Berita

walikota Ambon Serahkan Sejumblah Bantuan Kepada Masyarakat Kota Ambon

Ambonberitasumbernews.com – Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk memperkuat kebersihan kota, meningkatkan ketahanan pangan lokal, dan mempercepat penanganan masyarakat terdampak bencana. Ini adalah upaya nyata pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Ambon.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat kebersihan kota, meningkatkan ketahanan pangan lokal, dan mempercepat penanganan masyarakat terdampak bencana. Penegasan ini disampaikan dalam apel pagi di Balai Kota Ambon, Senin (8/12/2025).

Pemerintah Kota Ambon juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi kebijakan pemerintah demi kebaikan bersama.

Apel yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Ely Toisuta, Pj Sekretaris Kota Robby Sapulette, dan para pimpinan OPD, camat, lurah, raja, kepala sekolah, kepala puskesmas, serta perangkat desa ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan tempat sampah kepada sekolah, rumah ibadah, dan kelompok pemuda. Ini adalah upaya pemerintah kota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Pemkot Ambon juga menyerahkan bibit pertanian bagi kelompok tani dan bantuan kepada warga yang terdampak bencana alam maupun bencana sosial. Ini adalah upaya pemerintah kota untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menekankan bahwa upaya menjadikan Ambon sebagai kota yang bersih tidak dapat hanya mengandalkan imbauan. Pemerintah harus lebih dahulu memperlihatkan keteladanan dalam menjaga lingkungan. “Untuk mewujudkan Ambon bersih, tidak cukup hanya berkata-kata. Pemerintah harus memberi contoh,” ujarnya.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menekankan bahwa pembagian fasilitas kebersihan kepada sekolah, rumah ibadah, dan kelompok pemuda dimaksudkan sebagai pemicu agar semua unsur masyarakat turut terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemkot juga telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pelaku usaha untuk menyediakan tempat sampah, menjaga kebersihan area usaha, dan memastikan kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Wattimena mengungkapkan bahwa Pemkot Ambon terus memperkuat kapasitas pengelolaan sampah, termasuk merampungkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pada 2026. Sembari menunggu fasilitas tersebut tuntas, pemerintah menambah ketersediaan tempat sampah di berbagai ruang publik

“Pemerintah Kota Ambon tidak akan memberatkan pelaku usaha dengan pungutan yang tidak sesuai aturan. Namun kewajiban mereka adalah menaati kebijakan pemerintah demi kebaikan bersama,” tegas Wali Kota. Penguatan kebersihan, ketahanan pangan, dan manajemen penanganan bencana akan terus menjadi prioritas Pemkot Ambon.

( chey

Berita

Jasa Raharja Serahkan Bantuan di Lubuk Minturun, Sumatra Barat, Pascabencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor*

beritasumbernews.comJakarta, 6 Desember 2025 — Bencana alam banjir bandang yang melanda Aceh,

Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu meninggalkan dampak
hebat bagi sejumlah wilayah, termasuk di Kampung Apa di Kelurahan Lubuk
Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Sumatra Barat. Di daerah ini, banjir bandang dan
tanah longsor memaksa ratusan penduduk mengungsi. Berdasarkan data, tercatat
220 kepala keluarga dengan total 550 jiwa terdampak, dengan empat korban
ditemukan meninggal dunia serta dua warga lainnya masih dalam pencarian oleh tim
gabungan.
Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan, Jasa Raharja
bersama tim Ditlantas Polda Sumatra Barat menyalurkan bantuan sosial kepada
masyarakat terdampak di Posko Lubuk Minturun pada Jumat, 5 Desember 2025.
Bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan Divisi Pelayanan dan TJSL Jasa
Raharja Kanwil Sumatra Barat kepada Koordinator Posko Lubuk Minturun, untuk
kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Setelah penyerahan bantuan di Posko Lubuk Minturun, tim Ditlantas Polda Sumatra
Barat melanjutkan penyaluran bantuan ke Posko Tanggap Darurat BNPB Sumatra
Barat. Bantuan diserahkan langsung kepada pihak BNPB untuk memenuhi
kebutuhan warga sekitar. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan
distribusi berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan menjangkau seluruh warga
terdampak secara merata.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan bahan makanan yang
disesuaikan dengan kondisi darurat di lapangan. Masing-masing posko
mendapatkan bantuan berupa 25 botol kecap, 12 kotak air mineral, 224 buah mie
instan cup, 65 karung beras, 140 kotak susu, 220 kaleng sarden, 200 bungkus mie
instan, serta 700 butir telur. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya
meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat
kerusakan permukiman serta keterbatasan akses logistik.
Plt. Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menyampaikan bahwa Jasa
Raharja berkomitmen hadir dan bertindak cepat dalam situasi kedaruratan.
“Banjir bandang yang terjadi di wilayah Sumatra beberapa waktu lalu telah
menimbulkan dampak besar bagi masyarakat, termasuk di Lubuk Minturun. Jasa
Raharja berupaya memberikan dukungan melalui bantuan sosial yang dapat
meringankan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat. Kami
memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi agar tepat sasaran
dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak,” ujar Dewi.
Ia juga menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari peran
Jasa Raharja sebagai BUMN yang tidak hanya menjalankan mandat layanan publik,
tetapi juga tanggap terhadap kondisi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, BNPB, Polda Sumatra Barat,
serta seluruh pihak yang membantu proses penanganan bencana. Sinergi seperti ini
sangat penting agar masyarakat dapat segera pulih dan bangkit,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja berharap bantuan yang diberikan dapat
mendukung pemulihan awal masyarakat Lubuk Minturun, Sumatra Barat, sekaligus
memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi
bencana alam di masa mendatang. (**)

