Berita

Polda Maluku Cek Kesiapan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Salawaku 2026 di Ambon dan Maluku Tengah

Ambon – beritasumbernews.com – Tim Pengawas Operasi Ketupat Salawaku Polda Maluku melakukan pengecekan kesiapan personel dan fasilitas Pos Pengamanan (Pos Pam) serta Pos Pelayanan di wilayah Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (16/3/2026).

Kegiatan pengecekan tersebut dipimpin oleh Kasetopsda Satgas Operasi Ketupat Salawaku 2026 AKBP Luther Bane untuk memastikan seluruh personel dan sarana pendukung operasi siap melaksanakan tugas pengamanan serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama perayaan Hari Raya Idulfitri.

Tim pengawas yang terdiri dari personel Biro Operasi (Roops) Polda Maluku dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku melakukan pemeriksaan langsung terhadap sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di wilayah operasi.

Dalam kegiatan tersebut, tim memeriksa kehadiran dan kesiapan personel, kelengkapan alat komunikasi, sarana pendukung operasional, hingga administrasi yang terdapat di setiap pos. Selain itu, tim juga mengecek sikap tampang, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan personel yang bertugas di lapangan.

AKBP Luther Bane mengatakan, pengecekan tersebut merupakan bagian dari langkah pengawasan untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026 berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Polri.

“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana di setiap pos pengamanan dan pos pelayanan, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku dapat berjalan optimal dalam memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Idulfitri,” ujar AKBP Luther Bane.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026 di wilayah Kota Ambon disiapkan puluhan pos pengamanan dan pos pelayanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah, pengamanan juga difokuskan pada jalur transportasi laut dengan menempatkan dua pos pengamanan di Pelabuhan Tulehu dan Pelabuhan Hunimua, yang menjadi salah satu akses utama mobilitas masyarakat.

Secara keseluruhan, Operasi Ketupat Salawaku 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 2.201 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, serta stakeholder terkait.

Dalam operasi tersebut, Polda Maluku menyiapkan 78 pos pengamanan, yang terdiri dari 44 Pos Pengamanan, 24 Pos Pelayanan, dan 10 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Maluku.

Adapun fokus pengamanan meliputi tempat-tempat ibadah atau masjid, pusat keramaian dan pusat perbelanjaan, pelabuhan laut dan bandara, serta sejumlah objek wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

Kegiatan pengecekan kesiapan personel dan fasilitas pos pengamanan di wilayah Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. (**)

Berita

Antisipasi Puncak Mudik Lebaran, Polda Maluku Perketat Pengamanan Pasar dan Pelabuhan

Ambon- beritasumbernews.com – Polda Maluku memperketat pengamanan di sejumlah titik keramaian masyarakat menjelang puncak arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026. Pengamanan difokuskan di kawasan Pasar Mardika, Pelabuhan Tulehu, dan Pelabuhan Liang yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin oleh Ipda Johania Darmapan, S.Tr.I.K. dengan melibatkan personel dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku.

Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, selain personil yang menggunakan pakaian dinas juga diturunkan puluhan personel berpakaian preman untuk memperkuat pengamanan di sejumlah titik keramaian, terutama di pusat perbelanjaan dan pelabuhan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Di Pasar Mardika, personel kepolisian melakukan patroli dan pemantauan di area perdagangan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran.

Selain itu, kehadiran petugas juga bertujuan mengantisipasi potensi tindak kriminal seperti pencopetan, pencurian, maupun pencurian kendaraan bermotor yang kerap terjadi di lokasi keramaian.

Sementara itu, pengamanan di Pelabuhan Tulehu dan Pelabuhan Liang difokuskan pada aktivitas keberangkatan dan kedatangan kapal yang membawa para pemudik.

Petugas melakukan pemantauan terhadap proses naik-turun penumpang dan kendaraan, sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran minuman keras (miras).

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Salawaku 2026, mengatakan peningkatan pengamanan di pusat keramaian dan pelabuhan merupakan langkah preventif untuk memastikan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran berjalan aman dan tertib.

“Melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026, Polda Maluku meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti pasar dan pelabuhan, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama arus mudik Lebaran,” ujar Kombes Pol Rositah Umasugi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap barang bawaan serta menjaga ketertiban selama berada di tempat keramaian maupun saat melakukan perjalanan mudik.

