Menampilkan: 41 - 50 dari 246 HASIL
Pendidikan

Upacara Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ke 78 2023

beritasumbernews.com Petingatan Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional yang se antero Lembaga Pendidikan Formal di Republik ini merayakannya pada tgl 25 November 2023.

Dan oleh Lembaga Pendidikan baik MI SD, SMP serta SLTA yang berada di Desa Wolu Kecamatan Telutih Malulu Tengah dirayakan pada tgl 27 November 2023.
Dalam dalam rangka memperingati Hut PGRI dan Hari Huri Nasional terdebut, telah dilaksanakan beberapa kegiatan perlombaan diantaranya lomba cerdas cermat, Lomba Gerak Jalan Indah.

Upacara Bendera Merah Putih yang dilaksanakan pada tgl 27 November tsb dihadri oleh Kepala Desa Wolu A Hallau Ka Polsek Telutih Ipda Yamin U Latua, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan serta warga Masyarakat Desa Wolu.

Selaku Inspektur Upacara Hasnawir S Spd, yang juga sebagai Kepala SMA Desa Wolu, Menteri Pendidikan dan Pengajaran pada amanat tertulisnya yg dibacakan Inspektur menyampaikan bahwa pada Tahun Pertama Pendidikan Nasional dalam melaksanakan Ujian Nasional disekolah, dipercayakan pada Guru Hebat melaksanakan Ujian Nasional disekolah masing masing.

Lebih lanjut Menteri dalam amanatnya yg dibacakan Inspektur Upacara menyampaikan bahwa ada tiga tahapan membina Pendidikan di Sekolah antara lain Literasi, Minerasi dan Karakter yg bertujuan untuk membangun mental dan Kepribadian serta watak dan kemampuan dalam berkreasi, inovasi dan hal hal positif yang menunjukan keberadaban itu sendiri.

Selesai Upacara Bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan pemberian Hadiah pada pemenang lomba ramah tamah.

Pendidikan

DANLANTAMAL IX BERI KULIAH UMUM KEPADA POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN KAMPUS MALUKU

Ambon beitasumbernews.com – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon. Brigadir Jenderal TNI (Mar) Said Latuconsina M.M., M.T., M.Tr.Opsla memberikan kuliah umun kepada Siswa Taruna dan Taruni yang diawali dengan tabur benih udang vaname di kolam Politeknik Ahli Usaha Perikanan Kampus Maluku sedangkan kuliah umum berlokasi di Aula Sekolah Usaha Perikanan Menengah Waiheru Ambon JL. Laksdya Leo Watimena, Km. 16, Passo, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku. Selasa (14/11/2023)

Bertemakan “Peran Generasi Muda Maluku Dalam Mengisi Pembangunan Menuju Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia” Brigjen Said Latuconsina berikan pemahaman kepada siswa generasi “Gen Z” melalui kuliah umum yang disampaikan mengenai bagaimana berperan pada permasalahan yang sering dihadapi seiring perkembangan zaman. Selain kuliah umum, Danlantamal IX juga diajak tebar benih Udang Vaname di kolam sekolah tersebut.

Di Maluku, Lautan lebih luas jika dibandingkan dengan daratan. Oleh sebab itu peran generasi muda sangat penting dalam keberlangsungan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Berbagai masalah seperti illegal fishing, Brigjen Said Latuconsina menjelaskan jika hal tersebut terjadi apa saja yang akan dilakukan, bagaimana solusinya dan sebagainya.