Berita

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan*

beritasumbernews.com *Papua & Maluku Utara, 8 Desember 2025* – Sebagai ujung tombak pengiriman energi sampai ke masyarakat, awak mobil tanki di wilayah Papua Maluku terus dibekali peningkatan kehandalan dan kewaspadaan dalam mengendarai truk tanki yang berisi bahan bakar melalui pelatihan Proficiency Test.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo mengatakan pelatihan ini memiliki tujuan utama untuk memastikan aspek keamanan dan kehandalan distribusi bagi masyarakat.

“Dalam membawa bahan bakar atau barang khusus, awak mobil tanki harus memiliki standar kompetensi tertentu. Kemampuan ini harus diperbarui dan ditingkatkan terus sesuai teknologi kendaraan dengan harapan makin meningkatnya kesadaran akan keselamatan operasional,” terang Awan.

Pada masa sebelum Natal dan Tahun Baru, 95 awak mobil tanki yang bertugas di Jayapura, Sorong dan Tobelo sudah mengikuti pelatihan ini yang telah dilaksanakan dalam rentang waktu 18 November sampai dengan 7 Desember 2025 untuk 3 lokasi . Menurut Awan, ini menjadi bekal untuk memastikan layanan dan distribusi jelang masa libur dilakukan sesuai perencanaan, dan tentu dengan mengutamakan aspek keselamatan.

“Harapannya kewaspadaan dan keselamatan akan selalu menjadi prioritas para awak mobil tanki, mengingat barang yang dibawa adalah bahan bakar yang bisa menjadi berbahaya. Dengan awak mobil tanki yang baik, meningkatkan jaminan kehandalan distribusi BBM, minyak tanah, dan LPG di Papua Maluku dilakukan dengan tepat waktu apalagi jelang memasuki masa libur akhir tahun,” tukas Awan.

Salah satu instruktur dalam pelatihan ini adalah Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Senior Investigator di KNKT, Ahmad Wildan. Menurutnya, awak mobil tanki harus berkala diberikan pengingat pentingnya mengemudi dengan baik untuk mengurangi potensi kecelakaan yang diakibatkan faktor manusia.

“Faktor manusia berperan besar terhadap peralatan yang digunakan, yang dibawa oleh para awak mobil tanki Pertamina ini kami sebut dangerous goods, sehingga menjadi sangat penting kehandalan, kewaspadaan, dan pentingnya supir maupun awaknya untuk saling menerapkan prinsip keselamatan dalam berkendara. Jadi dengan pelatihan ini harapannya akan meningkatkan kinerja awak mobil tanki dalam hal keselamatan dan keamanan kerja,” tutup Ahmad Wildan. (**)

Berita

Wakapolda Maluku Ikut Vicon Kesiapan Operasi Lilin 2025, Tekankan Makna Pelayanan Sesungguhnya Kepada Masyarakat

Ambonberitasumbernews.com – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H mengikuti video conference (Vicon) terkait kesiapan operasi Lilin Tahun 2025.

