Menampilkan: 1 - 10 dari 10 HASIL
Stunting

Polsek Babar Timur Lakukan Pendampingan Bersama Stakeholder Guna Cegah dan Tanggulangi Stunting

Polres MBDberitasumbernews.com – Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Babar Timur bersama tenaga kesehatan Puskesmas di beberapa Desa di Kecamatan Babar Timur dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada anak atau balita.

Kali ini Kapolsek Babar Timur Iptu Denny Gaspersz bersama Sekcam Babar Timur sdr. Welem Samangun, Kepala Seksi ekbang Ny. Catherina Lakburlawal, S.E, Babinsa Manuweri Sertu W. Labobar, Kepala Puskesmas Ahanari Ny. Imanuel Unawekla dan staf hadir di Balai Desa untuk pelaksanaan kegiatan Posyandu bersama para kader dan orang tua anak di Desa Ahanari Kecamatan Babar Timur Kabupaten Maluku Barat Daya pada Selasa pagi (14/11/2023).

Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Polsek Babar Timur bersama Stakeholder lainnya adalah semata-mata dilakuan karena adanya kepedulian Polri dan Pemerintah Kecamatan kepada masyarakat, Polri berupaya mencari solusi untuk menekan dan mencegah bahaya stunting di wilayah Kecamatan Babar Timur itu sendiri.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno wartawan di Tiakur kepada mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polri bersama stakeholder lainnya untuk melihat perkembangan pertumbuhan anak / balita di Desa dalam upaya mencegah dan menanggulangi Stunting guna menghindarkan warga dari pengaruh Gizi buruk yang terjadi akibat kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

“ Dengan adanya peran aktif Polri dan semua pihak khususnya Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa serta elemen terkait lainnya yang bekerja sama secara bahu membahu melalui upaya pencegahan dan penanggulangan stunting kiranya secara bertahap dapat menekan dan menurunkan angka stunting. “ tutur Kasi Humas.

Selain itu Kasi Humas menegaskan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

Kasi Humas juga menambahkan, ada langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting yakni : a). Saat masa kehamilan diterapkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pahami konsep gizi, pilihlah menu makanan yang beragam, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan. b). Ketika sudah melahirkan bawalah anak ke kegiatan Posyandu, lakukan imunisasi pada balita, berikan asupan gizi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian makanan tambahan.

“ Pimpinan berharap kiranya langkah-langkah efektif yang sudah kita (Polri-red) lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita di Kabupaten MBD senantiasa terjaga dalam keadaan baik dan sehat. Tutup Kasi Humas  (V374)

Stunting

Polsek Babar Timur Lakukan Pendampingan Bersama Stakeholder Guna Cegah dan Tanggulangi Stunting

Polres MBD beritasumbernews.com – Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Babar Timur bersama tenaga kesehatan Puskesmas di beberapa Desa di Kecamatan Babar Timur dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada anak atau balita.

Kali ini Kapolsek Babar Timur Iptu Denny Gaspersz bersama Pejabat Kantor Camat Babar Timur Ny. Ety Lakburlawal dan staf, Babinsa Manuweri Sertu W. Labobar, Kepala Puskesmas Ahanari Ny. Imanuel Unawekla dan staf hadir di Balai Desa untuk pelaksanaan kegiatan Posyandu bersama para kader dan orang tua anak di Desa Kroing Kecamatan Babar Timur Kabupaten Maluku Barat Daya pada Sabtu pagi (11/11/2023).

Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Polsek Babar Timur bersama Stakeholder lainnya adalah semata-mata dilakuan karena adanya kepedulian Polri dan Pemerintah Kecamatan kepada masyarakat, Polri berupaya mencari solusi untuk menekan dan mencegah bahaya stunting di wilayah Kecamatan Babar Timur itu sendiri.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno kepada wartawan mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polri bersama stakeholder lainnya untuk melihat perkembangan pertumbuhan anak/balita di Desa dalam upaya mencegah dan menanggulangi Stunting guna menghindarkan warga dari pengaruh Gizi buruk yang terjadi akibat kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Dengan adanya peran aktif Polri dan semua pihak khususnya Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa serta elemen terkait lainnya yang bekerja sama secara bahu membahu melalui upaya pencegahan dan penanggulangan stunting kiranya secara bertahap dapat menekan dan menurunkan angka stunting. “ tutur Kasi Humas.