Brigjen Said Latuconsina berpesan kepada seluruh siswa agar selalu semangat dalam mengerjakan sesuatu, kalian harus bangga dapat menempuh pendidikan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah ini, karena selain menjadi kebanggaan orangtua, pendidikan yang ditempuh disini juga membuka kesempatan bagi masa depan yang cerah, bisa sebagai Pegawai Negeri Sipil, TNI, Polri dan berbagai instansi lainnya.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab salah satu siswa bertanya kepada Danlantamal IX “Apakah ketika kami lulus dari sekolah menengah ini ada kesempatan untuk kami masuk ke TNI AL komandan, mohon arahan untuk kami semua” ujar salah satu siswa. Kemudian Brigjen Said Latuconsina menjawab bahwa TNI Angkatan Laut selalu membuka kesempatan bagi yang bertekad bergabung, khususnya kalian siswa Taruna dibidang perikanan dan kelautan. Persiapkan diri dari jauh hari, perkuat fisik dan mental untuk seleksi kedepan. (Red)

Pendidikan

Dua Hari Dinas Pendidikan Kota Ambon Selenggarakan Kegiatan Program Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal/Kesetaraan Tahun 2023

Ambonberitasumbernews.com -Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah guna mendukung generasi emas bangsa, melalui kegiatan program Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal/Kesetaraan Tahun 2023.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon yang dilaksanakan selama dua hari mulai dari tanggal 7-8 November 2023, bertempat di ruang Aula PGSD UNPATTI Ambon.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Ambon Johny F. Sanders secara resmi membuka kegiatan program Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal/Kesetaraan Tahun 2023.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengelola, Tutor/Guru PKBM dan SKB se-Kota Ambon yang jumlahnya kurang lebih 100 orang.

Dalam sambutannya, Sanders mengatakan Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan yang berbahagia ini, untuk kita melakukan implementasi berbagai kebijakan-kebijakan Kementerian di Kota kita baik Pendidikan Formal maupun Pendidikan Non Formal.

irama kita harus disesuaikan dengan irama Kementerian dan tentunya irama Pendidikan Formal, olehnya itu Dinas Pendidikan Kota Ambon merasa sangat penting sekali untuk melakukan program pengembangan karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan. ungkap sanders

Sanders menambahkan Pelaksanaan kurikulum merdeka dengan sejumlah episodenya yang sekarang sudah sampai episode 26 dan episode ini seluruhnya sudah harus diterapkan di seluruh wilayah Indonesia dan seluruh jenjang pendidikan baik pendidikan formal dan pendidikan non formal.

Lanjut, ingat bahwa kita semua dalam pengelolaan satuan pendidikan kita, ini dikelola secara sistem sudah tidak lagi manual jadi apa yang kita kerjakan di satuan pendidikan kita diketahui kementerian.

Kegiatan ini merupakan suplemen tambahan yang di berikan kepada bapak/ibu sebagai bagian untuk bapak/ibu mengadaptasi dengan perkembangan Pendidikan yang terjadi didalam berbagai perubahan paradigma yang harus kita pecahkan dalam tugas bersama kita. tutur sanders

Di akhir sambutannya, Sanders berharap setelah kegiatan ini, ilmu yang bapak/ibu sudah dapatkan untuk bisa di terapkan di lembaga masing-masing. (K077A

Pendidikan

Wakili Lurah Batu Meja Buka Kegiatan Sosialisasi, Lekahena Sampaikan Amanat Lurah

Batu Meja,beritasumbernews.com,Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati Kota Ambon terus menggelar kegiatan sosialisasi guna membantu pemerintah memberantas buta aksara, dan mengurangi pengangguran, serta membantu pemerintah dalam mengurangi angka putus sekolah.

Kurang lebih hampir seminggu, PKBM Melati telah mengunjungi beberapa Desa, kelurahan guna menggelar kegiatan sosialisasi, demi mewujudkan anak Indonesia pintar.

Kali ini PKBM Melati menggelar kegiatan sosialisasi di Kantor Kelurahan Batu Meja, di hadiri oleh sejumlah Mahasiswa KKN, dan staf Kelurahan serta Kepala Seksi Pembangunan GRQ Lekahena. S.Sos, dan juga RT/RW se-Kelurahan Batu Meja, Tokoh Masyarakat, dan tokoh agama.