Operasi Ketupat Salawaku 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan untuk mengamankan rangkaian perayaan Hari Raya Idulfitri, termasuk pengamanan arus mudik dan arus balik di wilayah Maluku.

Melalui pengamanan yang dilakukan di sejumlah titik keramaian tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar. (**)

Berita

Polda Maluku Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Tahapary, terbuka untuk umum, Hadirkan Khatib Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A.

Ambon – beritasumbernews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku akan menggelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah secara terbuka di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Kota Ambon, Sabtu (21/3/2026) pukul 07.00 WIT.

Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum dan diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di Maluku.

Pada pelaksanaan sholat Idul Fitri tersebut, Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A. dijadwalkan menjadi khatib yang akan menyampaikan khutbah Idul Fitri kepada para jamaah.

Polda Maluku mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadiri dan melaksanakan sholat Idul Fitri di Lapangan Tahapary dalam suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan.

Momentum Hari Raya Idul Fitri dinilai memiliki makna penting bagi umat Muslim sebagai ajang mempererat hubungan silaturahmi, memperkuat nilai kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain sebagai kegiatan ibadah, pelaksanaan sholat Idul Fitri bersama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku.

Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan nilai persaudaraan yang telah lama menjadi identitas masyarakat Maluku.

Hal ini tercermin dalam pesan yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni “Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae,” yang menggambarkan komitmen bersama masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dan hidup berdampingan secara harmonis.

Melalui kegiatan ini, Polda Maluku berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kedamaian, kebersamaan, serta memperkuat semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. (**)

Berita

Jamin Keselamatan Pengunjung, Polairud Polda Maluku Patroli Objek Wisata Pantai Selama Operasi Ketupat Salawaku 2026

 

Ambon – beritasumbernews.com – Satuan Tugas Bantuan Operasi (Satgas Banops) Subsatgas Polairud Polda Maluku meningkatkan patroli pengamanan di sejumlah objek wisata pantai di Kabupaten Maluku Tengah selama pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (15/3/2026) tersebut dipimpin oleh Ipda Absalom Mikini dan diawali dengan apel pagi yang digelar di Lapangan Tahapary sebagai bentuk konsolidasi serta pengecekan kesiapan personel sebelum melaksanakan tugas di lapangan.

Usai apel, personel Subsatgas Polairud melaksanakan patroli dialogis di kawasan Pantai Natsepa, Kabupaten Maluku Tengah. Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan para pengunjung agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai.

Selain itu, personel juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya aktivitas wisata.

Patroli kemudian dilanjutkan di kawasan Pantai Sopapei, Kabupaten Maluku Tengah. Di lokasi tersebut, personel kembali memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai pentingnya kewaspadaan serta keselamatan selama berada di area wisata pantai.

Ipda Absalom Mikini mengatakan, kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya Polairud Polda Maluku dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berwisata di kawasan pesisir selama masa libur dan pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026.

“Melalui patroli dialogis ini, kami mengingatkan masyarakat dan para pengunjung pantai agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Ipda Absalom Mikini.

Ia menambahkan, kehadiran personel Polairud di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan ketertiban di kawasan wisata.

Dengan pengamanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati aktivitas wisata dengan aman dan nyaman selama masa libur serta rangkaian perayaan Hari Raya Idulfitri. (**)

Polri

Polres Maluku Tenggara Tangkap Pelaku Penikaman Anggota Polisi, Terancam 7 Tahun Penjara Polres Maluku Tenggara

Polres Maluku Tenggara  –  beritasumbernews.com -Kepolisian Resor Maluku Tenggara berhasil menangkap seorang pemuda yang diduga melakukan penikaman terhadap anggota Polres Maluku Tenggara saat hendak diamankan terkait keributan di kawasan Ohoi Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., didampingi Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy, S.Pd., S.H., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Maluku Tenggara, Jumat (13/3/2026), menyampaikan bahwa pelaku berinisial A.H alias Andika telah berhasil diamankan dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 22.10 WIT, ketika anggota Polres Maluku Tenggara menerima laporan masyarakat terkait adanya keributan di Ohoi Watdek, Jalan Jenderal Sudirman.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota kepolisian segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan.

