Karpan,beritasumbernews.com,Komisi III DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat Komisi bahas proyek yang terbengkalai yang hingga kini belum terselesaikan di kerjakan oleh pihak ke tiga.

Pantauan media ini kemarin, Dalam pembahasannya komisi III di sampaikan wakil ketua komisi III yakni” Saodah Tehtol Tuankota mengatakan bahwa” pihaknya sementara menunggu hasil analisa dan akan dilanjutkan pekerjaan.

Dan komisi III akan mengambil langkah ke kementerian untuk menanyakan hasil dari analisa tersebut dan kapan akan selesai karena harapan masyarakat untuk jembatan itu segera diselesaikan. Ucap Tuankota

Tuankota juga meminta maaf kepada pihak ke tiga, karena menurutnya Dinas PUPR menyatakan sendiri bahwa di tahun 2023 ini pasti ada pekerjaan akan dilakukan untuk pembiayaannya dari yang kemarin disampaikan bahwa 7 miliar itu itu dibayar setengah.

Dan setengah itu sesuai dengan volume pekerjaan, jadi masih ada sisa anggaran yang di diblokir oleh dinas PUPR, karena pembayaran kepada pihak ketiga itu sesuai dengan pekerjaan jadi sisanya itu itu di dikembalikan ke khas daerah nanti setelah ini ada pembukaan pelelangan baru dilanjutkan lagi. Ungkap Tuankota

Tuankota pun mengatakan terkait terbengkalai-nya pekerjaan tersebut belum dapat di pastikan pihak – pihak mana yang bis di katakan bersalah dalam hal tersebut.

Menurutnya masih tunggu analisa dari kementrian, walaupun masyarakat mendesak harus secepatnya terselesaikan agar dapat di gunakan oleh masyarakat, namun karena ada perhentian pekerjaan sampai semuanya terbayarkan dan ada kelanjutan pekerjaan untuk di selesaikan. Jelas Tuankota

Sementara menurut Ketua Komisi III melanjutkan pernyataan Wakil Ketua komisi III, Richard Rahakbauw mengatakan” Bangunan jembatan di diandarat yang pertama tahun 2013 itu mereka buat program perencanaan tahap pertama kemudian yang kedua adalah yang 2016 itu, 2017.

Dimana saat itu di turunkan Tim untuk melihat secara langsung secara dekat pekerjaan jembatan itu, karena di ketahui kesalahannya itu hanyalah masalah tehknis yang perlu adanya perhatian konsultan, sehingga menarik perhatian Tim dari Jakarta turun lansung memeriksa hasil pekerjaan jembatan tersebut. Sebut Rahakbauw

Menurutnya” setelah Tim itu kembali ke Jakarta pekerjaan tersebut kemudian lalu di hentikan untuk sementara, sambil menunggu hasil kajian tehknis yang akan di keluarkan oleh KTPJS agar bisa di lanjutka pekerjaan kembali. Jelas Rahakbauw

Rahakbauw menjelaskan bahwa” pekerjaan jembatan tersebut menghabiskan anggaran kurang lebih 7,9 Milyar, namun akibat pekerjaan terbengkalai maka sekitar 4,9 Milyar itu harus kembali ke kas daerah.

Dan hasil kajian tersebut itu juga keluar bukan secepatnya namun bisa sampai 5/6 bulan, atau bisa saja lebih. Ucapnya

Rahakbauw juga mengatakan bahwa” pihaknya Komisi III akan mengutus koordinatornya untuk ke Jakarta guna bertemu dengan komite keselamatan jembatan – jembatan karena berkaitan dengan keuangan. Pungkasnya (Chey)