Vicon kesiapan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini dipimpin Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen. Pol. Dr. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si, Jumat (5/12/2025).

Saat mengikuti vicon di ruang vicon lantai 2 Markas Polda Maluku, Wakapolda didampingi sejumlah pejabat utama dan Kapolres jajaran yang hadir melalui sarana zoom meeting.

“Operasi Lilin 2025 tidak hanya berorientasi pada pengamanan secara prosedural, tetapi juga harus mengedepankan makna pelayanan yang sesungguhnya kepada masyarakat, khususnya dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru,” pinta Komjen M. Fadil Imran dalam arahannya.

Beberapa prinsip dasar yang ditekankan dalam pengamanan Nataru di antaranya bahwa Polri harus hadir untuk “menyentuh makna”, bukan sekadar menjalankan formalitas tugas.

Komjen Fadil juga menekankan terkait profesionalisme personel harus berjalan beriringan dengan empati. Sementara pelayanan kepada masyarakat harus ditunjukkan melalui kehadiran yang terlihat, pendekatan dialogis, serta respons yang cepat dan tepat.

Pentingnya sinergi antar fungsi di tingkat Polda dan Polres, juga diingatkan Komjen Fadil untuk menjadi perhatian utama. Ia juga mengusulkan tagline Operasi Lilin 2025 yakni, “Hadir Menjaga Ibadah, Sukacita, dan Kemanusiaan”, sebagai penguat semangat pengabdian dalam tugas pengamanan.

Astamaops Kapolri juga menekankan pentingnya perancangan ulang pola tindak dan komunikasi publik, dengan reposisi fokus pengamanan pada gereja, kegiatan perayaan, serta perlindungan sosial masyarakat.

“Seluruh personel agar memahami bahwa tugas yang dijalankan bukan sekadar menjaga mobilitas, tetapi menjaga makna dan rasa aman umat dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan,” pintanya.

Terpisah, Wakapolda Maluku Brigjen Imam Thobroni, mengingatkan seluruh jajaran agar dapat menjalankan arahan yang disampaikan Astamaops Kapolri secara baik.

“Kedepankan makna sesungguhnya dalam melayani masyarakat. Semoga perayaan Nataru di Maluku berjalan aman, damai dan penuh makna,” harapnya.( chey)

Berita

Proses Pencalonan Ketua Asprov PSSI Maluku Disorot: Panitia Dinilai Tidak Netral, Klub dan Warga Kota Ambon Sampaikan Protes Keras

AMBONberitasumbernews.com – Polemik proses pencalonan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku memicu gelombang kritik dari sejumlah pelatih, klub, hingga warga Kota Ambon. Mereka menilai panitia pemilihan tidak menjalankan proses secara netral dan cenderung menciptakan mekanisme yang berpotensi menguntungkan calon tertentu.

Yance Saiya, salah satu pelatih PSA, menegaskan bahwa proses pendaftaran bakal calon ketua telah dijalani pihaknya bersama Maluku United pada 5 Desember 2025 sesuai jadwal panitia. Namun, ia menyatakan bahwa persyaratan yang diajukan panitia tidak sepenuhnya memiliki dasar regulasi yang kuat.

“Syarat-syarat yang diminta panitia, seperti SK klub pengusung, sebenarnya tidak mutlak. Klub-klub yang pernah mengikuti Liga 3 dan kompetisi resmi PSSI otomatis sudah terdaftar di Asprov. Kami melihat syarat tambahan itu hanya dibuat untuk meloloskan calon tertentu,” ujar Yance.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sanggahan resmi jika panitia kembali menggugurkan calon yang mereka ajukan, sebuah pola yang menurutnya telah terjadi lima tahun lalu saat pemilihan Ketua Asprov sebelumnya.

Kongres Asprov 22 November Disebut Tidak Sah oleh Sejumlah Klub

Kecurigaan terhadap ketidaknetralan panitia semakin menguat setelah sejumlah klub mengaku tidak diundang dalam Kongres Asprov PSSI Maluku yang digelar pada 22 November. Padahal, agenda kongres tersebut mencakup laporan pertanggungjawaban kegiatan, laporan keuangan, hingga pengesahan Statuta 2025.