“Setibanya di lokasi, anggota menemukan seorang pemuda berinisial A.H alias Andika yang diduga terlibat dalam keributan dan saat itu diketahui sedang memegang sebilah pisau cutter,” ujar Kapolres.

Petugas kemudian berupaya mengamankan pelaku untuk dibawa ke Mapolres Maluku Tenggara. Namun pelaku menolak diamankan dan melakukan perlawanan.

“Pada saat hendak diamankan, pelaku melakukan perlawanan dan menusuk anggota kami, Bripda Rivaldi Hanafi, menggunakan pisau cutter sebelum akhirnya melarikan diri ke kawasan kompleks Watdek Pelabuhan,” jelas AKBP Rian Suhendi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk pada bagian lengan kiri dan segera dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran, tim Satreskrim Polres Maluku Tenggara akhirnya berhasil mengamankan pelaku.

Kapolres memastikan bahwa pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Polres Maluku Tenggara.

“Pelaku telah kami tetapkan sebagai tersangka dan saat ini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.

Tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana yang membahayakan keamanan umum bagi orang dan/atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam:

Pasal 307 ayat (1) KUHP Nasional, dengan ancaman pidana 7 tahun penjara, dan/atau

Pasal 466 ayat (1) KUHP Nasional, dengan ancaman pidana 2 tahun 6 bulan penjara.

Kapolres Maluku Tenggara menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan preventif di wilayah hukum Polres Maluku Tenggara guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain melalui patroli rutin, kegiatan ronda, serta sosialisasi pencegahan kejahatan, dengan sasaran utama peredaran minuman keras dan kepemilikan senjata tajam secara ilegal.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar menjauhi minuman keras serta tidak membawa atau menggunakan senjata tajam secara ilegal karena dapat memicu terjadinya tindak pidana yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Kapolres.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana melalui Call Center 110, Bhabinkamtibmas, maupun kantor kepolisian terdekat.

Kasus penikaman terhadap anggota kepolisian di Maluku Tenggara menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Peristiwa ini menunjukkan bahwa potensi kekerasan di tengah masyarakat masih dapat terjadi, terutama ketika dipicu oleh konflik spontan maupun pengaruh minuman keras.

Keberhasilan Polres Maluku Tenggara dalam menangkap pelaku secara cepat menunjukkan respons cepat aparat kepolisian dalam menangani tindak pidana yang mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat.

Upaya preventif melalui patroli, penertiban minuman keras, serta sosialisasi bahaya kepemilikan senjata tajam menjadi langkah penting untuk menekan potensi gangguan kamtibmas di wilayah Maluku Tenggara. (**)

Berita

Antisipasi Lonjakan Aktivitas Warga, Polisi Patroli Pusat Keramaian di Kota Ambon

Ambon – beritasumbernews.com– Kepolisian meningkatkan patroli pengamanan di sejumlah pusat keramaian di Kota Ambon menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah guna memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman dan kondusif. Patroli tersebut merupakan bagian dari kegiatan preventif dalam Operasi Ketupat Salawaku 2026 yang digelar untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama periode Lebaran.

Patroli yang dilaksanakan Subsatgas Preventif pada Sabtu (14/3/2026) menyasar sejumlah titik dengan tingkat aktivitas masyarakat tinggi, di antaranya Pasar Transit Passo serta pusat perbelanjaan Ambon City Center (ACC).

Kegiatan patroli dipimpin Kasubsatgas Pengamanan Tempat Keramaian IPTU I. Maitimu bersama sejumlah personel yang melakukan pemantauan langsung situasi kamtibmas sekaligus berinteraksi dengan pedagang, pengunjung, dan petugas keamanan setempat.

IPTU I. Maitimu mengatakan peningkatan patroli di pusat keramaian merupakan langkah preventif kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mulai memadati pasar dan pusat perbelanjaan menjelang Idulfitri.

“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman saat berbelanja kebutuhan menjelang Lebaran. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap barang bawaan serta segera melapor apabila menemukan hal mencurigakan,” kata Maitimu.

Selain melakukan pemantauan situasi keamanan, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat serta mensosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelaporan cepat apabila terjadi gangguan keamanan.