Selain itu Kasi Humas menegaskan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

Kasi Humas juga menambahkan, ada langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting yakni : a). Saat masa kehamilan diterapkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pahami konsep gizi, pilihlah menu makanan yang beragam, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan. b). Ketika sudah melahirkan bawalah anak ke kegiatan Posyandu, lakukan imunisasi pada balita, berikan asupan gizi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian makanan tambahan.

“ Pimpinan berharap kiranya langkah-langkah efektif yang sudah kita (Polri-red) lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita di Kabupaten MBD senantiasa terjaga dalam keadaan baik dan sehat. Pungkasnya (V374)

Stunting

Polsek Wetar Bersama Stakeholder, Gelar Pendampingan Dalam Upaya Mencegah dan Menanggulangi Stunting

Wetar,beritasumbernews.com,Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Wetar bersama Stakeholder terkait serta tenaga kesehatan Puskesmas Ilwaki di beberapa Desa pada Kecamatan Wetar Selatan dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada balita.

Kali ini Kapolsek Wetar diwakili oleh Bripka Hendra Kikilaitety bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten MBD M. Rahakbauw, S.Kep, Ns, Camat Wetar Selatan diwakili oleh Ny. Kristina Daniubun, Bidan Koordinator Puskesmas Wetar Ny. M. Austin, Amd, Keb, Kepala Desa Hiay M. Maromon hadir melakukan peninjauan pada kegiatan penimbangan balita di Posyandu yang dihadiri oleh para kader dan orang tua anak di Desa Hiay Kecamatan Wetar Selatan Kabupaten Maluku Barat Daya pada Selasa pagi (10/10/2023).

Selain kegiatan pendampingan yang oleh personel Polsek Wetar bersama Stakeholder lainnya dilakukan pula pemberian bantuan makanan tambahan kepada orang tua dari anak-anak / balita sebagai bentuk kepedulian bersama kepada masyarakat untuk meningkatkan asupan gizi kepada anak/balita guna terhindar dari gejala Stunting atau Gizi buruk.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polri bersama stakeholder terkait guna melihat perkembangan pertumbuhan beberapa anak / balita di Desa Ilwaki , hal telah dicermati bahwa terjadinya stunting diakibatkan kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

“Pimpinan mengharapkan adanya dukungan serta peran aktif dari semua pihak selain Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa dalam upaya pencegahan stunting dan lebih khusus lagi peran seorang ibu wajib menjaga perkembangan kehamilan dengan mendapatan asupan gizi sehingga kesehatan bayi didalam kandungan dapat terjaga, disamping itu para ibu juga harus memperhatikan pola makan pada anak dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. “ ujar Kasi Humas.

Selain itu Kasi Humas menjelaskan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

Kasi Humas juga menambahkan, ada langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting yakni : a). Saat masa kehamilan diterapkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pahami konsep gizi, pilihlah menu makanan yang beragam, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan. b). Ketika sudah melahirkan bawalah anak ke kegiatan Posyandu, lakukan imunisasi pada balita, berikan asupan gizi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian makanan tambahan.

Kiranya langkah-langkah yang sudah kita (Polri-red) lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kabupaten Maluku Barat Daya ini senantiasa terjaga dengan baik dan sehat. Tutup Kasi Humas (V374)

Stunting

Polsek Wetar Bersama Stakeholder Terkait Gelar Peninjauan Guna Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

Wetarberitasumbernews.com – Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Wetar bersama tenaga kesehatan Puskesmas Ilwaki di beberapa Desa pada Kecamatan Wetar Selatan dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada balita.

