SBB,beritasumbernews.com,Peningkatan kapasitas jalan dan jembatan yang menghubungkan desa desa yaitu someth, ahiolo watui, huku kecil dan abio, oleh pemerintah sangat dibutuhkan.
Sejalan dengan itu berdasarkan hasil pertemuan dengan warga masyarakat pegunungan desa huku kecil, Jacob Silas Wakanno SH pemerhati sosial caleg Dapil 2 kab SBB salah satu perwakilan warga pegunungan, Imanuel Bilalessy yang mana di katakannya warga masyarakat pegunungan elpaputih merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Cetusnya kesal
Bahkan kami telah berteriak ke semuah jenjang Baik itu Presiden, Gubernur maupun Bupati dan tidak melihat ini sebagai suatu tanggungjawab pemerintah kepada kami masyarakaat terpencil yang ada dalam pendaritaan saat ini.
Katanya” hal tersebut timbul pertannyaan dalam benak masyarakat pegunungan apakah masyarakat di sana bukan warga Negera indonesia, propinsi maluku, Kab. SBB, serta kecamatan elpaputih, karena selama 78 tahun Indonesia merdeka tatapi sentuhan pembangunan sebagai wujud Indonesia merdeka tidak pernah dinikmati oleh kami. Ungkapnya
Perlu diketahui pula bahwa hasil hutan di Desa pegunungan itu sangat banyak dan kaya, akan tetapi mau di pasarkan kemana, kalau menggunakan transportasi roda 2 berarti biaya transportasi angkut ke jalan raya lebih besar sehingga dan itulah kenyataan yang di alami saat ini. Jelasnya
Harapan masyarakat 5 Negeri pegunungan elpaputih yaitu mohon perhatian Pemkab SBB dalam hal ini Bupati dan DPRD guna melihat atau melirik sedikit saja pembangunan jalan dan jembatan dapat menghubungkan Jalan Tran Seram ke Abio Watui sehingga dapat menjawab ketertinggalan dan dapat menghapus jeritan tangis dir mata warga 5 Negeri di di Pegunungan Kecamatan Elpaputih kab SBB. Pintanya
Bagi kami sampai 100 tahun Indonesia merdeka sekalipun kami tidak pernah rasakan kemerdekaan Indonesia itu, karena kami tidak di anak Tirikan, bahkan kami di tipu oleh Presiden dan Bupati yang hanya datang mengambil suara politik kami namun usai politik kami di lupakan. Kesalnya (Yan L)