“Semua anggota yang pernah mengikuti kompetisi resmi PSSI wajib dilibatkan, bukan hanya 17 voter. Kongres itu jadi tidak sah karena tidak mengundang seluruh anggota,” tegas para pelatih yang hadir.

Kritik juga muncul terkait pengesahan empat klub baru. Menurut Charles Tasikjawa, pelatih Ambon United, keputusan tersebut dianggap janggal.

“Ambon United adalah juara Liga 3 tahun 2019. Mengapa kami tidak disahkan dan malah empat tim baru yang diakomodasi panitia? Ini sangat merugikan dan tidak transparan,” tegasnya.

Qawi Tuarea yang juga pemerhati sepak Bola Kota Ambon menyoroti Terkait Sikap Askot

Di sisi lain, keputusan Askot PSSI Kota Ambon yang mengusung calon dari luar kota juga memancing kekecewaan warga. Mereka mempertanyakan alasan Askot mendukung figur yang tidak memiliki rekam jejak dalam sepak bola Kota Ambon.

“Warga kota marah. Masa dalam Kota Ambon tidak ada calon? Ini memalukan,” ujar Semi, salah satu warga kota.

Warga juga menyoroti kepemimpinan Plt Ketua Askot, Ashar bin Tahir, yang sudah menjabat selama tiga tahun tanpa ada ketua definitif.

“Plt itu tugasnya mempersiapkan pemilihan, bukan menjabat seumur hidup. Kok bisa memberi rekomendasi kepada orang yang tidak pernah terlibat dalam klub sepak bola Ambon?” lanjut Semi.

Ia meminta Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menutup seluruh akses dan fasilitas yang digunakan Plt Askot tersebut karena dianggap menyakiti hati masyarakat.

Panitia Dinilai Tidak Netral: “Sudah Diatur untuk Calon Tunggal”

Dugaan ketidaknetralan panitia semakin menguat setelah muncul perkiraan bahwa proses pemberkasan bakal calon akan kembali dijadikan alat untuk menggugurkan kandidat tertentu.

“Panitia tidak netral. Kami yakin mereka akan menggugurkan calon kami di tahap verifikasi agar kembali muncul calon tunggal, seperti lima tahun lalu. Ini artinya kompetisi tidak sehat,” tegas Tonny Hendriks.

Tonny menambahkan bahwa situasi tersebut menggambarkan ketakutan pihak tertentu terhadap persaingan terbuka.

“Kalau dari awal sudah disusun untuk calon tunggal, berarti ada pihak yang takut bertanding sebelum pertandingan dimulai,” katanya.

Harapan Klub dan Warga: Pembenahan Total Sepak Bola Maluku

Para pelatih dan warga sepakat bahwa sepak bola Maluku stagnan selama satu dekade terakhir. Mereka menilai tidak ada kemajuan berarti selama kepemimpinan Asprov sebelumnya, termasuk kegagalan tim Pra-PON Maluku lolos babak kualifikasi.

“Kami hanya ingin pemimpin baru yang benar-benar bekerja membenahi sepak- bola Maluku. Bukan sekadar mempertahankan kekuasaan,” tutup Charles Tasikjawa.
Pada kesempatan yang sama Dukungan Juga Datang Dari Walikota Ambon Bodewin Wattimena Yang Adalah Ketua Umum PSA Ambon Kepada Bapak Johan Lewerissa Untk Maju Sebagai Bakal Calon Ketua Asprov PSSI Maluku.harapan Pak Walikota Agar Proses Pemilihan Dapat Berjalan Dengan Jujur Dan Transparan, pemerhati Sepak Bola Maluku Thony Hendriks sekaligus Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia Maluku KNPI, menegaskan Bahwa Panitia Seleksi juga harus berhati2 dalam meloloskan Bakal Calon Pemimpin menjadi Calon Pemimpin PSSI karena harus dengan Statuta PSSi Pasal 55 Statuta terbaru 2025. jangankan tersangkut masalah Hukum, dalam berproses hukum saja calon tersebut sudah tidak bisa di calonkan menjadi calon ketua PSSI, apa yang kita harapkan kalo calon Pemimpin kedepan bermasalah hukum, dan Selama kepemimpinan saudara Ketua PSSI yang sekarang tidak pernah melakukan amanath Statuta yaitu Konges tahunan tahun 2021, 2022,2023,2024, tahun 2025 baru terlaksana lakukan Konges Pemilihan ini kan tidak sesuai Statuta jadi Ketua Komite Penjaringan harus selektif dalam meloloskan Calon Ketua PSSI. Harus Sesuai Statuta tahun 2025, Jadi intinya harus ada Pemimpin yang Baru untuk Kemajuan Sepakbola Maluku Ke Depan.

