TNI AL

AUDIT KINERJA ITJENAL TA 2025 DI KODAERAL IX DINYATAKAN SELESAI DAN RESMI DITUTUP WAIRJENAL

Ambonberitasumbernews.com – Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX). Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX), Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, M.Si (Han)., M.Tr.Opsla., mewakili Dankodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., hadiri Taklimat Akhir Audit Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Laut (Itjenal) Laksamana Muda TNI Agus Priyatna, SE, MM, CFrA., M.Tr.AP., bertempat di Ruang Rapat Markas Komando Kodaeral IX. Jumat (05/12/2025)

Kegiatan penutup rangkaian kinerja audit ini dipimpin langsung oleh Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Laut (Wairjenal), Laksamana Muda TNI Agus Priyatna, SE, MM, CFrA., M.Tr.AP, dengan agenda utama menyampaikan hasil temuan dan menyampaikan Laporan Hasil Audit (LHA) Sementara kepada pihak Kodaeral IX.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dalnis beserta Tim Audit Itjenal, Kas Guspurla Koarmada III, Kapok Sahli Kodaeral IX, PJU Kodaeral IX, Asintel dan Aslog Danguspurla Koarmada III, serta para Kasatker dan Perwakilan Lanal Jajaran Kodaeral IX, yang memastikan bahwa seluruh proses audit telah selesai dengan aman dan lancar .

Pelaksanaan Audit Itjenal ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja Organisasi Kodaeral IX dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut. (Chey)

Berita

Polda Maluku Matangkan Strategi Pengamanan Potensi Unjuk Rasa, Karo Ops Pimpin FGD Penguatan Kesiapan Teknis Pengamanan Jajaran Polres

Ambonberitasumbernews.com – Polda Maluku melalui Kepala Biro Operasi (Karo Ops), Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor, SIK., M.Si., menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah strategis dalam mematangkan skema pengamanan serta penanganan potensi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Maluku. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Plaza Presisi, Markas Polda Maluku, Kamis (4/11/2025).

Dalam arahannya, Kombes Pol Ronald menegaskan bahwa kesiapan pengamanan unjuk rasa harus mengedepankan koordinasi lintas fungsi, pendekatan humanis, dan penegakan prosedur yang presisi. Menurutnya, dinamika sosial yang berkembang membutuhkan langkah antisipatif dan respons cepat dari satuan kewilayahan.

“FGD ini digunakan untuk menyelaraskan persepsi dan merumuskan langkah-langkah Presisi dalam menghadapi dinamika unjuk rasa. PPrioritas utama kita adalah pengamanan lokasi vital, pengaturan arus lalu lintas, serta memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dapat berjalan damai tanpa mengganggu ketertiban,” tegas Kombes Pol Ronald.

FGD dirancang untuk menyusun rencana pengamanan secara menyeluruh. Tiga fokus utama yang dibahas antara lain: Analisis potensi kerawanan dan titik kumpul massa, Perencanaan penempatan personel dan penggunaan sarana-prasarana pengamanan serta
Peningkatan koordinasi fungsional antara Sat Samapta (Pengendali Massa), Sat Intelkam (Deteksi Dini), dan Sat Binmas (Pendekatan Persuasif).

Melalui forum ini, Polda Maluku memastikan seluruh unsur operasional memahami pembagian tugas, mitigasi risiko, serta SOP dalam mengawal aksi penyampaian pendapat di ruang publik.

Kegiatan diskusi dihadiri para pejabat utama dari Polres/ta jajaran Polda Maluku yang memegang peran sentral dalam operasi pengamanan, di antaranya:
Kapolresta Pulau Ambon
Para Kabag Ops Polres Jajaran
Para Kasat Samapta
Para Kasat Binmas
Para Kasat Intel
Para Ka SPKT Polres

Kombes Pol Ronald menekankan bahwa kemampuan membaca situasi, komunikasi lapangan yang baik, serta kesiapan prosedural menjadi kunci terciptanya pengamanan unjuk rasa yang profesional.

Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas Kamtibmas melalui pola pengamanan yang Profesional, Responsif, dan Prosedural, sesuai prinsip Presisi. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan menghadirkan Polri yang terukur dalam merespons dinamika sosial tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam berdemokrasi.

Kegiatan FGD Polda Maluku mencerminkan pendekatan pre-emtif dan preventif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir ketika unjuk rasa berlangsung, tetapi melakukan antisipasi matang melalui analisa kerawanan, pemetaan titik kumpul massa, hingga koordinasi teknis lintas fungsi.

Penekanan pendekatan humanis dan persuasif yang dikombinasikan dengan ketegasan berbasis SOP menjadi catatan penting. Dengan demikian, hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap dijamin, sementara ketertiban umum tetap terjaga.

Dari sisi komunikasi publik, kegiatan ini menunjukkan komitmen Polda Maluku pada transparansi dan kesiapan menghadapi dinamika sosial politik di daerah. Model FGD seperti ini memperkuat kapasitas satuan kewilayahan, sekaligus menjadi indikator kedewasaan institusi dalam merespons situasi yang sensitif.

Berita

Kapolda Maluku Kunjungi Kampus Unpatti Perkuat Kerjasama Riset dan Pendidikan

Ambonberitasumbernews.com -Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si mengunjungi Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk memperkuat kerjasama di bidang riset dan pendidikan, Jumat (5/12/25/2025).

Kedatangan Kapolda yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku ini disambut hangat oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd bersama para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Rektor Unpatti, Kapolda menyampaikan terima kasih kepada rektor bersama jajarannya yang telah menyambut kedatangan pihaknya.

Prof. Dadang berharap pertemuan dengan jajaran akademisi kampus terbesar di Maluku ini dapat menjadi awal yang baik dalam mengembangkan kerjasama di bidang pendidikan ke depan.

“Kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dengan baik selama ini khususnya di bidang pendidikan dapat ditingkatkan lagi khususnya dalam kegiatan kajian terkait masalah keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku,” harapnya.

Menurut Kapolda, dunia kampus bukan hal yang asing baginya. Ia berharap dapat terus meningkatkan kerjasama strategis, khususnya dalam pengembangan sumberdaya manusia (SDM) anak-anak Maluku, terlebih lagi personel Polri.

“Kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini diharapkan dapat terus dipertahankan apalagi di era kemajuan teknologi digital saat ini, maka peningkatan sumber daya manusia Polri sangat dibutuhkan dalam medukung tugas kepolisian di lapangan,” jelasnya.

Kemajuan provinsi Maluku dalam berbagai bidang, lanjut Kapolda, merupakan impian semua pihak termasuk Polda Maluku. Seluruh elemen masyarakat menginginkan Maluku yang maju aman, damai dan sejahtera.

“Kita yang hadir saat ini saya yakin semua akan sepakat Maluku yang aman dan maju. Kami sangat berharap dengan adanya para akademisi yang merupakan orang asli Maluku bisa berkolaborasi dengan kami menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” harapnya.

Keamanan dan kedamaian di Maluku merupakan harapan semua orang. Maluku yang aman akan berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat dalam berusaha. Meningkatnya sebuah usaha akan berdampak pada tumbuhnya roda ekonomi di daerah para Raja-raja.

“Kalau masyarakat kita bisa beraktifitas dengan nyaman maka Maluku bisa terus maju, sebab dengan situasi yang kondusif maka semua orang akan datang ke Maluku, apalagi daerah kita ini memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup besar,” ungkapnya.

Sumberdaya alam Maluku cukup besar. Hal ini kalau dapat diolah dengan benar yang didukung dengan keamanan maka akan memberikan dampak kemajuan yang cukup besar kepada masyarakat.

“Situasi yang aman adalah tanggung jawab kita bersama, dan akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kriminal yang kalau dilihat bisa berdampak pada eskalasi yang lebih besar. Makanya dibutuhkan peran serta kita semua untuk bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Keamanan itu di atas segalanya dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga berharap, para guru besar di “Kampus Orang Basudara” ini dapat melakukan riset terkait efektivitas Program Polda Maluku dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kami juga sangat berharap nantinya dari para guru besar bisa melakukan langkah-langkah riset terkait bagaimana solusi agar masyarakat umum bisa semakin percaya kepada Polri,” harapnya.

