SBB,beritasumbernews.com
Kurang lebih sebanyak 20 orang warga masyarakat Dusun Kasieh, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB melakukan aksi penolakan terhadap masuknya peeusahan tambang marmer.

Pantauan Media ini tadi, yang mana aksi penolakan ini di lakukan oleh aksi warga masyarakat Dusun Kasie, pagi tadi sekitar pukul 10 : 00 Wit yang di awali dari peninjauan warga Kasieh pada lokasi Pal. Batas Hutan Kawasan (HPK) dan Areal Penggunaan lain (APL) di lokasi hutan petuanan Desa Kasieh. Kamis 22/09/2022

Sekilas kronologis yang berhasil di himpun Redaksi, yang mana sebanyak 20 orang warga Desa Kasieh yang melakukukan peninjauan Pal batas Hutan Kawasan (HPK) dengan Areal Penggunaan Lain (APL) yang di tanam oleh Konsultan Kementrian RI Agusta Fadila telah masuk petuanan Desa Kasieh.

Sekitar Pukul 17.00 Wit, 20 orang dari Desa Kasieh yang melakukan peninjauan kembali dengan menggunakan Dramtrek dikemudikan oleh pengemudi Tam Asel.

Kendaraan yang di tumpangi oleh 20 orang tersebut melaju dari arah Kali Yali Desa Kasieh menuju Desa Hulung dan melakukan konsentrasi massa dengan menggunakan senjata tajam dan tombak serta melakukan pelemparan terhadap rumah Kepala Desa Hulung Ny. Fenti Yulianti Touwe, S.Pd.

Konsentrasi massa yang di lakukan oleh sejumlah warga Desa Kasieh itu di provokasi oleh Subadri Tuasa, Jusniadi Latumapayahu, Saifudin Latulumamina, Maaruf Mony dan Nyong Raharusun.

Konsentrasi massa yang di lakukan oleh warga Desa Kasieh yang menolak Tambang Marmer tidak di tanggapi oleh warga Desa Hulung.

Namun konsentrasi massa dapat di kendalikan oleh Personil Polsek Taniwel dan Anggota Koramil 1502-06/Taniwel.

Warga Desa Kasieh melakukan pengrusakan terhadap 5 (Lima) pohon pisang yang berada di halaman rumah Kepala Desa Hulung.

Warga Desa Kasieh yang melakukan pengrusakan terhadap 1 batang Pal Yang sudah di tanam oleh konsultan Kehutan RI.

Warga Desa Kasieh yang tolak Tambang marmer beranggapan pal batas hutan kawasan dan areal penggunaan lain merupakan pal batas petuanan antara Desa Hulung – Kasieh. (Rdks)