Menampilkan: 101 - 110 dari 165 HASIL
Kecelakaan

Marasabessy Meninggal Akibat Kecelakaan Maut Di Poka

Poka,beritasumbernews.com
Kecelakaan Maut kembali terjadi lagi, kali ini tepatnya di dekat bundaran Patung Leimena.

Kejadian tersebut menurut Kasi Humas Polresta Ambon Ipda.Moyo Utomo kepada Wartawan di Ambon dalam Rilisnya sore tadi menyampaikan bahwa” kecelakaan itu terjadi pada pukul 08 : 15 Wit. Senin 21/03/2022

Insiden kecelakaan maut tersebut antara Pengendara SMRD Honda Beat DE 3032 LO dengan Pengemudi Mobil Honda HRV DE 73 Y yang mengakibatkan Pengendara SMRD mengalami luka-luka dan kemudian Meninggal Dunia di RS.

Di jelaskan Moyo”pengendara FSM (39), sementara pengemudi Mobil Honda HRV DE 73 Y adalah MMN (55), tidak ada luka, dan keduanya adalah PNS.

Menurut Moyo” dari kronologis yang terjadi awalnya pengendara SMRD Honda Beat bergerak dari arah Wayame menuju ke arah JMP setibanya di TKP saat pengemudi Roda 2 melintasi bundaran langsung terjadi tabrakan dengan Pengemudi Mobil Honda HRV yang datang dari arah JMP hendak menuju ke arah passo. Jelas Moyo

Akibat kecelakaan iti kata Moyo” pengendara SMRD mengalami luka-luka sehingga langsung di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis, namun beberapa saat kemudian korban tersebut meninggal dunia. (Rdks)

Kecelakaan

Hari Ke 2 Di Cari Tim SAR Gabungan, Nelayan Asal Desa Hati Belum Di Temukan

Ambon,beritasumbernews.com
Sejak pukul 7 pagi Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan Pencarian terhadap satu orang nelayan asal Desa Hatu Kabupaten Maluku Tengah.

Pembagian 2 SRU pun dilakukan untuk memperbesar area pencarian SRU 1 menggunakan dua Rubber Boat melakukan Pencarian pada titik koordinat 3° 56′ 38″ S – 127° 57′ 26″ E, sementara SRU 2 menggunakan KN SAR Abimanyu melakukan Pencarian pada titik koordinat 3° 56′ 38″ S – 128° 22′ 58″ E.

Pada pukul 9 pagi KP. Murai Polairud Polda Maluku tiba dan melakukan Pencarian korban dengan pembagian jarak -+ 10 Nm, Heading 102,85° arah Timur dari LKK. Pencarian pun terus dilakukan Tim SAR Gabungan hingga sore hari namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Diketahui sebelumnya, korban Teis Risteru (53) warga asal Desa Hatu Kabupaten Maluku Tengah pergi melaut sejak kemarin, selasa 08 Maret pukul 15 : 00 Wit, menggunakan perahu katingting di sekitar Perairan Desa Hatu Kab, Maluku Tengah. Naas, nelayan lainnya menemukan perahu katingting milik korban namun korban tidak berada di tempat, diduga korban terjatuh dari perahunya.

Upaya pencarian pun dilakukan masyarakat dan nelayan setempat namun nihil hasilnya.

Unsur yang terlibat yakni” Rescuer Kansar Ambon 6 orang, ABK KN. SAR Abimanyu 6 orang, Polairud Polda Maluku 5 orang, Babinsa 1 orang, Masyarakat : 40 orng.

Alut yang digunakan yaitu” Rubber Boat Kansar Ambon 2 Unit, Rescue Truck Personil 1 Unit, Pal AquaEye 1 Set, KP Murai Polairud Polda Maluku 1 Unit, Longboat 3 Unit.(Rdks)

Kecelakaan

Satu Warga Halut Pendaki Gunung Dukono Tersesat Hilang

Halut,beritasumbernews.com,Satu warga Halut yang di kabarkan hilang atau tersesat saat mendaki gunung Dukono, yang di kabarkan oleh salah satu pihak keluarga kepada Basarnas Tobelo.