Menurut Maitimu, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya di lokasi dengan mobilitas tinggi seperti pasar dan pusat perbelanjaan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Jika ada potensi gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan 110,” ujarnya.

Selama pelaksanaan patroli berlangsung, aktivitas masyarakat di kedua lokasi terpantau berjalan normal dengan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Patroli serupa akan terus digelar secara berkala selama pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026, terutama di titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat menjelang Idulfitri.

Peningkatan patroli di pusat keramaian menjadi salah satu strategi utama kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode menjelang Lebaran. Pada masa ini, aktivitas masyarakat biasanya meningkat tajam, terutama di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Pendekatan patroli dialogis yang dilakukan kepolisian tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan keamanan, tetapi juga memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat. Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang menjalankan aktivitas ekonomi menjelang hari raya.Melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026, kepolisian diharapkan mampu memastikan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (**)

Berita

Brimob Gandeng Pemuda Fiditan Berbagi Takjil, Perkuat Rekonsiliasi Pasca Konflik di Tual

Ambon – beritasumbernews.com –Personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku bersama Bhayangkari menggandeng pemuda dari Desa Fiditan Kampung Lama, Kampung Baru, dan kawasan BTN untuk menggelar aksi sosial pembagian takjil kepada masyarakat di Jalan Raya Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Minggu, (15/3/2025)

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ps. Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Rudi W. Muskitta, S.Sos., S.H., M.H., ini menjadi momentum mempererat kembali hubungan persaudaraan antar pemuda yang sebelumnya sempat terlibat pertikaian.

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dari kedua wilayah terlihat bersama-sama dengan personel Brimob dan Bhayangkari membagikan paket takjil kepada pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kompol Rudi Muskitta mengatakan, kegiatan sosial ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi sarana membangun kembali kebersamaan di kalangan pemuda.

“Melalui kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat persaudaraan di antara para pemuda Desa Fiditan, sekaligus mempererat hubungan antara Brimob dan masyarakat,” ujar Kompol Rudi.

Menurutnya, keterlibatan langsung para pemuda dari kedua wilayah dalam kegiatan sosial diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi positif sehingga potensi konflik dapat diminimalisir.

Momentum Ramadan juga dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, saling menghargai, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga yang melintas di kawasan Jalan Raya Fiditan. Selain membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga menjadi simbol rekonsiliasi dan komitmen bersama untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Tual tetap aman dan kondusif. (**)

Berita Pemkot Ambon

Pemerintah Kota Ambon Memantau 19 Titik Ruas Jalan Dengan Kamera Pengawas CCTV

Ambon – beritasumbernews.com – Pemerintah Kota Ambon memantau kondisi lalu lintas di 19 titik ruas jalan melalui kamera pengawas (CCTV) yang terhubung langsung dengan Command Center.

Hasil pemantauan tersebut bahkan mulai dipublikasikan kepada masyarakat agar dapat mengetahui kondisi jalan dan menghindari titik kemacetan.

Informasi terbaru disampaikan melalui akun media sosial Beta Ambon milik Pemerintah Kota Ambon pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 13.24 WIT. Dalam unggahan tersebut, dilaporkan terjadi kepadatan lalu lintas di empat ruas jalan utama di Kota Ambon.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr Ronald Lekransy, menjelaskan publikasi hasil pemantauan CCTV lalu lintas merupakan bagian dari strategi pelayanan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan fasilitas layanan publik yang memadai, termasuk memberikan akses informasi terkait kondisi lalu lintas di kota.

Publikasi data monitoring CCTV lalu lintas merupakan bentuk keterbukaan informasi publik yang berdampak pada peningkatan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat,” kata Lekransy saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat dalam menentukan jalur perjalanan sehingga dapat menghindari rute yang sedang mengalami kepadatan.

Tujuannya agar masyarakat memiliki informasi lebih awal dan dapat memilih jalur alternatif sehingga terhindar dari kemacetan,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Ambon juga terus mengoptimalkan fungsi CCTV lalu lintas dengan memperluas akses pemantauan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, salah satunya Dinas Perhubungan Kota Ambon.

Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan rekayasa lalu lintas di titik yang mengalami kepadatan, termasuk menertibkan parkir liar yang kerap menjadi penyebab kemacetan.