Kali ini Kapolsek Wetar Iptu Fahrul S. Sulthan S. Tr. K dengan melibatkan 4 personelnya bersama Camat Wetar Selatan diwakili oleh Ny. Kristina Daniopun, Bidan Koordinator Puskesmas Wetar Ny. M. Austin, Babinsa ilwaki Serka Baharudin dan Kepala Desa Ilwaki Y. Lalametan hadir melakukan peninjauan pada kegiatan penimbangan balita di Posyandu yang dihadiri oleh para kader dan orang tua anak di Desa Ilwaki Kecamatan Wetar Selatan Kabupaten Maluku Barat Daya pada Senin pagi (09/10/2023).

Selain kegiatan pendampingan yang oleh Kapolsek Wetar bersama Stakeholder lainnya dilakukan pula pemberian bantuan makanan tambahan kepada orang tua dari anak-anak / balita sebagai bentuk kepedulian bersama kepada masyarakat untuk meningkatkan asupan gizi kepada anak/balita guna terhindar dari gejala Stunting atau Gizi buruk.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polri bersama stakeholder terkait guna melihat perkembangan pertumbuhan beberapa anak / balita di Desa Ilwaki , hal telah dicermati bahwa terjadinya stunting diakibatkan kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

“Pimpinan mengharapkan adanya dukungan serta peran aktif dari semua pihak selain Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa dalam upaya pencegahan stunting dan lebih khusus lagi peran seorang ibu wajib menjaga perkembangan kehamilan dengan mendapatan asupan gizi sehingga kesehatan bayi didalam kandungan dapat terjaga, disamping itu para ibu juga harus memperhatikan pola makan pada anak dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. “ ujar Kasi Humas.

Selain itu Kasi Humas menjelaskan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

Kasi Humas juga menambahkan, ada langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting yakni : a). Saat masa kehamilan diterapkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pahami konsep gizi, pilihlah menu makanan yang beragam, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan. b). Ketika sudah melahirkan bawalah anak ke kegiatan Posyandu, lakukan imunisasi pada balita, berikan asupan gizi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian makanan tambahan.

“Kiranya langkah-langkah yang sudah kita (Polri-red) lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kabupaten Maluku Barat Daya ini senantiasa terjaga dengan baik dan sehat. (V374)

Stunting

Personel Polsek Serwaru Bersama Stakeholder Lakukan Pendampingan Kegiatan Posyandu Guna Cegah dan Tekan Angka Stunting

MBD,beritasumbernews.com,Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Serwaru bersama tenaga kesehatan Puskesmas Serwaru di beberapa Desa pada Kecamatan Pulau Letti dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada balita.

Kali ini personel Polsek Serwaru Bripka Broery Sambonu bersama Camat Pulau Letti O. Maulias, S.Sos, Bidan Koordinator Puskesmas Serwaru Ny. M. Davidz, Amd. Keb dan Kaur Pemerintahan Desa Luhulely J. Kapiluka hadir melakukan peninjauan pada kegiatan Posyandu yang dihadiri oleh para kader dan orang tua anak di Desa Luhulely Kecamatan Pulau Letti Kabupaten Maluku Barat Daya pada Kamis pagi (14/09/2023).

Selain kegiatan pendampingan yang oleh Polsek Serwaru bersama Stakeholder lainnya dilakukan pula pemberian bantuan makanan tambahan kepada orang tua dari anak-anak / balita sebagai bentuk kepedulian bersama kepada masyarakat untuk meningkatkan asupan gizi kepada anak/balita guna terhindar dari gejala Stunting atau Gizi buruk.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polri bersama stakeholder terkait guna melihat perkembangan pertumbuhan beberapa anak / balita di Desa Nuwewang yang disinyalir terdampak Stunting dan telah dicermati bahwa hal tersebut terjadi akibat kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

“ Pimpinan mengharapkan adanya dukungan serta peran aktif dari semua pihak selain Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa dalam upaya pencegahan stunting dan lebih khusus lagi peran seorang ibu wajib menjaga perkembangan kehamilan dengan mendapatan asupan gizi sehingga kesehatan bayi didalam kandungan dapat terjaga, disamping itu para ibu juga harus memperhatikan pola makan pada anak dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. “ ujar Kasi Humas.