Saat membuka kegiatan Sosialisasi, Lekahena membaca sambutan Lurah Batu Meja Siti H Tuanaya,S.IP,M.Si, yang mana dalam sambutan tersebut Lurah menyambut baik kegiatan sosialisasi PKBM Melati guna membantu pemerintah memberantas buta aksara.

Lanjut Lekahena” Lurah juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak sempat hadir dalam kegiatan tersebut, di karenakan sedang melakukan kegiatan dinas luar daerah.

Kegiatan sosialisasi yang di lakukan PKBM Melati sangat bermanfaat bagi anak – anak putus sekolah, hal ini sangat membantu sehingga, angka putus sekolah dengan tingkat pengangguran yang tinggi akan lebih berkurang, karena dengan masuk ke PKBM untuk menempuh ilmu, maka masa depan dan peluang mendapat pekerjaan yang layak sangat mudah. Jelas Lurah

Pake A, paket B dan paket C saat ini sangat bermanfaat, setara SD, SMP, dan SMA, banyak yang telah menggunakan paket A.B. dan C ini guna mencapai impian dan masa depan mereka. Ujar Lurah dalam sambutannya yang di bacakan

Selain itu Lurah juga menghimbau, agar para RT/RW dapat membantu guna merekrut atau membantu memdata setiap anak putus sekolah di lokasi wilayah RT/RW masing – masing untuk kemudian di ajukan ke PKBM Melati kota Ambon untuk mengikuti proses belajar mengajar demi mencapai Ijazah yang di butuhkan. Himbau Lurah

Lurah menambahkan” sesuai dengan amanat UU pada pasal 30 UU 45 yang mana mengamanatkan bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak mendapat pendidikan yang layak. Ucap Lurah

Di katakannya juga” kehadiran PKBM Melati di Kota Ambon kususnya di Kelurahan Batu Meja sangatlah membawa dampak positif dan baik bagi anak – anak putus sekolah. Pungkasnya

Sementara dalam sambutannya Pengelola PKBM Melati Ida Farida Tomasoa.SH. MH sekaligus memaparkan materi di sampaikan” PKBM adalah wadah/fasilitator pertemuan antara kebutuhan dan sumber daya belajar, fasilitator belajar antara masyarakat yang berkebutuhan belajar dengan sumber daya belajar sehingga terjadi sebanyak mungkin terjadi peristiwa pembelajaran.

PKBM adalah wadah/fasilitator pertemuan antara kebutuhan dan sumber daya belajar, fasilitator belajar antara masyarakat yang berkebutuhan belajar dengan sumber daya belajar sehingga terjadi sebanyak mungkin terjadi peristiwa pembelajaran.

Tomasoa menambahkan Dasar Hukum PKBM adalah :

1. Undang – Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Peraturan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku No. 7 Tahun 2019

3. Permendikbud No. 81 Tahun 2013 tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal

4. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

5. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian

Tomasoa menambahkan Dasar Hukum PKBM adalah :

PKBM memiliki Dasar Hukum yang jelas sehingga masyarakat jangan menganggap Ijazah lulusan PKBM itu tidak bisa di pakai karena itu pemahaman yang salah. Ungkap Tomasoa

Katanya” Ijazah lulusan PKBM bisa di pakai untuk lanjut ke Perguruan Tinggi, Tes TNI/POLRI, Tes Pramugari/Pramugara dan lain-lain. Terang Tomasoa

Lanjutnya, program-program yang diselenggarakan oleh PKBM Melati Kota Ambon yaitu Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA, Magang, Kursus dan Pelatihan, Gugus Depan (GUDEP), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Narkotika, Psikotropika, zat adiktif lainya (NAPZA), Eksploitasi Seksual Anak (ESA) dan Program Pemberdayaan Masyarakat lainnya. Jelas Tomasoa