Berdasarkan pemantauan yang dipublikasikan melalui akun Beta Ambon, terdapat empat titik yang terpantau mengalami kepadatan lalu lintas, yakni di simpang Grand Place, ruas Slamet Riyadi, kawasan Balai Kota, serta depan kantor Pemadam Kebakaran.

Di lokasi tersebut, arus kendaraan terpantau padat hingga ramai lancar.

Lekransy menyebut publikasi informasi lalu lintas melalui CCTV ini juga mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menciptakan manajemen lalu lintas cerdas sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan modern,” ujarnya.

Upaya tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon untuk mendukung visi pembangunan kota, yakni Ambon yang manise, inklusif, toleran, dan berkelanjutan. (Bs.01)

Berita

Ketua DPW Perindo Maluku Menyalurkan Bantuan Kepada Sebagian Masyarakat Aru

DOBO – beritasumbernews.com – Sekretaris Komisi IV DPRD provinsi Maluku, Welhem D Kurnala melakukan pengawasan melalui monitoring langsung ke sejumlah kabupaten kota di provinsi Maluku. Upaya itu dalam kaitan menjaring aspirasi langsung dari masyarakat mengenai kerusakan infrastruktur atau hasil pembangunan yang dibiayai melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) maupun APBN.

Sejauh ini wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) enam (6) meliputi, kabupaten Aru, kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) belum merincikan temuan dari hasil monitoring tersebut. Akan tetapi kunjungan kerja ke 4 di kabupaten Kepulauan penghasil mutiara itu, lebih kepada mendengarkan aspirasi dari masyarakat pendukungnya.

Selama disana, wakil rakyat dan yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo provinsi Maluku ini,
menyerahkan bantuan usaha modal dan juga usaha kredit motor. Ini sebuah terobosan untuk bagaimana meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat ditengah negara memberlakukan efesiensi anggaran.

“Kunjungan kerja kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 H, sekaligus berbuka puasa bersama guna mendengarkan aspirasi dari masyarakat di Siwalima Pantai, Rabu (11/03/26) waktu setempat.

Kegiatan buka puasa bersama itu, ikut dihadiri oleh Ketua DPD Perindo Kabupaten Aru, Jembri Salay, Andarias Kawan anggota DPRD dari Perindo, Fadli Lakembe serta pengurus Partai Perindo Kabupaten Aru.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi dan soliditas internal partai di bulan suci Ramadan.

Welhem D Kurnala mengemukakan, kegiatan buka puasa bersama ini tidak sekadar menjadi agenda kebersamaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat hubungan silaturrahmi dirinya selaku ketua DPW Perindo bersama masyarakat diwilayah Aru.

“Melalui momen Ramadan, para kader Partai Perindo dapat membangun kedekatan yang lebih kuat, mempererat rasa persaudaraan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam menjalankan perjuangan politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, ” kata Kurnalla disela-sela buka puasa bersama tersebut. Seraya menekankan kalau
partai besutan Harry Tanusudibyo ini mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, termasuk dukungan nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Pemberdayaan UMKM, lanjutnya, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Kita ingin memastikan bahwa semangat kebersamaan yang terbangun juga diwujudkan dalam kerja nyata, termasuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan memberikan dukungan bagi UMKM. Di situlah politik hadir sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat,” tandas Kurnalla.

Ia juga menekankan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut, menjadi landasan untuk saling menguatkan dalam menjalankan amanah organisasi.

Melalui komunikasi yang hangat dan penuh kekeluargaan, para kader diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

“Yang kita bangun hari ini adalah kebersamaan, saling menguatkan, serta menjaga keyakinan bahwa perjuangan politik yang kita jalankan adalah bentuk pengabdian kepada rakyat,” Kata Kurnala.

Partai Perindo kata Welem Kurnalla, telah membuktikan darma baktinya melalui sejumlah bantuan yang diberikan kepada masyarakat kecil; baik itu melalui bantuan modal dalam pengembangan usaha, kredit motor untuk pemuda yang Ojek, menjembatani setiap aspirasi masyarakat yang hendak membutuhkan bantuan melalui pembangunan masjid maupun rumah ibadah lainnya.