Selain itu Kasi Humas menjelaskan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

“Kiranya langkah-langkah yang sudah kita (Polri-red) lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dancc perkembangan anak-anak di Kabupaten Maluku Barat Daya ini senantiasa terjaga dalam keadaan baik dan sehat. Tutup Kasi

Stunting

Polsek Mdona Hyera Gencar Lakukan Pendampingan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

MBD,beritasumbernews.com,Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Mdona Hyera bersama tenaga kesehatan Puskesmas Lelang di beberapa Desa pada Kecamatan Mdona Hyera dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada anak/balita.

Kali ini Personel Polsek Mdona Hyera Briptu Mixan de Fretes bersama Kepala Desa Luang Timur Poly Messa, Kepala Puskesmas Luang Timur Herlin Hayer S. tr Gizi, para kader dan orang tua anak di Desa Luang Timur Kecamatan Mdona Hyera Kabupaten Maluku Barat Daya pada Rabu siang (13/09/2023).

Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh personel Polsek Mdona Hyera bersama Stakeholder lainnya adalah semata-mata dilakuan karena adanya kepedulian Polri dan Pemerintah Kecamatan kepada masyarakat, Polri berupaya mencari solusi untuk menekan dan mencegah bahaya stunting di wilayah Kecamatan Mdona Hyera sendiri.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polri bersama stake holder lainnya untuk melihat perkembangan pertumbuhan anak-anak / balita di Desa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Stunting adalah merupakan langkah yang tepat yang bertujuan menghindarkan warga dari pengaruh Gizi buruk yang terjadi akibat kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Dengan adanya peran aktif antara Polri dan semua pihak khususnya Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa serta elemen terkait lainnya yang bekerja sama secara bahu membahu melalui upaya pencegahan dan penanggulangan stunting kiranya secara bertahap dapat menekan dan menurunkan angka stunting. “ tutur Kasi Humas.

Selain itu Kasi Humas menegaskan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

Kasi Humas juga menambahkan, ada langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting yakni : a). Saat masa kehamilan diterapkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pahami konsep gizi, pilihlah menu makanan yang beragam, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan.

b). Ketika sudah melahirkan bawalah anak ke kegiatan Posyandu, lakukan imunisasi pada balita, berikan asupan gizi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian makanan tambahan.

“Pimpinan berharap kiranya langkah-langkah efektif yang sudah kita (Polri-red) lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak / balita di Kecamatan ini senantiasa terjaga dengan baik dan sehat. Tutup Kasi Humas (V374)

Stunting

Berikan Pendampingan Turunkan Angka Stunting, Kapolsek Serwaru Gandeng Forkopimcam Turun Ke Desa

Serwaru,beritasumbernews.com
Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Serwaru bersama tenaga kesehatan Puskesmas Serwaru di beberapa Desa pada Kecamatan Pulau Letti dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada balita.

Kali ini Kapolsek Serwaru Ipda Giovani Toffi S.H dengan melibatkan 4 personelnya bersama Camat Pulau Letti O. Maulias, S.Sos, Danpos Tj. Tutpateh Pulau Letti Letda Laut (KH) Usman, Kepala Puskesmas Nuwewang Ny. Rosina D. Markus dan Kepala Desa Nuwewang Bambang Petruack hadir melakukan peninjauan pada kegiatan penimbangan balita di Posyandu yang dihadiri oleh para kader dan orang tua anak di Desa Nuwewang Kecamatan Pulau Letti Kabupaten Maluku Barat Daya pada Selasa pagi (12/09/2023).

