Wateto,beritasumbernews.com
Mengantisipasi dan mencegah penyalahgunaan Lem Abon, yang di lakukan oleh usia Pelajar, Kepala BNN Kab.Halut Maximilian Sahese yang di dampingi satu wartawan dan satu personil BNN gelar pencegahan ke Desa Wateto.

Tepatnya di Kantor Desa Wateto, Jumat malam sekitar pukul 20 : 00 Wit, Kepala BNN yang di dampingi salah satu staf BNN dan juga Kepala Desa Wateto Herikson Larenggam, Babinsa Desa Wateto Sertu L.I. Hanoatubun dan tiga Linmas Desa, duduk bersama membicarakan strategi upaya pencegahan dan penanganan serta rencana rehabilitasi. Jumat 03/12/2021

Dalam perbincangan tersebut Kades Wateto Herikson Larenggam menyampaikan bahwa” pihaknya sudah mulai mencoba melakukan upaya pencegahan dan mendeteksi siapa dan dimana titik kumpul penggunaan Lem tersebut.

Tambah Kades bahwa” dari beberapa hari belakangan ini pihaknya sudah mendapat laporan penyalahgunaan Lem tersebut yang di konsumsi di Desa Wateto, dan sampai hari ini belum dapat pasti siapa pengguna dan kemudian pada titik kumpul dimana, namun pihaknya sedang berupaya.

Menurut Kades, informasi yang di terima bahwa kegiatan penyalahgunaan ini sudah mulai kurang terlihat, dan kalaupun ada penggunaannya pada lokasi yang gelap dan tersembunyi, sudah mulai berkurang.

Sehingga pihaknya akan berusaha membuat sebuah penekanan ke pihak masyarakat agar bisa teratasi dan membatasi serta upaya pencegahan agar bisa segera menghentikan Sikap dan perilaku generasi usia pelajar tersebut dalam menyalahgunakan Lem.

Sementara Kepala BNN dalam koordinasi tersebut sangat mengharapkan peran serta Kepala Desa dengan sebuah ketegasan berhubungan Perda Kab.Halut guna penanganan penyalahgunaan Lem Abon tersebut sudah ada.

Kata Kepala BNN bahwa” meminta peran serta Babinsa Desa dan Bhabinkamtibmas serta semua perangkat Desa yang ada serta butuh keseriusan penanganannya di tingkat Desa, serta peran masyarakat sebagai orang tua agar bisa membantu guna mencegah penyalahgunaan Lem tersebut.

Tujuan Kepala BNN dalam koordinasi tersebut agar bagaimana pihak Desa dan masyarakat bisa membatasi dan mencegah setiap anak yang mengkonsumsi Lem tersebut yang sudah sampai tingkat kecanduan, agar dapat di data dan di serahkan ke pihak BNN guna di rehabilitasi agar dapat di pulihkan kondisi tubuhnya anak tersebut yang sudah kecanduan.

Tambah kepala BNN Kab.Halut bahwa” dengan adanya upaya pencegahan sampai tingkat rehabilitasi jika menuai hasil maka Desa Wateto bisa menjadi Desa Percontohan.

Informasi yang di himpun Redaksi beritasumbernews.com dari hasil koordinasi dan pertemuan Kepala Desa Wateto bersama kepala BNN, dan Babinsa Desa bahwa Lem yang di gunakan di Desa Wateto tersebut itu di dapatkan dari Desa tetangga dengan cara membeli. (Endy-21)