Di akhir penjelasannya, Tomasoa mengajak R.T/R.W untuk sama-sama memberantas buta aksara, anak putus sekolah dan kemiskinan serta menyampaikan kepada masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting karena pendidikan itu sepanjang hayat (tidak mengenal usia). Tutupnya (V374)

Pendidikan

Peduli Anak Putus Sekolah, PKBM Melati Terus Gelar Sosialisasi Pendidikan Kesetaraan

Ambon,beritasumbernews.com,Demi memberantas masyarakat putus sekolah, sehingga berkesempatan Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) melati kota Ambon terus menggelar sosialisasi program PKBM dan kali ini di lakukan pada Kelurahan Silale, Kec. Sirimau Kota Ambon. Senin 30/10/2023

Kegiatan Sosialisasi dimulai pukul 14:00 WIT bertempat di Kantor Kelurahan Silale dan di buka langsung oleh Lurah Silale Ridwan Muchlis Bin Umar, S.IP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut R.T/R.W se-Kelurahan Silale, Mahasiswa KKN UNPATTI Ambon dan Tokoh Masyarakat.

Dalam sambutannya, Lurah Silale memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh PKBM Melati Kota Ambon yang bekerjasama dengan Kelurahan Silale dalam memberantas masyarakat putus sekolah.

Pengelola PKBM Melati Kota Ambon Ida Farida Tomasoa, S.H.,M.H. dalam paparannya menjelaskan Visi PKBM Melati Kota Ambon adalah Terwujudnya PKBM sebagai gerakan sosial masyarakat yang efektik untuk mengatasi kebodohan, kemiskinan dan membangun kesetiakawanan di setiap komunitas di seluruh Indonesia. Papar Tomasoa

Kata Tomasoa” Misinya adalah Mewujudkan sejumlah masyarakat yang mampu mengikuti program-program bermutu , mewujudkan kesadaran luas bagi seluruh masyarakat akan pentingnya pendidikan, mewujudkan jaringan kerjasama yang baik sesama peserta didik dan pendidik/tutor yang luas di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka pembangunan masyarakat, mewujudkan maluku sebagai salah satu Provinsi yang paling terkemuka di Indonesia dalam program PKBM (Community Learning Centre). Ungkap Tomasoa

Tomasoa juga menambahkan Tujuan PKBM Melati Kota Ambon yaitu : 1. Untuk menghasilkan prestasi lulusan yang unggul dari tahun ke tahun

2. Menghasilkan manusia yang terampil, kreatif, dan inovasi di era modern

3. Mendorong lulusan, membantu Pemerintah menciptakan lapangan kerja secara mandiri

4. Meningkatkan kehidupan masyarakat sehat jasmani dan rohani.

Menurutnya” Terkadang Masyarakat menganggap kalau Ijazah lulusan Pendidikan Kesetaraan itu tidak bisa apa-apa tetapi pemahaman itu salah, karena sekarang ini Pendidikan Kesetaraan sudah sama dengan Pendidikan Formal contohnya di Pendidikan Formal dapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kami di Pendidikan Kesetaraan juga dapat. Tutur Tomasoa

Lanjutnya, PKBM Melati Kota Ambon memiliki program utama diantaranya Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA, Magang, Kursus dan Pelatihan, Gugus Depan (GUDEP), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Narkotika, Psikotropika, zat adiktif lainya (NAPZA), Eksploitasi Seksual Anak (ESA) dan Program Pemberdayaan Masyarakat lainnya. Jelas Tomasoa

Diakhir paparanya Tomasoa meminta kepada Lurah dan RT/RW untuk secara bersama-sama merangkul masyarakat Buta Aksara, Putus Sekolah, memberantas Kemiskinan dan Kebodohan di Kota Ambon khususnya di Kelurahan Silale. Pungkasnya (V374)

 

Pendidikan

Peduli Terhadap Siswi Korban Kebakaran, SMA Negeri I Halut Salurkan Bantuan

Halut,beritasumbernews.com
Kebakaran rumah Kamis malam 26 Oktober 2023 di Desa Gura Kompleks Buaile, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, mengakibatkan keluarga tersebut menjadi trauma, Namun disisi lain ada rasa kepedulian kemanusiaan dari pihak Sekolah SMA Negeri I Halmahera Utara.