Selain kegiatan pendampingan yang oleh Kapolsek Serwaru bersama Stakeholder lainnya dilakukan pula pemberian bantuan makanan tambahan kepada orang tua dari anak-anak / balita sebagai bentuk kepedulian bersama kepada masyarakat untuk meningkatkan asupan gizi kepada anak/balita guna terhindar dari gejala Stunting atau Gizi buruk.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polri bersama stakeholder terkait guna melihat perkembangan pertumbuhan beberapa anak / balita di Desa Nuwewang yang disinyalir terdampak Stunting dan telah dicermati bahwa hal tersebut terjadi akibat kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Tuturnya

Di katakannya Kasi Humas” Pimpinan mengharapkan adanya dukungan serta peran aktif dari semua pihak selain Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa dalam upaya pencegahan stunting dan lebih khusus lagi peran seorang ibu wajib menjaga perkembangan kehamilan dengan mendapatan asupan gizi sehingga kesehatan bayi didalam kandungan dapat terjaga, disamping itu para ibu juga harus memperhatikan pola makan pada anak dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Ujar Kasi Humas

Selain itu Kasi Humas menjelaskan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri. Jelas Kasi Humas

Kasi Humas juga menambahkan, ada langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting yakni” Saat masa kehamilan diterapkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pahami konsep gizi, pilihlah menu makanan yang beragam, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan.

Kemudian Ketika sudah melahirkan bawalah anak ke kegiatan Posyandu, lakukan imunisasi pada balita, berikan asupan gizi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian makanan tambahan.

“Di akhir keterangannya Kasi mengatakan” kiranya langkah-langkah yang sudah kita (Polri-red) lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Kabupaten Maluku Barat Daya ini senantiasa terjaga dalam keadaan baik dan sehat. Tutup Kasi Humas (V374)

Stunting

Polsek Mdona Hyera Dukung Program Polri Peduli Stunting, Lakukan Pendampingan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

MBD,beritasumbernews.com,Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Mdona Hyera bersama tenaga kesehatan Puskesmas Lelang di beberapa Desa pada Kecamatan Mdona Hyera dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada balita.

Kali ini Kapolsek Mdona Hyera Iptu Efraim Keiwury bersama Ketua DPRD Kabupaten MBD A. Tunay, A.md, Camat Mdona Hyera Viktor M. Beay, S.Sos, Kepala Puskesmas Lelang Yakobus Mosse, Staf Dinas Kesehatan Kabupaten MBD Ny. M. Rangkoratat, S.Kep, Ners dan Kepala Desa Regoha Isak Alerbitu melakukan pendampingan pada kegiatan penimbangan balita di Posyandu yang dihadiri oleh para kader dan orang tua anak di Desa Regoha Kecamatan Mdona Hyera Kabupaten Maluku Barat Daya pada Sabtu siang (26/08/2023).

Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Kapolsek Mdona Hyera bersama Stakeholder lainnya adalah semata-mata dilakuan karena adanya kepedulian Polri dan Pemerintah Daerah Kabupaten MBD kepada masyarakat, Polri berupaya mencari solusi untuk menekan dan mencegah bahaya stunting yang saat ini merebak di seantero Indonesia termasuk di wilayah Kecamatan Mdona Hyera sendiri.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono, S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan oleh Polri bersama stake holder lainnya untuk melihat perkembangan pertumbuhan anak-anak / balita di Desa Regoha dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Stunting adalah merupakan langkah yang tepat yang bertujuan menghindarkan warga dari pengaruh Gizi buruk yang terjadi akibat kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

“ Dengan adanya peran aktif antara Polri dan semua pihak khususnya Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa serta elemen terkait lainnya yang bekerja sama secara bahu membahu melalui upaya pencegahan dan penanggulangan stunting kiranya secara bertahap dapat menekan dan menurunkan angka stunting. “ tutur Kasi Humas.

Selain itu Kasi Humas menegaskan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

Kasi Humas juga menambahkan, ada langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting yakni : a). Saat masa kehamilan diterapkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pahami konsep gizi, pilihlah menu makanan yang beragam, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan. b). Ketika sudah melahirkan bawalah anak ke kegiatan Posyandu, lakukan imunisasi pada balita, berikan asupan gizi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian makanan tambahan.