” Kita memberi bukan dilihat dari nilainya tetapi dari niat yang tulus untuk membantu masyarakat yang susah, dan Partai Perindo memiliki komitmen untuk membantu masyarakat” kata Kurnala.

Sementara itu, salah satu Warga Siwalima Pantai mengatakan dirinya saat memberikan apresiasi kepada Anggota DPRD Maluku adalah Partai Perindo yang sangat rajin turun di masyarakat terlebih khusus di dapil Aru karena menurutnya, Kurnala sangat membantu masyarakat kecil baik itu dengan memberikan bantuan usaha maupun lainnya.

“Saya memberikan apresiasi dan terimakasih kepada pak Kurnala yang sudah datang ketemu kami masyarakat dan warga Siwalima Pantai untuk berdiskusi bersama dalam mendengarkan aspirasi kami masyarakat ” kata warga yang tak ingin disebutkan namanya ini.

Untuk disimak bersama partai Perindo selalu aktif dalam membantu warga melalui program pemberdayaan UMKM, terutama pedagang kecil/kaki lima dengan membantu modal usaha tunai, pembinaan manajemen, dan bantuan promosi produk.

Program seperti “Perindo Bantu UMKM Takjil” bertujuan meningkatkan ekonomi kerakyatan dan menciptakan kemandirian usaha.(*)

Berita

Elit OKP Cipayung Serukan Damai Untuk Maluku.

AMBON – beritasumbernews.com, — Para elit Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung berdiskusi dan bersinergi bersama pada acara buka puasa bersama di Cafe JMP, Teluk Ambon, Kamis (12/3). Para senior dan kader organisasi kepemudaan menyatu setelah terjadi perbedaan pandangan dikalangan para adik-adik mahasiswa yang belum lama ini menimbulkan stigma perpecahan, menyusul aksi demonstrasi menuntut sebuah keadilan disertai pembakaran fasilitas kampus pada Selasa (3/3/26).

Perilaku destruktif ini, dinilai telah menghancurkan etika dikalangan terdidik.

Meski begitu, para senioritas OKP Cipayung yang terdiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini, duduk bersama untuk menyatukan persepsi bahwa kehadiran senioritas pada buka puasa bersama itu, guna mencairkan suasana kebatinan.
“Pertemuan ini bukan sekadar ajang berbuka puasa. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang refleksi dan penguatan relasi antarorganisasi mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai bagian dari aliansi Cipayung, ” kata
Ricardo Rikumahu, M.Th, selalu Senior GMKI disela-sela buka puasa bersama ini.

Ia mengemukakan pertemuan ini merupakan kelanjutan dari diskusi yang sebelumnya digelar di kampus Universitas Pattimura. Diskusi itu berkaitan dengan sejumlah persoalan yang melibatkan mahasiswa beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, setelah berbagai persoalan ditangani melalui jalur hukum, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah membangun kembali pendekatan sosial di antara para mahasiswa.
“Karena itu pertemuan seperti ini penting. Kita ingin menata kembali kehidupan bersama adik-adik mahasiswa dengan pendekatan yang lebih sosial dan persuasif,” ujar Ketua PCPS GMKI Ambon itu.
Ia menilai, buka puasa bersama yang digagas PCPS GMKI Ambon tersebut menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan antarkader organisasi Cipayung di Kota Ambon. Relasi yang kuat di antara organisasi mahasiswa, menurutnya, sangat penting untuk menjaga iklim akademik dan sosial yang sehat.
Ricardo juga menyinggung stigma yang kerap dilekatkan pada organisasi mahasiswa. Dalam berbagai dinamika sosial di Kota Ambon, organisasi-organisasi Cipayung sering kali disebut-sebut sebagai pihak yang terlibat dalam konflik.

Padahal organisasi-organisasi tersebut, sejatinya merupakan ruang kaderisasi bagi mahasiswa untuk belajar berpikir kritis, membangun kepemimpinan, serta mengasah kepekaan sosial.
“Pertemuan ini sekaligus menjadi cara kita mematahkan stigma negatif terhadap mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang sering tampil di ruang publik,” katanya.
Ia berharap mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung dapat mengedepankan etika dan intelektualitas saat menyampaikan aspirasi. Demonstrasi dan kritik terhadap berbagai persoalan kampus maupun masyarakat, hendaknya mengedepankan nurani dan etika yang mencerminkan kepribadian mahasiswa yang humanis.

