SBB,beritasumbernews.com,Hujan dan Banjir yang datang dengan begitu deras menghantam bumi Saka Mese Nusa tepatnya di daerah pegunungan tembaga (wiuwiu) Dusun Hulung, Desa Iha, Kec.Huamual, Kab.SBB, yang mana akibatnya meluap air pada sunyai – sungai kecil sehingga menimbulkan longsor.
Kejadian tersebut berdasarkan amatan awak media ini kemarin, bahwa” sekitar pukul 00 : 15 Wit, sejak Senin malam sampai Selasa malam daerah tersebut di guyur hujan deras yang tak henti – henti. Selasa 5/07/202
Akibat dari bencana tersebut terjadi korban jiwa, yang mana di ketahui sebanyak tujuh orang yang terseret dan tertimbun oleh tanah longsor.
Dari ke tujuh korban akibat terseret dan tertimbun tanah tersebut, dua di antaranya di ketahui selamat sementara lima di antaranya di nyatakan meninggal.
Sampai berita ini tayang Kades Iha belum dapat terhubung, berhubung di daerah tersebut sulit terhubung dengan jaringan telekomunikasi, sementara kepala badan bencana Daerah Kab. SBB (BPBD) Thomas Wattimena yang di hubungi awak media ini belum bisa berbicara banyak karena pihaknya belum dapat laporan ril serta belum turun ke lokasi kejadian.
Warga masyarakat sangat menyesalkan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) yang punya tanggung jawab pada hal tersebut namun dalam tanggungjawabnya lemah dan terkesan lamban, padahal sudah ada korban jiwa, pejabat Bupati harus segera mengevaluasi kinerja kepala BPBD dan bila perlu di copot dari jabatannya.

Korban selamat dalam insiden tanah longsor tersebut yakni” Faisal (30), alamat Dusun Pawate/tanah goyang, Desa Loki, Ripaldi (20), juga asal Dusun Pawate, Desa Loki.
Sementara korban meninggal terpantau awak media di ketahui yakni” Vival (26) asal Dusun Pawate/Ani, Desa Loki, Kemudian Ny.Abdul Rahman (48) asal Desa Kawa, Kec.Seram Barat.
Tiga di antaranya di nyatakan hilang dan belum di temukan masih dalam pencarian oleh warga masyarakat yang di bantu TNI, Polri.
Tiga korban hilang yang belum di temukan tersebut di ketahui Abd Rahman Samal (58) asal Desa Kawah, Kec. Seram Barat, kemudian dua orang anak kembar yang berusia 8,9 tahun.
Sementara untuk korban akibat terseret banjir yakni dua orang Laridwan (40) asal Dusun Ani di nyatakan selamat, sedangkan Sajir Basir (43) juga asal Dusun Ani yang di ketahui meninggal namun Jazatnya hingga saat ini belum di temukan, dan masih dalam pencarian.
Para Korban adalah para penambang Ilegal Batu sinabar di Gunung Tambaga Desa Luhu Kec. Huamual, Kab.SBB.
Kronologis singkat yang sempat di himpun awak media ini yakni” Para Korban pada Saat kejadian Longsor dan Banjir berada pada Tenda/Kamp di lokasi Gunung Tambaga.

Dalam dua insiden tersebut, yakni banjir dan tanah longsor, hingga saat ini terlihat TNI dan Polri bersama warga masyarakat sekitar masih giat terus mencari korban hilang. (Yan.L)