“ Pimpinan berharap kiranya langkah-langkah efektif yang sudah kita (Polri-red) lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita di Kecamatan ini senantiasa terjaga dalam keadaan baik dan sehat. “ tutup Kasi Humas. (Veja)

Stunting

Dukung Program Polri Peduli Stunting, Kapolsek Damer Bersama Forkopimcam Lakukan Pendampingan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting

Tiakur,beritasumbernews.com,Pelaksanaan program Polri Peduli Stunting dalam upaya mendukung Program Polri Presisi 2023 secara berkesinambungan yang dilaksanakan oleh Polsek Serwaru bersama tenaga kesehatan Puskesmas Serwaru di beberapa Desa pada Kecamatan Pulau Letti dalam upaya Pencegahan serta Penanggulangan Stunting atau Gizi buruk pada balita.

Kali ini Kapolsek Damer Iptu Yerisem Pattipeilohy bersama anggota Camat Damer F. Lesnussa, S.H serta Kepala Puskesmas Wulur Ny. Nonia Lelauw bersama staf hadir dan melakukan pendampingan pada kegiatan penimbangan balita di Posyandu yang dihadiri oleh para kader dan orang tua anak di Desa Kehli Kecamatan Damer Kabupaten Maluku Barat Daya pada Kamis pagi (24/08/2023).

Kegiatan pendampingan yang digelar oleh Kapolsek Damer bersama Stakeholder lainnya adalah semata-mata dilakuan karena adanya kepedulian Polri kepada masyarakat, Polri berupaya mencari solusi untuk menekan dan mencegah bahaya stunting yang saat ini merebak di seantero Indonesia termasuk di wilayah Kecamatan Damer sendiri.

Pada kesempatan itu Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Wempi R. Paunno mengatakan, langkah pendampingan yang dilakukan Forkopimcam bersama pihak Puskesmas Wulur adalah untuk melihat perkembangan pertumbuhan beberapa anak / balita di Desa Kehli dalam upaya pencegahan Stunting yang disebeabkan akibat kurangnya asupan Gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak tersebut.

“ Untuk mencegah dan menanggulangi bahaya Stunting diperlukan adanya peran aktif dari semua elemen khususnya Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa dan terlebih khususnya peran seorang ibu wajib hukumnya menjaga perkembangan kehamilannya dengan mendapatkan asupan gizi sehingga kesehatan bayi didalam kandungan dapat terjaga, disamping itu para ibu juga harus memperhatikan pola makan pada anak dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. “ ujar Kasi Humas.

Selain itu Kasi Humas mengungkapkan, Stunting merupakann ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia, anak yang menderita stunting akan memilikki riwayat kesehatan buruk karena melemahnya daya tahan tubuh sehingga apabila tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak diantaranya : Kurang Gizi dalam waktu lama, Pola asuh kurang Efektif, Pola makan yang tidak teratur dan beberapa hal lain yang sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri.

Kasi Humas juga menambahkan, ada langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting yakni : a). Saat masa kehamilan diterapkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pahami konsep gizi, pilihlah menu makanan yang beragam, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan. b). Ketika sudah melahirkan bawalah anak ke kegiatan Posyandu, lakukan imunisasi pada balita, berikan asupan gizi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian makanan tambahan.

“ Pimpinan berharap kiranya langkah-langkah yang sudah kita lakukan selama ini dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak secara berkelanjutan dengan didasari rasa kepedulian kita bersama untuk memerangi serta menurunkan angka stunting sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak di Kecamatan Damer ini senantiasa terjaga dalam keadaan baik dan sehat. “ tutup Kasi Humas. (Veja)

Stunting

Untuk Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023, BKKBN Malut Laksanakan Forum Koordinasi di Halmahera Utara

Halut,beritasumbernews.com,Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan Forum koordinasi percepatan penurunan Stunting di kabupaten Halmahera Utara Tahun 2023.