Informasi ini di terima dari Kepala Basarnas Tobelo kemarin Rizal kepada Redaksi beritasumbernews.com yang mana Basarnas terima informasi dari pihak keluarga korban lewat Bapak Leo Padita di Tobelo. Selasa 01/03/2022

Rizal menyampaikan saat di konfirmasi Redaksi beritasumbernews.com kemarin menyampaikan bahwa” setelah mendapatkan informasi dari pihak keluarga korban, pihaknya menggerakkan sejumlah personil Basarnas Tobelo bergerak ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan sebisanya.

Lanjutnya” di katakannya, korban atas nama Edi Morfindolu (19) asal warga Desa Pitu, Kab. Halut, Kec.Tobelo, yang mana bersama 4 rekannya mendaki gunung Dukono dan sampai di puncak saat malam hari.

Kata Rizal” Edi dan keemoat rekannya saat mendaki pada tanggal 28 Februari 2022 sekitar pukul 16 : 00 Wit, tiba pada malam hari, dan setelah aktifitas yang mana saat kembali dari kawah menuju ke tempat bivak di ketahui korban sudah tidak lagi bersama dengan rekan – rekannya.

Hal itu terjadi pada tanggal 01 Maret 2022 sekitar pukul 04 : 00 Wit, kemudian dari informasi itulah Tim SAR Gabungan bergerak dari Pos SAR Tobelo menuju Desa Pitu dengan menggunakan Truck Personil, dengan Jarak Pos SAR Tobelo – Pintu Pendakian berjarak Tempuh 20, 22 KM, Kecepatan : 60 Km/Jam, Waktu Tempuh : 25 Menit.

Alut dan Palsar yang di gunakan yakni” Truck Personil, Palsar Evakuasi, Palsar Medis, Handi Talky (HT), Peralatan Covid-19, dan unsur yang terlibat Unsur Terlibat, Basarnas 5 Personil, Keluarga Korban, dengan Data Cuaca, dengan Prakicu Cerah, Angin 3 – 6 kts Ke Arah Selatan. (Endy)

 

Kecelakaan

Pengendara SMRD Yamaha Mio Meninggal Di Tempat Akibat Tabrakan Keras

Ambon,beritasumbernews.com,Laka lantas kembali terjadi di Kota Ambon, dan kali ini kecelakaan tersebut terjadi di sekitar ruas jalan dr.J. Leimena Desa Riang, Kec.Teluk Ambon, Kota Ambon.

Kecelakaan tersebut terjadi antara Mobil Toyota Avanza DE 1310 AD dengan SMRD Yamaha Mio M3 DE 2776 NS yang mengakibatkan pengendara SMRD Yamaha mio mengalami luka-luka yang cukup serius sehingga korban langsung meninggal dunia di TKP. Rabu 23/02/2022

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06 : 00 Wit, Pengemudi (sopir) Mobil Toyota Avanza Marten Albertus Masela (18), seorang Mahasiswa, dengan penumpang yang berada dalam mobil tersebut yakni” Pitmon Tutulokra (18), yang juga adalah Mahasiswa.

Sementara Pengendara SMRD Yamaha mio M3 Angga Salatalohy (26) salah satu pegawai Honorer, yang meninggal di TKP saat kejadian.

Menurut Kasi Humas Polresta Ambon Ipda. Moyo Utomo lewat Rilisnya pada media ini kemarin bahwa kronologis kejadiannya yakni” Pada awalnya pengemudi mobil toyota avanza bergerak dari arah wayame menuju ke arah Laha.

