Ambonberitasumbernews.com – Ratusan guru dan pengurus yayasan Katolik dari Regio Makassar, Ambon, dan Manado (MAM) mengikuti lokakarya pendidikan di Ambon, Rabu (27/8/2025). Pertemuan ini fokus pada persiapan guru menghadapi implementasi kurikulum Deep Learning mulai tahun ajaran 2025/2026.

Lokakarya melibatkan sembilan kabupaten dan dua kota di Maluku, serta perwakilan dari Keuskupan Agung Makassar, Keuskupan Manado, dan Keuskupan Amboina.

“Guru kita kalau hanya diberikan pelatihan sekali tidak cukup. Tapi kalau berulang-ulang, mereka semakin siap dan pembelajaran Deep Learning bisa berjalan baik,” kata Sekretaris Nasional MNPK, Romo Yohanes Arieyana.

Ketua Panitia Pelaksana, RP Karol Yamrevav MSC, menegaskan forum ini juga membahas isu redistribusi guru ASN ke sekolah swasta, sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025.

“Pasti isu itu akan dibicarakan. Hasilnya nanti bisa menjadi rekomendasi untuk Majelis Nasional Pendidikan Katolik,” ujarnya.

Jumlah peserta tahun ini mencapai rekor tertinggi: 137 dari Ambon, 69 dari Manado, dan 29 dari Makassar.

Sekretaris Keuskupan Amboina, RD Agus Arbol, menambahkan: “Masih banyak sekolah yang belum mendapat pelatihan menyeluruh tentang Deep Learning. Karena itu, regio kita mengambil inisiatif, dengan dukungan pelatihan gratis dari Balai Diklat Guru provinsi.”

Hasil pertemuan ini akan menjadi masukan strategis bagi MNPK sekaligus persiapan menuju Kongres Pendidikan Katolik Nasional di Kupang, Desember 2025, bertepatan dengan HUT ke-51 MNPK. (*)