Menampilkan: 31 - 40 dari 246 HASIL
Pendidikan

Kepala Sekolah SMAN 13 Ambon Berharap Proses Belajar Mengajar Dapat Di tingkatkan Untuk Kualitas Pendidikan Yang Lebih Baik

Ambonberitasumbernews.com Kepsek SMA 13 Ambon Ahmat Soleman Sebanyak 1140 siswa SMAN 13 Ambon telah siap untuk masuk dalam Proses Belajar Mengajar tahun ajaran 2024-2025. Para siswa ini dipersiapkan dalam 29 Rombongan Belajar .

Hal ini disampaikan Kepala SMAN 13 Ambon,  Achmad. Soleman S.Pd, saat diwawancarai diruang kerjanya Rabu 7 Agustus 2024.

Kepsek mengatakan Proses Belajar Mengajar ini, berjalan sebagaimana yang sudah dijadwalkan pihak sekolah, dan dibantu dengan keseluruhan guru yang dipersiapkan, sebanyak 87 orang guru

Kepsek Ahmad Soleman berharap Proses Belajar Mengajar tahun ajaran 2024-2025 berjalan secara baik, dan kinerja selama ini dengan Pemerintah Daerah tetap terjaga dengan aman

Kedepannya Proses belajar mangajar dapat ditingkatkan,terutama untuk kualitas pendidikan di-SMA Negeri 13 Ambon,” tutup Soleman. (Chey21).

Pendidikan

SMP.N 19 Ambon Mengadakan Acara Pentas Seni Budaya ,” Dengan Judul Toma Maju Berkarya Untuk Indonesia

Ambonberitasumbernews.com Acara pargelaran Seni SMP.Negeri 19 Ambon dengan, Tema Toma Maju Berkarya untuk Indonesia, yang berlangsung di baileuw Oikumena Ambon kamis 16/5/2024

Yang dihadiri oleh Penjabat Walikota Ambon Drs Bodewin Wattimena M Si, Ketua DPRD kota Ambon Ely Toisuta, Kepala Dinas pendidikan kota Ambon Ferdinan Taso, Kepala dinas PUPR kota Ambon,Serta pimpinan OPD lain yang turut diundang

Kepala SMP N 19 Ambon Novy Gaspersz, S pd saat memberikan sambutannya,Pendidikan seni budaya memiliki peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak yang mencapai kunci kecerdasan dan keberhasilan yang terdiri dari kecerdasan inter presonal itern siswa serta kecerdasan emosional

Pendidikan seni budaya memiliki tujuan sebagai wahana untuk meningkatkan kreatifitas .

Dikatakan Seni budaya dan ketrampilan sangat memegang peranan penting yang menggambarkan ekpresi suatu kelompok Masyarkat ,melalui seni budaya dan ketrampilan kita menghormati dan menghargai kelestarian budaya yang ada di indonesia

Sementara itu Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena yang hadir dalam acara pembukaan pargelaran pentas seni budaya SMP N 19 memberikan penghargaan kepada anak anak siswa SMP.N 19 yang memiliki bakat dan talenta yang luar biasa untuk di kembangkan .

Wattimena menjelaskan Pemerintah pusat lewat kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Kurikulum merdeka belajar yang dimaksudkan untuk mengembangkan minat, kreatifitas,dan semua potensi yang mereka miliki , upaya ini harus di dukung oleh semua pemangku kepentingan, baik itu Pemerintah kota Ambon DPRD kota Ambon para guru, komite sekolah dengan Infrastruktur . Ucapnya

Wattimena menjelaskan bahwa, kita tidak bisa berharap anak-anak kita bertumbuh hanya dengan kemampuan intelektual saja tetapi mereka harus bertumbuh dengan keseimbangan antara karakter dan intelektual yang baik,
harapan, minat dan kreatifitas anak SMP N 19 terus dikembangkan untuk mencapai masa depan yang baik,katanya