Berita

Pemkot Dan OJK menggelar Festival Hari Disabilitas Internasional di Ambon City

Ambonberitasumbernews.com – Pemerintah Kota Ambon bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, sejumlah lembaga keuangan, serta para pemangku kepentingan menggelar Festival Hari Disabilitas Internasional di Ambon City Center,Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Ramah dan Inklusif Disabilitas, Mendorong Kemajuan Sosial dan Akses Keuangan yang Setara.”

Festival tersebut dihadiri Kepala OJK Provinsi Maluku, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Ambon, perwakilan sektor perbankan dan non-bank, serta para pimpinan Sekolah Luar Biasa (SLB) dari Kota Ambon dan Maluku.

Komitmen Pemerintah terhadap Inklusi
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat inklusi sosial bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.

“Kita hidup dalam keberagaman dan kemajemukan. Tugas kita adalah memastikan bahwa semua orang yang hidup di Ambon memiliki akses yang sama dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Kolaborasi untuk Mendorong Akses Sosial dan Keuangan :
Festival ini menjadi bukti kerja sama antara Pemerintah Kota Ambon, OJK Maluku, dan lembaga keuangan dalam menciptakan ruang yang ramah bagi penyandang disabilitas. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai program inklusi keuangan dan sosial terus diperluas agar dapat menjangkau masyarakat secara merata.

Acara juga menampilkan pertunjukan seni dari anak-anak disabilitas, termasuk peserta dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kota Ambon. Meski memiliki keterbatasan pendengaran, mereka mampu menampilkan karya yang harmonis dan inspiratif.

“Kalau mereka yang memiliki keterbatasan dapat berkolaborasi dan menciptakan harmoni, maka kita yang diberi kesempurnaan tentu harus mampu melakukan lebih banyak hal baik bagi mereka,” tambah Wali Kota.

Langkah Strategis Pemkot Ambon
Pemerintah Kota Ambon kembali menegaskan visinya untuk membangun kota yang toleran, berkelanjutan, dan inklusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan akses layanan, fasilitas pendukung, ruang kreativitas, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Wali Kota juga menekankan dukungan penuh terhadap program inklusi keuangan yang digagas OJK bersama lembaga keuangan.

“Tantangan kita berat, tetapi jika kita bersatu dan bekerja bersama, semua dapat diselesaikan,” tutupnya.
(Chey)

Berita OJK

Dinsos Dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Menyelenggarakan Pelatihan Literasi Keuangan

Ambonberitasumbernews.com – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2025.Dinas Sosial Kota Ambon bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan pelatihan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas di ACC Ambon. (06/12/2025)

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi serta kemampuan pengelolaan keuangan secara aman dan bijak.

Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Wendy Pelupessy, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membuka akses inklusi keuangan bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan keuangan dan kesempatan mengembangkan usaha. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka dapat mengelola keuangan dengan baik serta terhindar dari jebakan pinjaman online ilegal,” ujar Pelupessy.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dasar, pentingnya menabung, serta pemanfaatan layanan keuangan formal secara aman. OJK juga memperkenalkan layanan keuangan ramah disabilitas sebagai wujud komitmen mendukung sistem keuangan yang inklusif.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan pendampingan bagi anak-anak penyandang disabilitas. Kepala Dinsos menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas dengan memberikan ruang partisipasi dan kesempatan yang setara.

“Anak-anak disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang sama seperti anak-anak lainnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa mereka berhak mendapatkan perlakuan yang adil tanpa diskriminasi,” ungkapnya.

Dinsos Kota Ambon berharap kegiatan ini dapat memperkuat kepercayaan diri penyandang disabilitas sekaligus membuka peluang lebih besar bagi mereka untuk berperan dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah daerah berkomitmen terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong inklusi sosial dan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh warga.
(Chey)

 

Berita

Wali Kota Ambon Buka Turnamen Gawang Mini Wali Kota Cup II 2025,

Ambonberitasumbernews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus membuka ruang seluas-luasnya bagi aktivitas positif anak muda, khususnya di bidang olahraga.