Irjen Dadang juga menyoroti persoalan minuman keras (miras) tradisional jenis sopi. Berdasarkan informasi yang diterima minuman ini bisa dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya.

“Kami berfikir agar terkait sopi yang dapat dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya, kalau bisa program ini terus dikembangkan dan hasilnya dipasarkan. Harus ada rancangan khusus sehingga kedepannya kita bukan saja sekadar menyampaikan wacana namun bisa direalisasikan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” pintanya.

Kedatangan Kapolda bersama rombongan PJU Polda Maluku mendapat apresiasi dari Rektor Unpatti Prof. Fredy Leiwakabessy. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Kapolda Maluku bersama rombongan.

“Kami berharap kunjungan ini akan semakin memperkuat kerjasama Polda dan Unpatti dalam kegiatan kajian akademik terkait masalah keamanan di ruang publik sehingga masyarakat dapat lebih nyaman dalam beraktifitas,” harapnya.

Terkait harapan Kapolda mengenai riset mengenai efektivitas program Polda Maluku, Prof. Fredy mengaku akan menindaklanjuti secara bersama.

“Kami berharap apa yang disampaikan Pak Kapolda bisa sama-sama kita tindak lanjuti dengan baik khususnya dalam membuat kajian khusus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri,” katanya.

Ketua LPPM Unpatti juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Maluku. Apresiasi yang tinggi disampaikan atas program Polda Maluku terkait pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif.

Ia berharap pertemuan silaturahmi ini juga dapat menjadi momen penyamaan persepsi terkait penanganan miras tradisional jenis sopi. Ia mengaku banyak kejadian kriminal atau tindakan kekerasan yang terjadi akibat pelaku mengonsumsi Sopi.

“Saat ini LPPM Unpatti Ambon sedangan mengkaji untuk bagaimana minuman Sopi bisa diolah menjadi prodak turunan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat Maluku sehingga Sopi yang awalnya hanya minumam beralkohol biasa dan murah yang sering menjadi penyebab permasalahan dapat kita olah menjadi suatu produk yang punya nilai jual tinggi dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Maluku,” harapnya.

Berita

Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa, Wakapolda Maluku Tekankan Pentingnya Penanganan secara Humanis

Ambonberitasumbernews.com – Kepolisian Daerah Maluku menggelar simulasi pengamanan aksi unjuk rasa (Unras) di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Jumat (5/12/2025).

Wakil Kepala Polda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H, menyaksikan langsung kegiatan simulasi penanganan unras yang berujung anarkis. Ia sekaligus resmi menutup Apel Kasatwil 2025.

Simulasi pengamanan unras dalam rangkaian Apel Kasatwil 2025 ini turut disaksikan Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol. Ronald Rumondor, sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku dan Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya, S.I.K., M.I.K.

Simulasi pengamanan aksi demonstrasi yang turut dihadiri para Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Binmas, dan Kasat Samapta dari seluruh jajaran Polres/ta jajaran ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme anggota di lapangan, salah satunya bertindak secara humanis.

Wakapolda Maluku dalam sambutannya menutup apel Kasatwil 2025, mengaku kegiatan simulasi pengamanan unras diselenggarakan sebagai upaya preventif agar para Kapolres dan pejabat terkait di lapangan dapat bertindak cepat dan tepat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Dalam penanganan diharapkan dapat menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan saat menghadapi massa demonstrasi yang bersifat anarkis.

Brigjen Imam Thobroni juga menyampaikan beberapa hal mendasar terkait akselerasi percepatan Polri. Ia menekankan pelatihan seperti simulasi bukan hal baru, tapi jangan dianggap remeh.

“Semakin sering kita berlatih, semakin sering kita melakukan, maka akan semakin terampil,” ujar Wakapolda.