Sebagimana diketahui pentas seni budaya Toma Maju Berkarya Untuk Indonesia,SMP N 19 Ambon melibatkan 40 siswa terbaik sehingga mereka mampu membawakan seni budaya lagu daerah maupun tari tarian (chey)

Pendidikan

Kepsek SMA Negeri 13 Ambon Ahmad Soleman Melepasan 314 Peserta Didik Kelas XII

Kepsek SMA Negeri 13 Ambon A

Kepala SMA Negeri 13 Ambon, Ahmad Soleman  S.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Siswa kelas XII telah mengakhiri proses pembelajaran selama tiga Tahun di SMA Negeri 13 Ambon yang ditandai dengan pengumuman kelulusan pada tanggal 6 Mei 2024 kemarin.

Menurut Kepsek, dari jumlah siswa sebanyak 314 siswa yang mengikuti ujian akhir Tahun 2024 seluruhnya dinyatakan lulus atau lulus 100 %

Dari jumlah siswa tersebut diatas, terdapat 50 orang siswa yang telah lulus seleksi masuk berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia melalui jalur, Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), jumlah ini mengalami peningkatan 100 % bila dibandingkan dengan jumlah siswa yang lolos jalur SNBP Tahun 2023 yang berjumlah 25 orang, ucap Ahmad .

Dirinya berharap kedepan siswa yang lolos masuk Perguruan Tinggi dengan jalur SNBP ini mengalami peningkatan dari Tahun ke Tahun.

Bagi anak-anakku yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi namun belum berkesempatan melalui jalur SNBP, kami berharap dapat mengikuti jalur-jalur lainnya seperti jalur Mandiri yang telah dibuka sampai tanggal 31 Mei nanti,

Kepsek juga, mengingatkan kembali,Tiga Tahun yang lalu kami menerima kalian dengan tangan terbuka, dan Tiga Tahun berlalu kini tiba saatnya untuk melepaskan kalian ke pangkuan orangtua.
Banyak cerita yang kita jalani bersama, suka dan dukapun menghiasi cerita panjang sebagai keluarga besar, keluarga yang kita cintai SMA Negeri 13 Ambon.
Banyak sudah cerita yang telah kami berikan kepada kalian namun diluar sana banyak yang harus kalian pelajari. Katanya

Janganlah berhenti mendaki bila hendak ke puncak. Selamat jalan anak-anakku harapan dan doa kami keluarga besar SMA Negeri 13 Ambon yang kalian tinggalkan senantiasa tetap mengiringi setiap langkahmu dalam mengarungi cita-citamu, ungkapnya.

Ditambahkan juga, Untuk diketahui Tahun ini peserta ujian berjumlah 314 siswa yang terdiri dari 162 siswa MIPA dan 152 untuk IPS semuanya dinyatakan lulus 100 persen.
Untuk yang lolos jalur SNBP, sebagian besar di Universitas Pattimura, ada di Malang dan Universitas Hasanuddin Makassar.

Pesan saya bagi yang lulusan Tahun 2024, giatlah belajar, disiplin dalam hidup dan tetap melaksanakan ibadah dengan tekun, ingat nasehat orangtua dan guru yang ada disekolah, tutup Kepsek.(Chey)

Pendidikan

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Rovik Akbar Afifudin , Pengankatan Kepsek Neg Harus Dihentikan

Ambon -beritasumbernews.com Wakil Ketua Komisi IV DPRD Promal Rovik Afifudin mengatakan proses seleksi dan pengangkatan kepala sekolah (Kepsek) Neg yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku harus dihentikan sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ini, Kata wakil ketua komisi IV Pengangkatan kepala sekolah, harus dihentikan karena saya sudah sampaikan adanya surat edaran menteri tentang penutupan Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang berkaitan dengan pengangkatan kepala sekolah negeri,Ambon, Kamis (11/4/2024).

Surat edaran menteri tersebut bernomor 2.579 tahun 2024 tertanggal 18 Maret 2024 yang dikeluarkan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbudristek dialamatkan kepada 241 Dinas Dikbud provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

“Isi surat edaran ini tentang pemberitahuan penutupan Data Pokok Pendidikan untuk update pengangkatan kepala sekolah negeri,” jelasnya.