Ia menekankan, hendaknya para adik-adik mahasiswa memiliki kekuatan intelektual yang tidak dimiliki semua kalangan. Karena itu, sikap dan tindakan yang muncul di ruang publik harus memperlihatkan kedewasaan berpikir serta kepekaan terhadap persoalan sosial.
“Gunakan kapasitas intelektual dan etika yang dimiliki sebagai mahasiswa. Tunjukkan bahwa mahasiswa adalah kelompok yang dinamis, kritis, dan peka terhadap persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Ustad Dr. Manaf Tubaka, S.Ag.,MA mengingatkan bahwa kebersamaan seperti ini adalah ikhtiar sederhana namun bermakna untuk menjaga semangat persatuan. Ia menyinggung sejarah kebangsaan ketika berbagai organisasi mahasiswa yang berbeda latar belakang ideologi mampu duduk bersama dalam wadah Kelompok Cipayung. Meski datang dari pandangan yang tidak selalu sama, mereka memiliki tujuan yang serupa: menjaga persatuan dan menguatkan semangat kebangsaan.
Menurutnya, momen buka puasa bersama mencerminkan semangat tersebut. Di tengah perbedaan organisasi, latar belakang, dan cara pandang, kebersamaan tetap bisa terjalin dalam suasana persaudaraan.
“Buka puasa bersama ini bukan hanya soal makan bersama. Ini simbol bahwa kita bisa tetap bersatu meski berbeda,” ujarnya di hadapan para peserta yang hadir.
Menjelang akhir acara, staf pengajar UIN Ambon itu juga menyampaikan pesan yang lebih luas kepada masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga kedamaian di Maluku dan terus merawat harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan daerah tersebut.
Baginya, masa depan Ambon tidak bisa diserahkan kepada orang lain. Kota ini, kata dia, adalah milik bersama yang harus dijaga dan dibangun oleh warganya sendiri.
“Maluku ini milik kita. Siapa lagi yang akan membangun kota ini kalau bukan kita sendiri,” katanya.
Seruan itu sejalan dengan semangat yang sering digaungkan masyarakat setempat: “Beta Par Ambon, Ambon Par Samua.” Sebuah pengingat bahwa Ambon berdiri untuk semua, dan semua orang memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaganya.
Senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon, Dr Hanock Mandaku, ST, M.T mempertegas bahwa silahturahmi para OKP Cipayung saat acara buka puasa bersama, berlangsung di momen yang sangat tepat, yakni di bulan suci Ramadan.
“Ini menjadi kesempatan bagi para alumni organisasi mahasiswa untuk kembali duduk bersama setelah lama tidak berjumpa. Keinginan untuk terus merawat silaturahmi itu selalu ada, dan bulan Ramadan menjadi momentum yang sangat strategis untuk menjawab kerinduan itu,” ujarnya.
Hanock menilai, pertemuan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika yang sedang berkembang di Kota Ambon dan Maluku, khususnya yang melibatkan mahasiswa di tingkat organisasi.
Ia mengingatkan bahwa para senior yang kini berkumpul pernah melewati masa-masa yang tidak mudah ketika aktif sebagai aktivis mahasiswa. Saat itu, Maluku berada dalam situasi yang sangat kelam, namun para mahasiswa dari berbagai organisasi mampu tetap menjaga kebersamaan.
“Kami pernah berada dalam dunia aktivisme di masa ketika Maluku berada dalam situasi yang sangat kelam. Tetapi dalam kondisi itu, kami tetap bersama-sama menjaga Ambon dan Maluku hingga bisa keluar dari masa sulit tersebut,” katanya.
Menurut Hanock, keberhasilan menjaga stabilitas daerah pada masa itu tidak lepas dari kerja sama seluruh komponen masyarakat, termasuk mahasiswa dari organisasi Cipayung seperti HMI, GMKI, GMNI, PMKRI dan PMII.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi pelajaran penting bagi generasi mahasiswa saat ini. Ia berharap semangat kebersamaan yang pernah terbangun pada masa sulit tetap dipelihara oleh kader-kader muda organisasi kemahasiswaan.
Hanock menegaskan bahwa organisasi Cipayung harus tetap berada di garda depan dalam menjaga persatuan masyarakat Maluku. Mahasiswa, menurutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa untuk ikut mendukung pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial demi pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Maluku.
“Semangat kebersamaan itu harus tetap terpelihara. OKP Cipayung harus berdiri di garda terdepan menjaga persatuan anak negeri di Maluku, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung pemerintah daerah demi pembangunan yang lebih baik,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Hanock menegaskan bahwa membangun dan merawat silaturahmi jauh lebih penting dibandingkan kepentingan-kepentingan pragmatis yang sering muncul dalam dinamika organisasi.
Baginya, hubungan persaudaraan yang kuat antarorganisasi mahasiswa adalah fondasi utama untuk menjaga kedamaian dan masa depan Maluku.
Melalui pertemuan tersebut, para senior berharap solidaritas organisasi Cipayung di Ambon tetap terjaga, sekaligus menjadi contoh bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menghalangi mahasiswa untuk tetap bersatu menjaga ruang dialog dan persaudaraan.

