Ambon– beritasumbernews.com – General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 4 Ambon, Zahlan, dalam wawancaraJumat (13/03/2026) mengungkapkan bahwa pihak pengelola telah melakukan peningkatan layanan dan penyesuaian fasilitas yang sebelumnya beroperasi di area parkiran.
Hal ini dilakukan akibat proyek rekonstruksi jaringan yang sedang berlangsung. Sebagian besar fasilitas telah kembali ke lokasi semula, sementara yang lain sebelumnya berada di depan area utama.
Jika lokasi depan tetap harus digunakan, informasi daya beli dan jam operasional penumpang menjadi pertimbangan utama. Banyak penjual dan rekan usaha menjadikan kawasan tersebut sebagai sumber penghasilan. Kondisi ini membuat mereka terpaksa memindahkan lokasi, membayar biaya tambahan, atau bahkan kembali ke pengaturan yang tidak teratur.
Pihak pengelola menegaskan bahwa tidak diperkenankan siapapun memasuki ruang tunggu atau area khusus untuk mengajak penumpang guna kepentingan komersial atau non-operasional.
Namun, selama berada di luar zona yang ditetapkan, masyarakat diimbau untuk bijak menghadapi situasi. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang.
Meskipun tempat alternatif berjualan terbatas, lokasi yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan aturan yang jelas di bawah pengelolaan terstruktur.
Masih ada sebagian pihak yang belum memahami peraturan atau memaksakan diri masuk area terbatas. Petugas diimbau untuk tetap tegas dalam menjalankan tugas.
Status fasilitas saat ini bukan bersifat sementara, melainkan sesuai dengan persiapan matang dan dukungan logistik dari berbagai pihak.
Informasi terkini akan selalu disiapkan secara teratur tanpa membedakan musim atau acara khusus seperti mudik Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.
Acara tersebut selalu diikuti dengan peningkatan jumlah penumpang yang signifikan. Penumpang umumnya telah menunjukkan kesabaran tinggi dalam menghadapi kondisi tersebut, yang bahkan menjadi rutinitas tahunan.
Tugas bersama seluruh pegawai dan pihak terkait adalah memastikan pelaksanaan layanan sesuai standar yang telah ditetapkan. Sistem kerja yang diterapkan masih terbuka untuk diskusi terkait perbaikan lebih lanjut guna meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain itu, karena proyek renovasi masih berlangsung, beberapa fasilitas sementara waktu masih dalam tahap penyesuaian lokasi. Khusus untuk masyarakat berkebutuhan khusus (disabilitas), peran pos berhenti menjadi sangat penting.
Pihak pengelola telah menyediakan fasilitas pendukung seperti akses khusus untuk pengguna kereta kursi roda. Sebelumnya, sebagian masyarakat masih membutuhkan tunjangan khusus terkait penataan area yang sempat menjadi perbincangan publik.
Hal ini terutama terjadi pada masa musim ramai di mana jumlah penumpang bisa mencapai tiga kali lipat dari kondisi normal. Dalam kondisi normal, pengaturan lokasi dan akses fasilitas dapat dilakukan dengan lebih terkontrol.
Namun saat ini, karena jumlah penumpang yang relatif banyak dan keterbatasan area akibat renovasi, pengaturan tersebut belum berjalan efektif. Beberapa fasilitas khusus seperti jalur akses kursi roda harus disesuaikan ulang.
Sebagian bagiannya sementara waktu harus diangkat atau dipindahkan untuk mendukung kelancaran pekerjaan renovasi. Setelah proses renovasi selesai sesuai jadwal, standar fasilitas yang disediakan akan sesuai ketentuan dan siap berfungsi optimal.
Pihak pengelola telah menerima permintaan dari masyarakat untuk memperbaiki akses khusus yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi utama. Selain itu, juga untuk menyempurnakan area depan yang menghubungkan ke luar lokasi.
Area tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian dengan penutupan sementara sebagian kawasan agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan lancar.
Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan disiplin pengaturan area dan kemudahan akses bagi masyarakat umum.
Termasuk juga mereka yang memiliki tujuan khusus dalam menggunakan fasilitas yang ada. Program perhatian khusus terhadap penyediaan fasilitas bagi kelompok berkebutuhan khusus telah menjadi prioritas utama dalam proyek renovasi.
Pihak pengelola mengakui bahwa sebelumnya akses untuk masyarakat berkebutuhan khusus belum sepenuhnya spesifik dan sesuai standar yang diharapkan. Hal ini menjadi salah satu alasan utama proyek renovasi dilakukan pada akhir tahun lalu dan dilanjutkan awal tahun ini.
Informasi terkini menunjukkan bahwa persentase pelaksanaan proyek (PPN) telah mencapai 18% dari target rencana trimester pertama tahun ini.
Angka tersebut merupakan peningkatan positif sebesar 1% dibandingkan perkembangan sebelumnya.
Meskipun demikian, kemajuan proyek secara keseluruhan masih tergolong lambat. Sebagian besar pekerjaan fokus pada konstruksi bangunan yang membutuhkan waktu dan perhatian lebih banyak terhadap detail serta kualitas material.
Namun secara fisik, pembangunan telah sesuai dengan rencana yang disusun matang oleh pihak kontraktor dan pengelola proyek. (**)