Rovik mengatakan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan diselenggarakan Disdikbud Maluku saat ini untuk kepala sekolah negeri juga didasarkan informasi masyarakat tentang kepala sekolah yang bermasalah, namun bila tetap dipaksakan tentunya melanggar undang-undang

“Kalau uji kelayakan dan kepatutan tetap dipaksakan maka kepala sekolah negeri yang baru diangkat tidak terdaftar di Dapodik karena baik Disdukbud Provinsi Maluku maupun dinas, pada 11 kabupaten dan kota belum memasukkan atau memuat data dalam Dapodik,dan sudah ditutup,

Dengan tegas Rovik menyebutkan birokrasi pemerintahan di Maluku perlu dibenahi karena ada banyak pejabat di dinas/instansi terkait yang status pelaksana tugas, ada juga yang rangkap jabatan, bahkan hingga tiga jabatan.Ujarnya

“Kalau cara seperti ini maka roda pemerintahan berjalan tidak sehat dan proporsional serta kehilangan martabat dan kewibawaannya sebagai pejabat pemerintahan , Tutup Rovik.(bs)

 

Pendidikan

Kunjungi SMP 6 dan SMA 4 Ambon, Polda Maluku Ajak Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Ambonberitasumbernews.com  Kepolisian Daerah Maluku mengunjungi SMP Negeri 6 dan SMA Negeri 4 Kota Ambon dalam program Police Goes To School, Jumat (15/3/2024).

Dalam kunjungannya secara terpisah, Polda Maluku melalui Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Lalu Lintas Salawaku 2024 memberikan materi tentang tertib berlalu lintas.

Para pelajar SMP maupun SMA diajak agar kelak jika sudah cukup umur untuk diijinkan mengemudikan kendaraan agar selalu tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat, terutama pelajar agar senantiasa patuh dan disiplin dalam berlalu lintas,” kata Kasatgas Preemtif, IPTU Yustinus Pini.

Para pelajar juga diingatkan tentang bahaya kebut-kebutan maupun balap liar di jalan raya. Karena resikonya bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga masyarakat pengguna jalan lainnya.

“Tertib berlalu lintas bukan saja untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga untuk keselamatan orang lain dan masyarakat sesama penguna lalu lintas,” jelasnya.

Polda Maluku menghimbau pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas, seperti berkendara sudah cukup umur; menggunakan helm SNI; tidak menggunakan ponsel saat berkendara; tidak melawan arus; tidak berboncengan lebih dari satu orang dan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut para pelajar tampak antusias terhadap materi-materi tertib berlalu lintas yang disampaikan.

“Kegiatan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, terutama di kalangan pelajar. Karena dengan meningkatnya pemahaman mengenai aturan dan keselamatan berkendara, diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Maluku,” harapnya.(Chey)

Pendidikan

Sebanyak 314 Siswa SMA Neg. 13 Ambon Ikuti Ujian USBK, Kepsek Sebut Ini

Ambon,beritasumbernews.com
Sebanyak 314 siswa dan siswi SMA Negeri 13 Ambon dari berbagai jurusan mengikuti ujian USBK yang berlangsung sejak Senin 6 Maret 2024 kemarin hingga pada hari ini, hari ke tiga pelaksanaan ujian.

Hal ini di sampaikan oleh Kepala sekolah SMA Negeri 13 Ambon Ahmad Soleman S.pd. M.pd saat di temui awak media ini di ruang kepsek siang tadi menjelaskan” SMA Negeri 13 Ambon memiliki jumlah siswa sebanyak 314 yang mengikuti ujian USBK saat ini. Beber Kepsek

Di katakannya” dari jumlah 314 siswa dan siswi itu terdiri dari 162 Siswa mia (IPA), dan 152 Siswa iis (IPS), dan itu di bagi atas 17 ruang,
Untuk Mia (IPA) ada 9 ruang dan iis (IPS) ada 8 ruang. Ujar Kepsek