Senada Sekretaris KAHMI Maluku, Dr. Djufry Pattilouw, M.Si, menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk kembali merajut silaturahmi sekaligus menguatkan semangat perjuangan para kader dan alumni organisasi.
Menurutnya, sejak awal kelompok Cipayung berdiri dengan tujuan yang jelas: memperjuangkan kepentingan generasi muda dan masa depan bangsa. Karena itu, hubungan antarorganisasi di dalamnya harus terus dijaga agar tetap solid meski dinamika dan perbedaan pandangan kerap terjadi.
“Dialektika dalam aliansi Cipayung adalah sesuatu yang wajar. Perbedaan pandangan justru menjadi bagian dari proses berpikir kritis. Namun dinamika itu tidak boleh meruntuhkan nilai solidaritas dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan kita,” ujarnya.
Djufry mengakui bahwa dalam perjalanan waktu, hubungan antarorganisasi kadang mengalami pasang surut. Kepentingan yang berbeda sering kali memunculkan ketegangan. Namun menurutnya, hal itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah kebersamaan yang telah dibangun sejak lama.
Ia menilai, justru dalam situasi seperti itulah para kader dituntut untuk tetap rasional, kritis, dan terbuka dalam berdialog. Dengan begitu, setiap dinamika dapat melahirkan keputusan yang diterima bersama tanpa merusak hubungan persaudaraan.
Momentum Ramadan, kata dia, menjadi waktu yang tepat untuk meredakan sekat-sekat yang mungkin muncul akibat perbedaan kepentingan. Melalui kebersamaan seperti buka puasa bersama, kepercayaan antar aktivis dapat kembali diperkuat.
“Ramadan memberi ruang bagi kita untuk kembali merajut kebersamaan dan saling percaya. Kehadiran Cipayung harus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Maluku,” katanya.
Djufry juga mengingatkan bahwa kondisi Maluku saat ini membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, organisasi kepemudaan tidak boleh terjebak pada kepentingan sempit yang justru menghambat kemajuan daerah.
“Maluku tidak sedang dalam situasi yang sepenuhnya baik-baik saja. Karena itu perhatian kita harus diarahkan pada kepentingan yang lebih besar, yaitu masa depan daerah ini,” seraya mengajak masyarakat Maluku untuk terus menjalin silaturahmi untuk mewujudkan Maluku yang aman dan damai.
“Selaku anak-anak Maluku, mari kita bersinergi dengan aparat keamanan menjelang hari-hari besar keagamaan, kita ciptakan rasa persaudaraan yang hakiki ciptakan situasi aman dan damai, ” ajak Djufry Pattilouw.

Untuk disimak bersama kelompok Cipayung, yang terdiri dari organisasi kemahasiswaan seperti HMI, GMNI, GMKI, PMKRI, dan PMII, didirikan pada tanggal 22 Januari 1972. Pertemuan awal yang menandai terbentuknya kelompok ini berlangsung di Cipayung, Bogor, sebagai upaya menyatukan pandangan organisasi kepemudaan di Indonesia.

Tujuan:

Didirikan sebagai wadah diskusi dan sinergi organisasi mahasiswa nasional di tengah perbedaan ideologi.(*)

[instagram-feed]