SMANSA Halut lewat program kepedulian kemanusiaan telah turun ke rumah Korban untuk memberikan sumbangan berupa uang yang tidak disebut berapa jumlah nilainya dan uang tersebut diterima lansung oleh korban atas nama Trifena Parang, karena mengingat korban tersebut adalah salah satu Siswi kelas 12 IPB di SMA Negeri I Halmahera Utara. Senin 30/10/2023.

Kata Pembina OSIS SMA Negeri I Halut Donald Rischard Ollo Pattikawa S.Pd ketika diwawancarai Awak media, bahwa kegiatan ini adalah merupakan bentuk kepedulian SMA Negeri I Halmahera Utara yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Marthin Manuel S.Pd.,M.Pd beserta para Dewan Guru dan Siswa Siswi yang diwakilkan oleh OSIS SMA Negeri 1 Halmahera Utara.

Menurut Pattikawa” ini adalah suatu kerja sama lembaga SMA Negeri I Halmahera Utara, apabila ada musibah yang terjadi terhadap para Siswa/Siswi atau para Guru dari SMA Negeri I Halmahera Utara maka kami akan melaksanakan kegiatan seperti ini.

Sekali lagi Pattikawa menekankan bahwa itu adalah merupakan Program kami dari SMA Negeri I Halmahera Utara, pungkasnya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh Jems Parang (Ayah dari Siswi Trifena Parang), dalam keterangannya mengatakan” Saya selaku Orang tua sangat berterimakasih kepada pihak Sekolah SMA Negeri I Halmahera Utara, yang mana sudah peduli terhadap kami terutama anak kami yang kenal musibah kebaran beberapa hari yang lalu, Sekali lagi kami sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih. katanya

Kegiatan kepedulian kemanusiaan ini dipimpin lansung oleh Pembina OSIS SMA Negeri I Halut Donald Rischard Ollo Pattikawa S.Pd, didampingi Wali kelas Thomas Matruti, S.Pd.

Turut hadir juga Ibu Lusy Nanlohy S.PdK, IBu Dein Soloha,S.Pd beserta keterwakilan OSIS SMA Negeri I Halmahera Utara. (Yansen)

Pendidikan

Gawat,,,20 Lebih Mahasiswa Kedokteran Terancam DO Rektor Dan Wakil Rektor Bidang Akademik Dinilai Tidak Becus

Ambon,beritasumbernews.com,Terancan Drop Out (DO) 20 lebih Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) dinilai kalangan pemerhati pendidikan daerah ini Rektor, Prof Dr. M. J .Sapteno dan Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I), Prof Dr Ir Frederik Rieuwpassa, MS tidak becus menyelesaikan persoalan terjadi bahkan dinilai gagal total dalam menjalan tugas dan tanggung jawab sebagai Rektor dan Wakil Rektor bidang Akademik.

Pernyataan ini disampaikan salah satu pemerhati pendidikan daerah Maluku, Dr Piter Letelay, SH M Hum kepada media Senin (23/10/2023) di Ambon.

“Terkait dengan informasi bahwa 20 lebih Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpatti yang akan Drop Out oleh kampus Unpatti sendiri bahwa ini merupakan salah satu bentuk kegagalan dari Kampus sendiri terlebih khusus Bidang Akademik yang dibawahi Prof Dr Ir Frederik Rieuwpassa, Ms,” Ujar Letelay.