Di tambahkannya” siswa dan siswi SMA Negeri 13 Ambon di ketahui sangat disiplin, menurut pihak sekolah selama ini perilaku cukup bagus. Jelas Kepsek

Di tanyai masalah siswa yang suka terlambat atau bolos, kaya Kepsek” ada juga siswa satu/dua orang yang suka masuk terlambat tetapi demi kepentingan siswa ,” kepela sekolah dan guru guru sangat mengerti, dan itu wajar, tetapi secara umum siswa, siswi SMA Negeri 13 Ambon sangat baik, dan mereka sangat percaya diri, dan itu wajib, karena selama tiga tahun dibina, di didik di sekolah ini dan inilah hari hari terahir mereka di sekolah ini, ilmu yang di dapat itu, hari ini di uji dan harus percaya diri, karena kalau tidak percaya diri nanti hasilnya tidak bagus. Sebut Kepsek

Kepala sekolah berharap kepada siswa yang sementara mengikuti ujian ini harus mempunyai karakter, dan harus berdisiplin karena itu sangat penting, terutama disiplin datang kesekolah, disiplin tepat waktu, disiplin melaksanakan tugas dan disiplin berpakaian. Tuturnya

Kepsek juga berharap Dati kedisiplinan para siswa maka harapannya para siswa bisa mencapai nilai yang maksimal dan memperoleh hasil kelulusan yang baik. Pungkasnya (Chey)

Pendidikan

Polda Maluku Gelar Psikoedukasi “Positive Vibes Only” kepada Pelajar SMA

Ambon-beritasumbernews.com  Kepolisian Daerah Maluku melalui Biro Psikologi menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi “positive vibes only” kepada para pelajar SMA/SMK di Kota Ambon, Selasa (27/4/2024).

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pandangan positif, kesejahteraan emosional dan keterampilan untuk menghadapi tantangan ke depan ini dihelat di auditorium Kampus Universitas Pattimura Ambon.

Materi psikoedukasi positive vibes only diberikan oleh Kompol Heri Yulianto, S.Psi., M. Psi dari Biro Psikologi SSDM Mabes Polri. Ia didampingi 2 orang anggota tim.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabag Watpers Biro SDM Polda Maluku AKBP Ahmad Ginting, SH., MH, mewakili Karo SDM Polda Maluku. Para peserta dari siswa siswi SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Xaverius, SMK Negeri 3, dan SMK Negeri 5 Ambon.

“Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu komponen dari masyarakat yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian adalah generasi muda, khususnya yang masih berstatus pelajar,” kata Kabag Watpers saat membaca sambutan dari Karo SDM Polda Maluku.

Dari segi usia perkembangan, para siswa siswi SMA merupakan tahapan usia peralihan dari masa anak menuju kedewasaan. Menurutnya, tahap perkembangan yang demikian secara psikologis tentu sangat bersifat dinamis dan komplek. Kondisi itulah yang menuntut para pelajar untuk memiliki kesiapan diri yang handal agar dapat menyesuaikan diri dengan setiap situasi yang dihadapi.

“Dalam hal kesiapan diri yang handal, salah satunya adalah harus memiliki kesehatan mental yang prima, sehingga dapat adaptif dalam setiap dinamika perkembangan situasi yang dihadapi,” ungkapnya.

Di era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, dan Ambigous) seperti yang saat ini terjadi, Karo SDM menyampaikan perkembangan situasi sosial yang ada bersifat komplek, tidak stabil dan tidak pasti. Situasi psikologis yang demikian, jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menjadi stresor bagi para pelajar, sehingga akan memunculkan tekanan-tekanan psikologis tertentu.

“Nah untuk dapat mengelola kondisi yang demikian, para pelajar perlu difasilitasi untuk mendapatkan kesadaran tentang sumber energi yang ada pada diri masing-masing, sehingga dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam menghadapi setiap situasi,” jelasnya.

