Silo, Jalan AM Sangaji, Minggu (09/02). Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengajak gereja untuk menyelaraskan program pelayanan dengan prioritas pembangunan kota.

Bodewin menyatakan bahwa keterlibatan pemerintah dalam persidangan gerejawi sangat penting untuk membangun konsep bersama dalam menyejahterakan warga kota yang juga merupakan umat gereja.

“Kita gunakan momentum ini untuk menyelaraskan program prioritas pemerintah kota dengan jemaat. Tujuannya satu, bagaimana memajukan warga Ambon di tengah berbagai tantangan pembangunan tahun ini,” ujar Wattimena.

Beberapa isu strategis yang dititipkan untuk digumuli dalam persidangan tersebut meliputi:

*.Ketahanan Pangan: Membangun kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan jemaat.

*.Lingkungan Hidup: Edukasi pengelolaan sampah yang baik dan menjaga kelestarian alam.

*.Kamtibmas & Investasi: Menjaga keamanan untuk menarik investasi guna membuka lapangan kerja baru.

*.Evaluasi Internal: Menjadikan persidangan sebagai ruang evaluasi program dan pengelolaan keuangan jemaat agar lebih transparan dan akuntabel.

Soroti Etika Sosial dan Konten Digital
Selain urusan pembangunan fisik, Wattimena juga memberikan perhatian serius pada isu etika sosial di tengah masyarakat. Ia menyoroti perilaku menyimpang yang kerap dipublikasikan secara vulgar di media sosial.

“Pemerintah lewat Dinas Kominfo sudah memberikan imbauan. Kita harus menjunjung tinggi nilai etika, adat istiadat, dan budaya Maluku. Jika ada hal yang ingin dipublikasikan, jangan dibuat vulgar. Mari menjadi contoh yang baik, bukan contoh yang buruk,” tegasnya.

Terkait pelanggaran hukum atau perilaku menyimpang yang viral, ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat keamanan sesuai kewenangan mereka. Ia berharap warga Ambon lebih bijak dan beretika dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun di dunia maya.

Persidangan ke-44 Jemaat GPM Silo ini diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang mampu menjawab pergumulan umat sekaligus mendukung transformasi Kota Ambon ke arah yang lebih baik. (Chey)

[instagram-feed]