Menurutnya, Persoalan Akademik di lingkup Unpatti Ambon apalagi mahasiswa Kedokteran biaya kuliah sangat tinggi, Biaya satu semester mencapai Rp 14 juta lebih dan berdasarkan studi yang ada kalau memang soal DO Mahasiswa Fakultas Kedokteran maka sangat disayangkan terjadi kegagalan total dibuat pihak Akademik dipimpin Wakil Rektor I dan sangat merugikan anak-anak Maluku sendiri.

“Diharapkan kepada pihak Fakultas Kedokteran Unpatti tidak bisa memberikan DO Kepada mahasiswa secara sepihak karena ada aturan Universitas mestinya menjadi bahan pertimbangan, apabila DO sepihak oleh Fakultas maka dinilai sangat melanggar aturan,'” Kata Letelay.

Lebih lanjut Letelay Katakan, seharusnya mahasiswa sebelum masuk tahapan DO pihak Akademik Kampus membuat salah satu format menangani mahasiswa studi sangat lama atau mahasiswa pada semester tertentu sehingga dapat menjadi acuan bagi mahasiswa bisa berusaha menyelamatkan pendidikan mereka raih.

“Kalau 20 lebih Mahasiswa Fakultas Kedokteran akan Drop Out ini menjadi persoalan sangat besar, mengingat mereka adalah putra putri terbaik Maluku menjalankan studi di Fakultas Kedokteran Unpatti yang adalah milik orang Maluku sendiri olehnya harus dilihat secara serius oleh pihak Kampus persoalan terjadi,” pinta Letelay. (Chey)

Pendidikan

On The Spot Oleh Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Di SMA Siwalima Ambon, Tuai Hasil Ini

Ambon,beritasumbernews.comTerkait dengan Masalah-masalah yang sering terjadi di kalangan SMA-SMK khususnya di SMA Siwalima Saat ini, misalnya Pembinaan Manajemen, serta pengelolaan kebersihan Asrama putra maupun putri, dan kekerasan yang sedang marak di kalangan Sekolah khususnya SMA Siwalima saat ini, Samson Atapary selaku Ketua komisi 4 DPRD Provinsi Maluku, menyampaikan tanggapannya saat di temui wartawan, bertempat di SMA Siwalima, Rabu (4/10/2023) pukul 09:00 Wit.

Kepada wartawan Atapary menyampaikan, “Sebenarnya tanggung jawab utama untuk mengatasi Masalah-masalah pendidikan ini yaitu Dinas Pendidikan dari Seluruh SMA, SMK, dan termaksud SMA Siwalima.

Lanjutnya, ” Jadi Dinas Pendidikan ini yang harus bertanggung jawab, dan semua kesalahan ada pada Dinas Pendidikan itu sendiri, karena Dinas Pendidikan termaksud kami komisi 4, sudah membicarakannya sejak dua tahun lalu.

Tentang Bagaimana pembinaan manajemen yang ada di SMA Siwalima, baik itu proses belajar mengajar, maupun mengelola standar kebersihan asrama putra maupun putri, namun sama sekali tidak perna di laksanakan dengan baik oleh Ibu Kadis Pendidikan.

Padahal kita sudah membicarakan hal ini berulang-ulang, tetapi masih terus terulang lagi, sehingga membuktikan bahwa, mungkin Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, tidak perna meninjau langsung sebagai seorang penanggung jawab, tutur Atapary.

Dirinya juga menyampaikan, “Selanjutnya terkait dengan budaya kekerasan yang sedang marak di sekolah SMA Siwalima ini, kekerasan ini sudah cukup lama terjadi, tetapi kita sebagai Komisi 4 DPRD Provinsi Maluku, sudah melakukan interview dari beberapa siswa yang telah melakukan kekerasan terhadap teman yang lain, dan ini bukan salah mereka, ini ada sistem yang salah dan yang bertanggung jawab terhadap sistem ini adalah Dinas Pendidikan.