Para pelajar, lanjut Karo SDM, harus memiliki kesejahteraan emosional yang baik, pandangan yang positif dan sikap yang optimis dalam menghadapi tantangan yang ada. Untuk itu, salah satu upaya yang dapat diberikan Polri, khususnya psikologi Polri dalam memberikan kontribusi terhadap penyiapan diri para pelajar, adalah dengan memberikan layanan psikologi berupa psikoedukasi tentang Positif Vibes.

Program kegiatan ini, lanjut Dia, dilaksanakan dengan tujuan untuk menyalurkan energi yang bisa memberikan pengaruh positif pada para peserta seperti pengetahuan dan keterampilan (soft skill) dalam hal mengelola emosi, membentuk pandangan positif dan mewujudkan sikap optimis dalam menghadapi tantangan yang dihadapi.

Ia mengatakan, Kepala Biro SDM Polda Maluku memiliki harapan besar bahwa dari energi positif yang tersalurkan, para peserta akan lebih mampu dalam pengelolaan diri dan memiliki optimisme yang kuat dalam menatap masa depan.

Disamping itu, beliau juga berharap bahwa para perserta dapat menjadi Virus Positif untuk ditularkan kepada orang lain, khususnya para pelajar dikelompoknya masing-masing.

“Untuk itu, beliau mengajak para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat agar dapat menindaklanjuti hasil dari kegiatan ini di sekolah masing-masing agar seluruh siswa memiliki pandangan dan sikap yang sama dalam menyesuaikan diri terhadap situasi dan dalam menghadapi tantangan yang ada,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Karo SDM memberikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia penyelenggara, baik dari Bagian Psikologi Biro SDM Polda Maluku dan Biro Psikologi SSDM Polri serta pihak sekolah yang meluangkan waktunya untuk mengikutsertakan para pelajar untuk mengikuti kegiatan ini, sehingga dapat terlaksana dengan baik.

“Kami berharap semoga kegiatan ini memberikan sumbangsih terhadap keberlangsungan pembangunan bangsa dan negara, khususnya dalam hal sumber daya manusia,” pungkasnya.(chey)

Pendidikan

Polwan Polda Maluku Kembali Sosialisasi Bahaya Kasus Bullying dan Kekerasan Seksual di SD Xaverius Ambon

Ambonberitasumbernews.com Setelah kelas 3 – 4, Kepolisian Wanita Polda Maluku kembali memberikan sosialisasi tentang bahaya kasus bullying/perundungan dan kekerasan seksual kepada siswa-siswi di Sekolah Dasar (SD) Xaverius, Kota Ambon, Selasa (27/2/2024).

Kali ini, kegiatan sosialisasi dengan nama “Mangente Anak Sekolah” tersebut diberikan kepada siswa-siswi kelas 5 – 6 SD Xaverius Ambon.

Kegiatan edukasi ini dipimpin Ipda Marya Herlina Weridity. Ia didampingi Bripka Meilani Lewanussa, Bripka Kiki Rizkiyani Agustina, Brigpol Siti Hartini Merdekawati, Bripda Anisa Ura, Bripda Fitri Nurul Jihan Azzahra Tutupoho.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 71 siswa siswi kelas 3 dan 4. Mereka didampingi Kepala Sekolah, Fransina Laiyan,S.Ag bersama 3 orang guru SD Xaverius Ambon.

“Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi guna penceghan terjadinya kasus-kasus tersebut terhadap anak,” kata ketua tim sosialisasi, Ipda Marya Herlina Weridity.

Kegiatan yang dilaksanakan ini, kata Marya, merupakan penjabaran dari program Kapolda Maluku, yaitu “Basudara Manise”.

“Sosialisasi ini kami lakukan juga untuk menindaklanjuti permintaan kepala Sekolah SD Xaverius Ambon agar memberikan edukasi untuk pencegahan kasus kasus tersebut,” ungkapnya.

Berbagai sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak tentang apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying.

“Kami juga memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur dengan cara memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang asing,” jelasnya.