Hal itu disampaikannya saat membuka Turnamen Gawang Mini Wali Kota Cup II Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Gawang Mini Rurehe, Desa Gelala, Kecamatan Sirimau, Sabtu (6/12) malam.

Hadir dalam acara tersebut ketua umum Kormi kota Ambon, Lisa Wattimena dan pengurus Kormi, ketua harian Kormi kota Ambon Richard Luhukay, Anggota DPRD kota Ambon, Lucky Upulatu Nikijuluw, beberapa OPD lingkup pemerintah kota Ambon, kepala desa Gelala dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wattimena menyebut bahwa pemerintah kota tidak ingin hanya bicara soal pembinaan prestasi, tetapi juga memastikan anak-anak muda memiliki wadah untuk mengekspresikan diri secara positif.

“Sejak pagi saya baru saja membuka Nusa Apono Road Race Championship Final Round, dan malam ini kita kembali membuka ruang bagi anak muda melalui turnamen gawang mini. Semua agar mereka tetap aktif, berekspresi, dan menunjukkan bakat mereka,” ujar Wattimena.

Wattimena turut menanggapi kritik di media sosial yang menyoroti kesibukannya menghadiri berbagai turnamen gawang mini. Ia menegaskan bahwa meski gawang mini bukan olahraga prestasi, kegiatan ini tetap memiliki dampak positif bagi anak muda.

“Benar, gawang mini bukan olahraga prestasi. Tapi ini kegiatan positif yang mampu menyalurkan bakat dan energi anak-anak muda. Tidak ada yang salah dengan kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Ia memastikan tahun depan Pemkot Ambon akan menggelar dua turnamen sepak bola besar, yakni:

• Turnamen kelompok usia sebagai bagian dari pembinaan atlet muda

• Wali Kota Cup kategori umum

Langkah ini disebut sebagai upaya pemerintah menyediakan ruang yang adil bagi semua kalangan.

Memasuki Minggu-Minggu Adventus, Wattimena mengajak masyarakat mengisi masa persiapan Natal dengan aktivitas yang bermanfaat.

“Mari kita isi Adventus dengan kegiatan bernilai agar Ambon tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.

Ia juga menitip pesan khusus kepada wasit dan panitia agar bersikap adil demi menjamin sportivitas.

“Keadilan wasit adalah fondasi sportivitas para pemain. Turnamen ini bukan sekadar cari juara, tetapi tentang membangun persatuan di Ambon,” ucapnya.

Turnamen tahun ini diikuti 192 peserta, jumlah yang disebut Wattimena sebagai capaian luar biasa.

Sementara itu, Ketua Umum Kormi Kota Ambon, Lisa Wattimena, mengatakan turnamen ini menjadi bukti berkembangnya olahraga kreasi di Kota Ambon. Ia menyebut Kormi terus berkomitmen memasyarakatkan olahraga dan memberi ruang bagi generasi muda.

Saya ingin anak-anak muda fokus pada kegiatan positif seperti olahraga rekreasi daripada hal-hal negatif yang tidak bermanfaat,” tegasnya

Menurut Lisa, seluruh program yang digagas Kormi adalah upaya membangun budaya hidup sehat melalui olahraga rekreasi.

“Kami ingin memajukan olahraga agar warga Ambon sehat dan bugar. Kormi akan terus membuat lomba-lomba olahraga rekreasi sebagai ruang ekspresi anak muda,” katanya.
(Chey)

Berita TNI

Kapendam XV/Pattimura Klarifikasi Terkait Dugaan Praktik Calo Rekrutmen Calon Prajurit TNI AD di Kepulauan Aru.

*Ambon* – beritasumbernews.com – Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura Kolonel Inf Heri Krisdianto memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar di media mengenai dugaan praktik penipuan dan percaloan dalam proses rekrutmen Calon Tamtama (Cata) TNI AD di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Kapendam XV/Pattimura menegaskan bahwa Kodam XV/Pattimura sebagai institusi militer yang menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas, merespons kasus ini dengan serius dan penuh tanggung jawab, Ambon (6/12/2025).

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa proses hukum terhadap oknum yang diduga terlibat dalam praktik penipuan dan percaloan rekrutmen Calon Prajurit Cata PK TNI AD telah ditangani secara profesional,” tegas Kapendam.