Kegiatan tersebut berlangsung diruang meeting Badan Perencenaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Halmahera Utara, Rabu (23/08/2023)

Sekertaris BKKBN  Provinsi Maluku Utara, Ansar Jainahu dalam kesempatan itu mengatakan, berdasarkan presiden tentang Perpres No. 72 Tahun 2021, tentang penurunan angka Stunting di masing-masing daerah kabupaten di seluruh Indonesia. Maka melalui kegiatan ini, pihaknya bertekad dan terus berupaya dalam percepatan penurunan stunting.

Kata Ansar, melihat perkembangan stunting di kabupaten Halut bole dikatakan cukup turun drastis. Ini menandakan ada tanggungjawab dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, stakeholder, mitra kerja.

Selebihnya Ansar berharap, setiap daerah masing-masing dinas punya data stunting. sehingga ada tolok ukur pencapaian prlenurinan stunting di setiap kabupaten.

Selanjutnya, untuk pendataan anak stunting maka kepada para tim kader dan para pendamping desa yang ada di Halut, diminta untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Sehingga anak Stunting bisa mendapat perhatian sekaligus penangan oleh pemerintah kabupaten Halmahera Utara.

Lebih lanjut Ansar menyampaikan ungkapan terimakaaih kepada TNI dan Polri yang sangat mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka Stanting. Hal itu terlihat jelas dari Babinsa dan Babinkatmas yang telah terjun langsung di desa-desa memberikan perhatian kepada anak yang mengalami Stunting diberikan makanan tambahan serta nutrisi .

Kepala DP3AKB Kabupaten Halmahera Utara, Alfrina Hendri SsT. bK., membuka dengan resmi kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Alfrina mengatakan, program pembangunan keluarga berencana (Bangga Kencana) berdasarkan amanat UU No.52 Tahun 2009, yang meliputi berbagai aspek program ketahanan keluarga anak balita, ketahanan remaja dan ketahanan lanjut usia, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dan berdasarkan Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting, BKKBN ditunjuk sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan Stunting di Indonesia.

Lanjut Alfrina mengatakan BKKBN mendapatkan mandat baru, yaitu menurunkan angka stunting. Dan di Indonesia pada tahun 2019, angka stunting yaitu 27,6 %, di tahun 2021, menjadi 14 %.

Menurutnya, langka-langka percepatan penyelengaraan program bangga kencana ini, harus segera di mulai sejak dini. Oleh karenanya dibutuhkan sinergitas, integritas serta komitmen para pemangku kebijakan dan mitra kerja, dalam peningkatan pergerakan program bangga kencana.

Alfrina menambahkan, BKKBN perlu memerlukan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan Stakeholder dan mitra kerja lainya.

Kegiatan forum koordinasi percepatan penurunan Stunting mempunyai maksud dan tujuan penguatan komitmen. Dan juga peran pemerintah daerah serta mitra kerja dalam peningkatan akses, kualitas pelayanan, dalam penggerakan program bangga kencana dan percepatan penurunan angka stunting.

Kegiatan ini dihadir oleh Danramil 1508-01/ Tobelo Mayor Infanteri I putu Artan jaya, Sekertaris BKKBN  Provinsi Maluku Utara, Ansar Jainahu, Kapolsek Tobelo, IPTU Jodi Satya Pardana, Kepala Kemenag Halmahera Utara, Yamin latief Tjokra S.Hi.M. pd, Kabid KB Dinas Pemberdayaan perempuan, Perlindungan anak dan Keluarga Berencana Halmahera Utara, Eda Kawenggo, perwakilan dari Bappeda Halut Gina Ligulima, yang mewakiki dari Dinas PUTR Halut, dan perwakilan dari beberapa OPD di Halut, serta Satgas Percepatan  Stunting  wilayah Halut, Marlon. (Yansen)

[instagram-feed]