Selain itu, juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan serta menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal.(chey)

Pendidikan

Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Polwan Polda Maluku Kunjungi SD Xaverius

Ambonberitasumbernews.com Kepolisan Wanita (Polwan) Polda Maluku mengunjungi anak-anak di Sekolah Dasar (SD) Xaverius, Kota Ambon, Rabu (21/2/2024).

Kegiatan yang diberi nama Mangente Anak Sekolah ini bertujuan untuk memberikan edukasi dalam rangkaian pencegahan terjadinya bullying/perundungan dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Kegiatan edukasi tersebut dipimpin Ipda Nurul Hidayati Achmad. Ia didampingi Aipda Herlin B.J Waatwahan, Aipda Kalsum Thaha, Briptu Marissa Saliha, Brigpol Mustika Payung, Bripda Afriyani Ramli, Bripda Florensia Sahetapy, dan Bripda Aloisa Kelbulan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 70 siswa siswi kelas 1 dan 2. Mereka didampingi Kepala Sekolah, Fransina Laiyan,S.Ag bersama 6 orang guru SD Xaverius Ambon.

“Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi guna penceghan terjadinya kasus-kasus tersebut terhadap anak,” kata ketua tim sosialisasi, Ipda Nurul Hidayati Achmad.

Kegiatan yang dilakukan ini, lanjut Nurul, juga merupakan penjabaran dari program Kapolda Maluku, yaitu “Basudara Manise”.

“Sosialisasi ini kami lakukan juga untuk menindaklanjuti permintaan kepala Sekolah SD Xaverius Ambon agar memberikan sosialisasi dan edukasi untuk pencegahan kasus kasus itu,” tambahnya.

Berbagai sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak tentang apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying.

“Kami juga memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur dengan cara memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang asing,” jelasnya.

Selain itu, juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan serta menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal.(chey)

Pendidikan

Kadis PDK SBB Lakukan Hal Ini Wujudkan Pembenahan SDM Untuk Peningkatan Kualitas

SBB, beritasumbernews.com, Paska dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB, Suhna Umayyah Patty S.Sos menyatakan, targetnya adalah membenahi Sumber Daya Manusia ( SDM) dari sekolah- sekolah yang ada di Kabupaten SBB, karena sebuah sekolah dapat maju dan berkembang tergantung dari pimpinan yang ada disekolah.

“karena Saya melihat banyak sekali pimpinan yang ada di  pendidikan, khususnya satuan pendidikan SD dan SMP banyak yang belum menenuhi syarat walapun proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik” ungkap Patty.saat ditemui di Kantor DPRD SBB, Gunung Malintang, Kota Piru,  pada

Menurut Kadis yang juga menjabat sebagai PLT Sekretaris DPRD SBB ini, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB akan kembali melihat administrasi dan personality dari masing- masing satuan pendidikan, apakah Mereka dapat membantu, memperbaharui dan meningkatkan proses belajar mengajar yang ada di Dunia pendidikan Kabupaten SBB ini.

Sementara untuk program peningkatan kualitas untuk guru, Patty hanya berharap pada program nasional yaitu, program Guru Penggerak, dimana Ia berharap program ini dapat menjadi contoh dan pembanding bagi Guru – Guru lain di SBB, sehingga dari Guru Penggerak itu dapat mampu mengaplikasikan apa yang telah Mereka dapatkan sebagai Guru Penggerak, kepada teman- temannya  sesama guru baik disekolahnya maupun disekolah lain.

Menurut Patty, Guru Penggerak sudah sudah memenuhi persyaratan baik dari segi akademis maupun segi yang lainnya, karena itu dirinya berharap dengan adanya guru penggerak telah diorbitkan menjadi pimpinan di satuan pendidikan, nanti akan mempengaruhi dunia pendidikan yang ada dapat membenahi personaliti dari pimpinan sekolah.