Kapendam menjelaskan secara rinci status oknum yang diduga terlibat dalam kasus ini. “Perlu kami klarifikasi bahwa oknum berinisial Kapten SS bukanlah anggota organik Kodam XV/Pattimura. Yang bersangkutan bertugas di wilayah Papua,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk oknum yang berinisial Sertu ER, saat ini tengah menjalani proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Staf Intelijen Kodam (Sinteldam) XV/Pattimura sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami memastikan bahwa tidak ada intervensi dalam proses penegakan hukum. Setiap oknum yang terbukti melanggar akan diproses secara tegas tanpa pandang bulu, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.

Kapendam mengimbau kepada seluruh pihak yang merasa menjadi korban untuk segera melaporkan kasusnya. “Kami sangat mengharapkan agar para korban segera melapor ke Polisi Militer terdekat. Hal ini penting untuk mempercepat proses penegakan hukum, mengingat dugaan kejadian ini telah berlangsung sejak Mei 2025,” jelasnya.

Langkah proaktif dari korban untuk melaporkan kasus ini akan sangat membantu aparat dalam mengungkap jaringan dan modus operandi praktik percaloan yang merugikan masyarakat.

Kapendam juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat untuk tidak memberikan peluang kepada oknum-oknum tidak bertanggung jawab. “Masyarakat harus waspada dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming atau janji kelulusan dengan imbalan tertentu. Praktik seperti ini adalah penipuan murni dan bukan kebijakan resmi TNI,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapendam menyampaikan bahwa Pangdam XV/Pattimura telah berulang kali memberikan arahan dan peringatan tegas kepada seluruh prajurit di jajaran Kodam XV/Pattimura untuk tidak terlibat dalam praktik percaloan rekrutmen prajurit dalam bentuk apapun.

“Pangdam XV/Pattimura sudah beberapa kali secara eksplisit menyampaikan kepada seluruh prajurit agar tidak terlibat dalam praktik calo rekrutmen. Beliau menegaskan bahwa apabila ada oknum yang terbukti melanggar, akan ditindak secara tegas dan sanksi hukum akan diterapkan tanpa toleransi,” jelasnya.

Perintah tegas dari Pangdam ini merupakan bagian dari upaya menjaga kehormatan dan martabat TNI sebagai institusi pertahanan negara yang harus bersih dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

Kapendam juga menegaskan bahwa Kodam XV/Pattimura beserta seluruh satuan jajaran telah berulang kali melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak percaya kepada calo atau perantara dalam proses rekrutmen TNI.

“Kami telah melakukan edukasi secara masif melalui berbagai media, baik media sosial resmi Kodam, penyebaran selebaran, pemasangan baliho, maupun penjelasan langsung dari panitia rekrutmen kepada para calon dan keluarga mereka,” paparnya.

Dalam setiap kesempatan rekrutmen, panitia selalu menekankan bahwa proses penerimaan Calon Prajurit TNI AD bersifat gratis, transparan, dan tidak memerlukan perantara dalam bentuk apapun.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami dengan jelas: tidak ada biaya apapun dalam proses rekrutmen TNI AD. Setiap janji kelulusan dengan imbalan uang adalah penipuan dan bukan kebijakan resmi TNI,” tegasnya.

Pihak Kodam XV/Pattimura juga membuka saluran komunikasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi atau pengaduan terkait kasus ini untuk mempercepat proses penyelidikan.

“Kami memahami keresahan masyarakat terkait kasus ini. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan proses hukum secara transparan dan terbuka kepada publik. Setiap tahapan yang telah dilalui akan kami informasikan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.

Mengakhiri klarifikasinya, Kapendam XV/Pattimura mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas proses rekrutmen TNI dengan tidak mudah percaya kepada oknum-oknum yang menawarkan jaminan kelulusan.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan waspada. Jika ada pihak yang menawarkan jasa semacam itu, segera laporkan kepada Staf Intel Kodam atau Pomdam. Kita bersama-sama jaga kehormatan TNI dan lindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan,” pungkasnya.

