Waimusi,beritasumbernews.com
AH (6) di dapati tak bernyawa akibat Terjebur ke dalam sumur (perigi) sedalam 3 meter, di belakang rumah salah satu rumah warga Desa Waimusi, Kec. Seram Utara Timur Kobi,Kab.Malteng.
Informasi ini berhasil di himpun awak media beritasumbernews.com Adri mengatakan bahwa” di ketahui AH di dapati di dalam sumur kedalaman 3 meter setelah kurang lebih 3 jam orang tua korban hendak mencarinya kemana – mana.
Korban AH di dapati sudah tidak bernyawa dalam kondisi terendam di kedalaman air sumur tersebut, awal kejadian pada hari Minggu kemarin korban saat pulang ibadah Minggu, hendak bermain di halaman rumah sendirian Tampa di ketahui kedua orang tuannya hendak kemana.
Saat hendak bermain, jelang beberapa waktu kemudian, orang tua dari korban YH dan SB kembali ke rumah dan di ketahui anaknya tidak ada di rumah.
Dari situlah kedua orang tua korban mencoba berkeliling mencari korban, namun tidak di temukan, hampir putus asah saat belum di temukan korban, kedua orang tua korban kemudian timbul pemikiran untuk mencarinya ke sekitar sumur yang ada di sekitar lingkungannya.
Saat hendak mencari, tiba – tiba dekat sebuah sumur yang ada di belakang salah satu rumah warga yakni sumur milik Hamis Boiratan, sentak di kagetkan karena kedua orang tua melihat sandal swalo berwarna merah sedang terapung di atas permukaan air sumur.
Dari situlah akhirnya kedua orang tua mengetahui korban ada dalam sumur tersebut, dan akhirnya KT mengambil salah satu tangga milik warga di sekitar lokasi kejadian, kemudian di masukan ke dalam sumur tersebut dan KT lansung mengangkat korban dari dalam sumur yang sudah terendam dalam air sumur. Minggu 19/12/2021
Korban di dapati sudah tidak bernyawa lagi, dan akhirnya korban kemudian di bawa ke rumahnya, saat korban di temukan bersamaan Camat Seram Utara Kobi Didik Pristiwarso S.Sos juga mendatangi lokasi kejadian bersama sejumlah warga yang awalnya juga ikut mencari korban.
Selain Camat, datang juga Bhabinkamtibmas dan juga Babinsa, serta Kepala Desa dan Staf Pemerintah Desa Waimusi.
Dari kejadian tersebut Camat Seram Utara Kobi Didik Pristiwarso.S.Sos di hadapan kedua orang tua korban dan sejumlah warga masyarakat Desa Waimusi menyampaikan bahwa” sebagai orang tua harusnya selalu mengawasi anaknya dalam kesehariannya saat bermain. Ucap Camat
Kata Camat” bagi semua warga masyarakat kususnya Desa Waimusi dan sekitarnya, agar jika ada yang membuat sumur lagi, harus memagar sumur tersebut, sehingga jangan sampai ada anak – anak yang mendekat pada sumur tersebut. Pinta Camat
Dari kejadian tersebut kedua orang tua merelakan kepergian korban dengan ikhlas serta mengakui kejadian tersebut merupakan takdir, dan kedua orang tua kemudian menandatangani surat pernyataan menolak otopsi, dan akan memakamkan anaknya dengan sebagaimana layaknya. (Adri)