Untuk peningkatan kualitas belajar mengajar, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBB ini juga berharap pada program Nasional yaitu : Merdeka Belajar  yang telah dijalankan di Kabupaten SBB, yang nantinya akan ditingkatkan lewat sosialisai secara gencar ke sekolah – sekolah  yang ada di Kabupaten SBB, pasalnya belum semua sekolah mendapatkan sosialisasi Program Merdeka belajar tersebut.

Patty meyakini bahwa, dengan adanya semua sekolah di Kabupaten SBB  telah menerapkan program Medeka Belajar maka, dunia pendidikan SBB akan berkembang lebih baik dibandingkan dengan saat ini.

Dari pantauan media ini program Kadis yang sering disapa dengan nama Ibu Maya ini untuk pembenahan Personaliti dan SDM tepat karena dari temuan di lapangan masih ada kepala sekolah yang tidak  konsep untuk kemajuan sekolahnya, bahkan ada juga ada kepala sekolah yang sering mabuk – mabukan, sehingga mau dibawa kemana pendidikan di Kabupaten ini.

Targetkan Pembenahan SDM Untuk Peningkatan Kualitas,Kadis PDK SBB Andalkan Program Guru Penggerak Dan Merdeka Belajar

Paska dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB, Suhna Umayyah Patty S.Sos menyatakan, targetnya adalah membenahi Sumber Daya Manusia ( SDM) dari sekolah- sekolah yang ada di Kabupaten SBB, karena sebuah sekolah dapat maju dan berkembang tergantung dari pimpinan yang ada disekolah.

“karena Saya melihat banyak sekali pimpinan yang ada di pendidikan, khususnya satuan pendidikan SD dan SMP banyak yang belum menenuhi syarat walapun proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik” ungkap Patty saat ditemui di Kantor DPRD SBB, Gunung Malintang, Kota Piru.

Menurut Kadis yang juga menjabat sebagai PLT Sekretaris DPRD SBB ini, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB akan kembali melihat administrasi dan personality dari masing- masing satuan pendidikan, apakah Mereka dapat membantu, memperbaharui dan meningkatkan proses belajar mengajar yang ada di Dunia pendidikan Kabupaten SBB ini.

Sementara untuk program peningkatan kualitas untuk guru, Patty hanya berharap pada program nasional yaitu, program Guru Penggerak, dimana Ia berharap program ini dapat menjadi contoh dan pembanding bagi Guru – Guru lain di SBB, sehingga dari Guru Penggerak itu dapat mampu mengaplikasikan apa yang telah Mereka dapatkan sebagai Guru Penggerak, kepada teman- temannya sesama guru baik disekolahnya maupun disekolah lain.

Menurut Patty, Guru Penggerak sudah sudah memenuhi persyaratan baik dari segi akademis maupun segi yang lainnya, karena itu dirinya berharap dengan adanya guru penggerak telah diorbitkan menjadi pimpinan di satuan pendidikan, nanti akan mempengaruhi dunia pendidikan yang ada dapat membenahi personaliti dari pimpinan sekolah.

Untuk peningkatan kualitas belajar mengajar, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBB ini juga berharap pada program Nasional yaitu : Merdeka Belajar yang telah dijalankan di Kabupaten SBB, yang nantinya akan ditingkatkan lewat sosialisai secara gencar ke sekolah – sekolah yang ada di Kabupaten SBB, pasalnya belum semua sekolah mendapatkan sosialisasi Program Merdeka belajar tersebut.

Patty meyakini bahwa, dengan adanya semua sekolah di Kabupaten SBB telah menerapkan program Medeka Belajar maka, dunia pendidikan SBB akan berkembang lebih baik dibandingkan dengan saat ini.

Dari pantauan media ini program Kadis yang sering disapa dengan nama Ibu Maya ini untuk pembenahan Personaliti dan SDM tepat karena dari temuan di lapangan masih ada kepala sekolah yang tidak konsep untuk kemajuan sekolahnya, bahkan ada juga ada kepala sekolah yang sering mabuk – mabukan, sehingga mau dibawa kemana pendidikan di Kabupaten ini. (Yan)

[instagram-feed]