Setibanya di TKP pengemudi merasa mengantuk sehingga hilang kendali masuk ke jalur sebelah kanan dan langsung menabrak SMRS Yamaha Mio M3 yang datang dari arah berlawanan yaitu dari arah Laha menuju kearah Wayame. Beber Moyo

Akibat kecelakaan tersebut pengendara SMRD mengalami luka-luka yang cukup serius sehingga langsung meninggal dunia di TKP dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit AURI untuk mendapatkan tindakan medis. Ungkap Moyo

Sedangkan pengemudi Mobil Avanza saat ini sudah diamankan guna dimintai keterangan. Tutupnya
(Red)

Kecelakaan

Atap Senk Rumah Warga Di MBD Di Terpa Angin Kencang

Tiakur,beritasumbernews.com,Angin kencang yang Melanda seluruh wilayah kabupaten Maluku barat Daya tadi malam Selasa 22/02 mengakibatkan bagian atap Rumah Makan Tegal Di Kabupaten Maluku Barat Daya Mengalami Rusak Sedang.

Helo Kuara salah Masyarakat yang berada di tempat kejadian ketika di temui Wartawan media ini Rabu 23/02 mengatakan bahwa kejadian itu terjadi sekitar Pukul 04.00 Dini hari akibat kencangnya Angin yang melanda seluruh wilayah di kabupaten Maluku barat daya.

Sementara dari hasil Pantauan wartawan Media ini dilokasi kejadian kerugian di tafsirkan Mencapai Puluhan juta rupiah.Hingga berita ini di Naikan pihak pemerintah daerah dalam hal ini Badan penaggulangan Daerah (BPBD) kabuaten Maluku barat daya belum sempat Dikonfirmasi. (Janes)

Kecelakaan

Hilang Di Laut Saat Mancing Ikan, HGS Di Temukan Sudah Meninggal

Haruku,beritasumbernews.com
Setelah di cari Tim SAR Ambon, Hadji Guru Sangaji yang hilang di laut berapa hari kemarin saat mancing ikan, akhirnya di temukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sejak pukul 7 pagi, Dengan menggunakan Rescue Truck Personil Tim Rescue Kansar Ambon kembali melanjutkan perjalanan menyeberang dengan kapal fery menuju Pulau Haruku. Rabu 23/02/2022

Sementara itu Unsur Potensi SAR dari Polairud Polda Maluku bertolak dari Pelabuhan Tulehu Kab, Maluku Tengah menuju lokasi Pencarian dengan tetap memperhatikan kondisi tinggi gelombang.

Ditengah perjalanan, Tim SAR Gabungan mendapati informasi sekitar pukul 9 pagi dari Sekdes Desa Rohmoni bahwa korban Hadji Guru Sangadji telah ditemukan oleh masyarakat setempat sekira pukul 08 : 30 WIT dalam keadaan terapung dan meninggal dunia di sekitar perairan Waruputi Kabauw Kab, Maluku Tengah.

Korban berhasil dievakuasi oleh masyarakat dan petugas Polsek Pulau Haruku, Selanjutnya korban dibawa menuju rumah duka guna diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan temukan-nya korban, maka Ops SAR resmi ditutup dan seluruh unsur Potensi SAR dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terimakasih. (Red)

Kecelakaan

Korban Tenggelam Dari Long Boat Di Tj.Burang Berhasil Di Temukan, 6 Meninggal

Malra,beritasumbernews.com,Sejak diterimanya laporan musibah ini kemarin tanggal 21/02/22, Pencarian Korban Long boat tenggelam di Perairan Tj Burang Kab, Maluku Tenggara terus dilakukan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tual beserta Unsur Potensi SAR.

Pencarian terhadap korban tenggelam dengan menggunakan KN.SAR BHARATA, dan pencarian terus dilakukan walaupun kondisi cuaca di lapangan tidak begitu bersahabat.Senin 21/02/2022

Pencarian pun terus dilakukan hingga sore hari kemarin. namun, tingginya gelombang di Perairan Kab, Maluku Tenggara yang mencapai di perkirakan 4 M, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk menyudahi Pencarian akibat buruknya cuaca.