Kodam XV/Pattimura kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kepercayaan publik dengan menjalankan tugas secara profesional, bersih, dan akuntabel, serta memastikan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. (Chey)

Berita TNI

Kapendam XV/Pattimura Jelaskan Status Kasus Meninggalnya Serda Charles Telehala dan Aturan Pemakaman Militer

Ambonberitasumbernews.com – Kapendam XV/Pattimura Kolonel Inf Heri Krisdianto angkat bicara mengenai kasus kematian Serda Charles Telehala, anggota TNI AD asal Ambon, yang meninggal di Balikpapan pada Agustus 2024.

Kapendam menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum, namun menegaskan bahwa kasus ini berada di ranah Kodam VI/Mulawarman dan menjelaskan alasan di balik penolakan autopsi ulang serta tidak adanya upacara pemakaman militer. Ambon (6/12/2025)

​Dijelaskan bahwa, peristiwa tragis yang menimpa Serda Charles Telehala terjadi di wilayah teritorial Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan. “Perlu kami tegaskan bahwa penyelidikan atas kasus ini telah dilaksanakan secara komprehensif oleh satuan yang berwenang, yaitu dari Kodam VI/Mulawarman,” ujar Kapendam.

Hasil penyelidikan resmi, yang tertuang dalam Laporan Hasil Penyelidikan Nomor R/886/X/2024 tertanggal 16 Oktober 2024, menyimpulkan bahwa meninggalnya Serda Charles Telehala murni karena bunuh diri.

​Terkait upaya keluarga yang meminta autopsi ulang, Kapendam mengonfirmasi adanya Surat Tanggapan dari Pusat Polisi Militer (Puspom TNI AD) Nomor R/1316/XI/2025 tertanggal 13 November 2025. Surat tersebut menjelaskan alasan penolakan bahwa proses penyidikan kepada almarhum telah dilakukan dengan pemeriksaan medis awal, baik visum maupun autopsi, di Rumah Sakit Balikpapan sesuai dengan prosedur

“Penolakan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa proses penyelidikan awal telah didukung oleh hasil pemeriksaan medis resmi yang telah dilakukan,” tambahnya.

Sesuai Hasil pemeriksaan Autopsi oleh Tim Forensik yang dipimpin oleh dr. Heryadi Bawono Putro, Sp. FM. (Dokter Spesialis Forensik) dengan kesimpulan bahwa korban meninggal Dunia karena Gantung Diri (Incomplete Hanging atau gantung diri dengan cara terduduk).

​Menjawab sorotan media mengenai pemakaman almarhum yang dilakukan tanpa upacara kedinasan dan tidak dibalut Bendera Merah Putih, Kapendam menjelaskan bahwa hal ini merujuk pada aturan dan Protap TNI mengenai hak pemakaman secara militer.

“Hak pemakaman secara militer diberikan kepada prajurit yang dinyatakan Gugur, Tewas, atau Meninggal Dunia Biasa. Namun, jika meninggal karena tindakan yang merusak citra, hak tersebut hilang,” jelas Kapendam.

Lanjut dijelaskan, hal tersebut merujuk pada ketentuan resmi, yaitu Peraturan Panglima TNI Nomor 46 Tahun 2020 tentang Tata Upacara Militer, Pasal 140 angka 23 huruf h yang secara eksplisit mengatur:
_”Setiap Prajurit TNI/Purnawirawan TNI dan personel lainnya pemilik Tanda Kehormatan RI berupa bintang, yang meninggal karena bunuh diri atau melakukan tindakan hukum, tidak berhak mendapatkan pemakaman secara militer.”_ Karena hasil penyelidikan resmi menyimpulkan Serda Charles meninggal karena bunuh diri, maka secara aturan kedinasan, pemakaman tidak dapat dilakukan dengan upacara militer.

“Inilah yang membedakan pemakaman almarhum dengan pemakaman bagi anggota TNI yang meninggal dalam kedinasan murni,” tegasnya.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas institusi militer dalam merespons pemberitaan yang berkembang di masyarakat, sekaligus memberikan pemahaman yang utuh kepada publik bahwa setiap keputusan yang diambil telah melalui prosedur hukum yang berlaku dan berlandaskan pada peraturan yang sah.

Di akhir klarifikasinya, Kapendam XV/Pattimura menyampaikan empati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Dengan penuh kerendahan hati, Kapendam mengajak seluruh keluarga besar almarhum dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar arwah almarhum Serda Chales Telehala diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta ditempatkan di tempat terbaik di hadirat-Nya (chey)

[instagram-feed]