Lateri,beritasumbernews.com,SMK N 6 Ambon melaksanakan satu momen kegiatan yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya pada tahun ajaran baru bagi siswa baru untuk kelas X.

Kegiatan tersebut berlangsung di gedung aula SMK N 6 Ambon pukul 09 : 00 Wit, pagi hari tadi menghadirkan kurang lebih 199 orang tua/ wali, dan di hadiri juga oleh Lantara Habir, S.Pd, M.MPd, Pengawas Pembina SMK Negeri 6 Ambon.

Mengawali penyamatan salah satu orang tua murid mewakili ratusan orang tua siswa Kelson menyampaikan pesannya kepada para guru bahwa anggaplah anak – anak orang tua itu sebagai anak – anak para guru sendiri.

Di katakannya” pihak orang tua sangat percaya lembaga sekolah SMK Negeri 6 Ambon sangat pas dengan kondisi perkembangan dunia usaha bahkan lapangan usaha dan tuntutan pemerintah saat ini. Ujarnya

Dengan demikian harapannya” kiranya tidak hanya sebatas materi saja yang di berikan pada siswa namun terpenting adalah muatan – muatan mental spiritual, dan bahkan orang tua lebih percaya dari sekolah SMK 6 akan melahirkan siswa yang berkualitas, yang dapat bersaing di dunia usaha. Ungkapnya

Diakhir penyampaiannya dia mengatakan bahwa” jika nanti dalam perjalanan proses belajar mengajar ada siswa yang bandel atau berkelakuan tidak baik, di harapkan para guru dapat membangun komunikasi baik dengan pihak orang tua. Pintanya

Sementara Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Ambon Eduar Luturmas yang akrap di sapa Edo dalam sambutan-nya menyampaikan” mungkin saja orang tua boleh bertanya atau publik bertanya, mengapa acara ini mesti di lakukan ?

Kata Kepsek” hal ini dibuat karena Ada 2 alasan penting yakni” acara semacam ini menjadi pintu masuk titik awal di mana sebelum anak-anak kita ini menggunakan seragam putih Abu-Abu dan melepaskan seragam putih biru, mesti ada semacam momen penting untuk di maknai dan di refleksikan.

Mengapa ini penting ? Di jelaskan-nya” Karena tidak semua” ” anak-anak berkesempatan untuk menggunakan seragam putih Abu-Abu, putih biru, dan putih merah. Jelas-nya

Menurutnya” Kenapa acara ini kita buat ? Karena tidak semua Sekolah melakukan refleksi terhadap simbol-sombol negara atau tanda-tanda yang di berikan oleh negara kepada generasi bangsa.

Dan karena itu SMK negeri 6 ambon telah menetapkan beberapa tahun terakhir kegiatan ini sebagai tradisi akademik.

Tradisi dalam artian kebiasaan dan kemudian menjadi budaya akademik SMK negeri 6 ambon. Ujar Kepsek

Sebab di sini yang menjadi awal menjadi titik perjumpaan ketika anak-anak mengalihkan status dengan simbolisasi seragam menjadi hal yang sangat penting, dan pada akhirnya anak-anak mengikuti pendidikan di lembaga ini kurang lebih 3 tahun, lalu kemudian pada waktunya ada acara pelepasan atribut itu. Ungkapnya

Jadi acara ini sekaligus menjadi tradisi akademik bagi anak-anak sehingga anak-anak betul memaknai seragam itu, karena bayarannya mahal.

Orang tua begitu berfikir bagaimana cara melunasinya, di katakannya Saya selaku orang tua juga, walau sebagai kepala sekola tetapi saya punya anak juga bersekolah, saya juga merasakan betapa sulitnya mencari uang melunasi pakaian seragam yang cukup mahal. Beber-nya

Kembali di katakan Kepsek” apa arti seragam? Keseragaman itu sekaligus menjadi ruang perjumpaan, ruang kebersamaan, supaya di tengah perbedaan, baik perbedaan suku, agama, ras, tingkat berfikir, asal usul SMP dan berbagai perbedaan.

Ini yang kemudian di sebut pelima yang sedang anda jalani prof proyek belajar pancasila itu, dan salah satu temanya adalah kebinekaan global, dan di tengah perbedaan itu kita sadari sebagai sebuah kenyataan sosial, tetapi juga sekaligus menyatukan kita sebagai anak bangsa tidak ada orang kaya tidak ada orang miskin tidak ada anak pejabat yang lebih hebat tidak ada anak ojek yang lebih rendah dan yang lain tidak. Jelasnya

Semua kita berseragam sama,
Dan karena itu momentum 17 Agustus esok anda secara resmi menggunakan seragam putih Abu-Abu, dan anda harus mengatakan selamat tinggal seragam putih biru. Ucapnya

Semoga kenangan SMP tidak di lupakan, tetapi anda tinggalkan karena menjadi motivasi dan menjadi refleksi untuk anda lebih lagi meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar di tingkat atau jenjang yang lebih tinggi.

Dan oleh karena itu, 2 alasan itu kemudian kita melaksanakan kegiatan atau momen penyamatan atribut.

Sekali lagi simbol merah putih termasuk topi yang ada tulisan tut wuri handayani semuanya, memberi makna dan membangun kesadaran nasionalisme, membangun kesadaran kebangsaan kita, membangun kesadaran tentang pluralitas kepelbagaian kita sebagai warga bangsa dan menyatu dalam lembaga pendidikan yang namanya SMK negeri 6 ambon, sebagai tempat dimana kita bergumul kita berdoa kita bekerja keras kita membangun kesamaan dan banyak hal akan kita nikmati di SMK negeri 6 ambon.

Anda akan merasakan lapar, anda akan merasakan betapa sulitnya mencari pengetahuan, bagimana membangun komunikasi yang baik dengan sejumlah komponen termaksd guru dan sebagainya.

Semua adalah bagian dari yang kita sebut dengan proses belajar dan yang saya sebut proses bergumul.
Dan karena itu tidak gampang kita menikmati suasana pendidikan pada level SMA/SMK. Tutur Kepsek

Dengan begitu maka Bpk/ibu orang tua, anak-anak kita membutuhkan yang namanya partisipasi aktif dari semua kita.

Baik dari kepala sekolah, pengawas, alumni, dunia usaha dunia industri, komite, orang tua, anak, bahkan komponen lain, guru, pegawai, semua kita sebagai satu kesatuan sistem yang harus di komunikasikan dan meningkatkan partisipasi secara baik, kalau tidak anak-anak ini akan gagal.

Kemudian Lantara Habir, S.Pd, M.MPd, Pengawas Pembina SMK Negeri 6 Ambon dalamnnya sambutannya dijelaskan” Kelebihan masuk SMK yaitu bisa bekerja, Bekerja sambil belajar dan bekerja sambil kuliah.

Dapat ketrampilan, dapat gelar dan dapat kehormatan, 206 siswa tersebar dari 6 jurusan.

Di katakannya” Luar biasa kerja keras kepala sekolah beserta seluruh jajarannya, bisa meraih 206 siswa.

Karena ada Sinenimir sekarang ada isu sekarang bahwa sekolah yang tidak mencapai 20 akan di merger,
Otomatis SMK 6 tidak perlu di perhitungankan untuk merger lagi.

Karena besok kita akan memasuki tanggl 17 Agustus adalah hari proklamasi kemerdekaan Republik kita, maka saya memulai dengan semangat-semangat kebangsaan. Pungkasnya (Veja)