Melalui lintas koordinasi yang baik dengan berbagai Unsur Potensi SAR yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara, Koordinator Pos SAR Tual menerima informasi dari Dansat Polair Polres Tual sekiranya pukul 2215 WIT tgl 21/02/22 melaporkan sekaligus meralat jumlah penumpang long boat yang tenggelam di Tj Burang Kab, Maluku Tenggara menjadi 25 orang dengan rincian 19 orang berhasil di temukan dalam keadaan Selamat dan 6 orang Meninggal Dunia.

Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju Ohoi Banda Eli dimana Desa para korban tinggal.

Sebelumnya diketahui, Long boat naas tersebut berangkat dari Pelabuhan Watdek Langgur tujuan Banda Eli Kab, Maluku Tenggara, namun sesampainya di Perairan Tj Burang long boat tersebut di hantam gelombang tinggi yg mengakibatkan tenggelam.

Dalam kejadian ini dilaporkan 19 orang ditemukan selamat dan 6 orang ditemukan meninggal dunia.

Dengan ditemukannya seluruh korban maka Ops SAR dinyatakan selesai atau ditutup, Seluruh Unsur Potensi SAR dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terimakasih. (Red)

Kecelakaan

Banjir Di Desa Lokki, 7 Anggota DPRD Dapil Huamual Sedang Tertidur, Tak Ada Rasa Empati

Huamual,beritasumbernews.com,

Banjir yang melanda pemukiman warga dusun Laala, desa Lokki, kecamatan Huamual, kabupaten Seram Bagian Barat, ( SBB ) , Maluku tiada ada perhatian dan rasa empati wakil rakyat terhadap musibah yang terjadi dengan warganya.

Hal itu ditunjukan oleh 7 anggota DPRD SBB asal dapil Huamual yakni Rasid Lisaholit, Yanto Samanery, Salim Suneth, La Ode Masihu, Josan Kaisupy, Rahmat Basiha,dan Taher Bin Ahmad.

Yang mana rumah warga terendam banjir, selalu dihantui dengan rasa tidak aman saat datangnya hujan, namun rasa tidak nyaman itu tidak ada rasa peduli dan empati serta perhatian serius DPRD SBB khususnya ke tujuh aleg asal dapil Huamual.

Mungkin rasa empati mereka itu telah hilang dan mati terdahap apa yang dialami warga dusun Laala tersebut. Dengan mati dan hilangnya rasa empat itu, sehingga sampai dengan hari ini, tidak ada satu anggota DPRD SBB asal dapil Huamual hadir untuk menyapa dan melihat penderitaan warga yang terkena musibah banjir.

Disana ada banyak rumah warga yang terendam banjir. Ada pula anak kecil yang merasa kedinginan, namun lagi – lagi rasa empati itu tidak ada dimiliki tujuh anggota DPRD SBB dapil Huamual yang mana mereka merupakan representative dari warga Huamual secara umum.

Informasi yang dihimpun media ini, banjir merendam puluhan pemukiman warga dusun Laala, kurang lebih sebanyak 35 rumah yang terendam, Dan belum ada perhatian dari pemerintah daerah maupun DPRD SBB, khususnya tujuh wakil rakyat dari dapil Huamual.

Sampai saat ini belum ada perhatian dari pemda SBB, apalagi anggota DPRD asal Huamual belum ada, Sampai dengan hari ini belum ada satupun dari mereka yang datang untuk melihat warga dusun Laala yang terdampak bencana banjir.

Mungkin rasa empati mereka sudah tidak ada lagi buat warga dusun Laala yang saat ini menjadi korban banjir, lebih khusus warga yang rumahnya terendam banjir. ‘’ pungkas warga setempat.

Ditempat yang berbeda, Sekretaris dusun Laala saat dikonfirmasi media ini, mengatakan warga setempat dalam keadaan tidak aman, dan terus antisipasi adanya banjir susul apalagi dengan kondisi cuaca seperti ini.