Jadi yang bersalah itu Ibu Kadis Pendidikan, karena tidak membangun sistem, padahal kalau mau di bilang, pembangunan sistem ini tidak membutuhkan anggaran, karena yang dibangun ini adalah karakter siswa dan tanggung jawab Guru, bukan fisik yang di bangun, dan merupakan bagian dari sistem pembelajaran di sekolah, sehingga hal-hal yang sering terjadi ini, bisa di artisipasi secara dini, pungkasnya. (Chey)

Pendidikan

Telah Terjadi Tindak Kekerasan Pada siswa Baru di SMA Siwalima  Waiheru Ambon 

Ambonberitasumbernews.com Wakil ketua komisi IV anggota DPRD provinsi Maluku Rovik Afifudin angkat bicara terkait dengan adanya kasus kekerasan dalam penerimaan siswa baru di SMA Siwalima,

Menurut Afifudin”Sampai hari ini kami juga baru dengar dan membacanya di media masa tindakan seperti ini tindakan yang tidak perlu dilakukan di sistem pendidikan kita
Hal ini sudah tidak lagi diperlakukan cara-cara fisik itu tidak tidak perlu,

karena itu bisa saja melanggar hukum,dan kalau memang keluarga korban akan melaporkan ke pihak berwajib maka itu adalah hak keluarga korban sebagai warga negara,

yang kita soroti adalah sikap sekolah sendiri, peristiwa ini bisa terjadi karena lemahnya pengawasan dari pihak sekolah terutama guru-gurunya,Jadi ini menjadi sebuah peristiwa yang terakhir dan tidak boleh lagi terjadi sistem perploncoan itu tidak bisa ada dalam ruang-ruang sipil,apalagi ruang pendidikan seperti itu,hal ini tidak ada urgensinya dan tidak ada hubungannya dengan perkembangan siswa didik,

Apalagi mereka ini kan anak-anak yang masih di bangku pendidikan menengah,,jadi mereka mau bersekolah di situ untuk mencerdaskan dan di cerdaskan,bukan mau dididik menjadi hal yang lain lah kira-kira begitu

Oleh karena itu,ini harus ada tindakan terhadap oknum yang melakukan kekerasan itu sehingga mengakibatkan korban kalau tidak salah ada memar atau ada luka di salah satu bagian tubuhnya,Dan itu sangat tidak baik,karena itu harus ada tindakan disiplin yang harus diambil oleh pihak sekolah dan kepala sekolah dan perangkat guru-gurunya,agar peristiwa ini tidak lagi terjadi,

Dan setelah ini nanti kami akan turun langsung ke SMA Siwalima untuk memastikan bahwa peristiwa-peristiwa kekerasan atas nama apapun itu tidak boleh dilakukan dalam sistem pendidikan kita,apalagi terhadap sekolah yang menjadi sekolah unggulan kita,sekolah yang kita biayai dengan APBD itu tidak boleh sama sekali dilakukan apapun alasannya tidak boleh dilakukan di sini,

Lanjut Afifudin”Kalau memang keluarga membawa kasus ini ke pihak hukum Ini kan hak sebagai warga negara, kalau memang mereka mau membawa ke proses hukum,
itu adalah hak sebagai warga negara yang baik entah korban maupun pelaku, harus menghadapi proses hukum kalau memang itu, kita kan tidak mungkin melarang bahwa jangan siapa yang mau bertanggung jawab dengan hal itu tapi kalau misalnya atau korban mengambil langkah-langkah itu ya itu semua sebagai warga negara untuk proses secara hukum kejadian yang menimpa mereka nanti urusannya ada pada bagaimana kepolisian dan pihak sekolah melakukan komunikasi agar supaya bisa di selesaikan secara kekeluargaan,

Semua tergantung pada proses pendekatan yang di lakukan,Karena peristiwa hukum itu tidak bisa kita halang halangi karena itu adalah hak dari pihak keluarga yang merasa anaknya sebagai korban,”pungkasnya pada insan media di gedung wakil rakyat provinsi Maluku

[instagram-feed]