‘’Warga tarus antisipasi, untuk warga yang rumahnya terendam banjir sudah kita evakuasi ke rumah sanak keluarg terdekat. Masih ada pula warga yang betah memilih menetap walaupun rumahnya sudah terendam banjir, namun barang – barang mereka sudah dievakuasi.’’ tandasnya.

Ditanya soal kehadiran 7 anggota DPRD dapil Huamual, kata Rumain, sampai dengan hari ini belum ada satu dari mereka yang datang untuk melihat warga kami yang rumahnya terendam banjir pasca banjir kemarin.

‘’Dari kemarin sampai hari ini belum ada satupun dari mereka yang hadir untuk melihat kondisi dusun Laala, serta rumah warga terendam banjir’’ akuinya. (tim)

Kecelakaan

Speedboat Tenggelam di Perairan Tanjung Burang, 6 Warga Meninggal

Ambon,beritasumbernews.com
Sebanyak 6 orang warga ditemukan meninggal dunia dalam kecelakaan laut yang terjadi di perairan Tanjung Burang, Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (21/2/2022).

6 warga meninggal dalam peristiwa tenggelamnya speedboat Rajawali akibat dihantam gelombang. Sementara 19 orang warga lainnya berhasil diselamatkan.

Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol Harun Rosyid, mengungkapkan, kejadiaan naas ini berawal saat speedboat bermuatan 25 orang itu bertolak dari Kota Tual, menuju Ohoi Banda Ely, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara.
Di tengah perjalanan atau di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 12.30 WIT, speedboat dihantam gelombang, hingga tenggelam.

“Saat mendapat kabar kita mengumpulkan bahan keterangan dari pelapor, dan berkoordinasi dengan SAR Tual,” sebutnya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personil Satpolairud Polres, Syahbandar dan Basarnas Tual bertolak menuju lokasi tengelamnya speedboad naas itu. Tim SAR gabungan berangkat menggunakan kapal milik SAR Tual pukul 16.00 WIT.

“Seluruh korban meninggal dunia dan korban selamat telah dievakuasi ke Ohoi Banda Ely,” terangnya.

Berikut identitas 6 orang korban meninggal dunia yang terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan:

1. Ahad Renel
2. Tajali Salamun
3. Hj. Boy Siti Rumra
4. Oinay Uar
5. Suryati Fer
6. Bayi 8 Bulan
(Red)

Kecelakaan

Pencarian Nelayan Yang Hilang Di Perairan Pulau Haruku Belum Di Temukan

Haruku,beritasumbernews com,Satu Nelayang hilang kontak saat Melaut di perairan Rohomoni Pulau Haruku hingga saat ini belum di temukan.

Kejadian tersebut di kabarkan terjadi pagi jelang siang tadi sekitar pukul 11 : 50 Wit, saat Melaut Nelayan Hadji Guru Sangaji (42) hilang kontak hingga saat ini.

Informasi ini di terima oleh Basarnas Ambon dari salah satu warga yakni” ibu Laila yang mana menyampaikan bahwa korban tersebut pergi melaut dan hingga saat ini belum kembali pulang.

Dari informasi Ibu Laila, satu Tim Basarnas Ambon bergerak ke lokasi kejadian di sekitar perairan Rohomoni Pulau Haruku, Kec.Pulau Haruku, Kab.Maluku Tengah, guna mencari korban, namun sangat di sayangkan hingga jelang malam korban belum di temukan.

Cuaca yang di hadapi Tim Basarnas Ambon dalam pencarian yakni” Cuaca Hujan Sedang, Angin : Barat – Barat Laut, 8– 30 Knots, Tinggi Gelombang : 1.25 – 2.50 M.

Unsur yang terlibat dalam pencarian tersebut Tim Rescue Kansar Ambon sebanyak 5 orang, personil Polairud Polda Maluku sebanyak 5 orang.

Sementara alur yang di gunakan ialah” Mobil Rescue car Type II 1 Unit, Rubber Boat 1 Unit, Kapal Polairud 2012 1 Unit, Longboat Masyarakat 4 Unit. (Rdks)

[instagram-feed]