Wakapolda mengungkapkan pentingnya pelatihan, seperti seorang atlet bulu tangkis yang harus berlatih setiap hari agar menjadi hebat. “Seorang juara dunia jika berhenti berlatih dalam jangka waktu 2 bulan, dia akan mulai dari nol lagi. Sama seperti kita, jika tidak dilatih terus menerus, kita akan lupa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran terkait empat program utama yang telah dijabarkan Kapolda Maluku. Inti dari semua program tersebut yaitu negara harus hadir dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Menurutnya, menjadi polisi di era sekarang tidak mudah karena cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial. Setiap personel diminta untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun.

“Jika semua dibenahi, citra polisi akan membaik di mata masyarakat dan media sosial. Semoga kita bisa menjaga situasi yang aman dan damai,” tutupnya.

Terpisah, Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol. Ronald Rumondor S.I.K, mengungkapkan, kegiatan simulasi peragaan unjuk rasa merupakan tindak lanjut dari upaya Polri untuk meningkatkan pelayanan pengamanan unjuk rasa.

“Kita ketahui bahwa unras diatur oleh undang-undang 998 masyarakat mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat salah satunya dengan unjuk rasa,” ungkap Rumondor kepada wartawan.

Tugas Polri, kata Kombes Rumondor, adalah melakukan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa.

“Dengan simulasi ini diharapkan anggota-anggota yang melaksanakan pelayanan unjuk rasa ini lebih humanis, lebih memperhatikan keselamatan dari para peserta unjuk rasa, lebih memperhatikan orang orang yang lokasinya berada di tempat unjuk rasa,” ungkapnya.

Setiap tindakan yang diambil dan dapat berdampak kepada keselamatan saat penanganan unras, Rumondor, mengaku akan diinformasikan terlebih dahulu.

“Contoh, bapak-bapak ibu-ibu atau anak-anak segera ke samping karena kami akan menembakkan gas air mata. Jadi hal-hal seperti itu kami lakukan perubahan-perubahan,” ujarnya.

Kombes Rumondor berharap dengan berbagai perubahan yang dilakukan, maka pelayanan pengamanan unjuk rasa semakin lebih baik, tidak ada korban jiwa, dan tidak ada kerugian material. “Dan semoga penyampaian pendapat bisa diterima, masyarakat bisa menyampaikan unek unek, tidak diprovokasi, tidak ada pengaruh-pengaruh lain yang masuk, sehingga tujuan dari mereka menyampaikan pendapat tidak buyar oleh orang-orang yang memprovokasi atau yang menumpang, ini tujuan dari peragaan hari ini,” jelasnya.

Sebelumnya, pada hari pertama simulasi Rabu kemarin,(4/12/2025), difokuskan pada pelayanan kepolisian. Kombes Rumondor mengaku pelayanan kepolisian masih perlu dioptimalkan. Masih ada pengaduan masyarakat yang terlalu lambat direspon.

“Dengan pelatihan dari kemarin kami melatih agar kalau ada aduan laporan dari masyarakat semakin cepat responnya. Perintah Bapak Kapolda 10 menit sudah ada di tempat orang yang memohon pertolongan atau mengadukan ada permasalahan,” tegasnya.

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan.

Berita POLDA MALUKU

234 Casis Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani

Ambonberitasumbernews.com – Sebanyak 234 calon siswa (Casis) Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Tahun 2026 menjalani tes kesamaptaan jasmani yang dihelat di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Sabtu (6/12/25).

Ratusan peserta seleksi yang mengikuti tes tersebut berasal dari pengiriman Polres jajaran Polda Maluku. Hadir memantau jalannya tes yaitu Karo SDM Kombes Pol Djemy Junaidi S.I.K, Kabid Propam dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku.

Selain sejumlah pejabat utama Polda Maluku, turut hadir mengawasi jalannya seleksi yaitu pengawas dan panitia seleksi internal dari Biro SDM, Sat Brimob, Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku. Hadir juga pengawas eksternal dari Dispora Provinsi Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, seleksi Bintara Brimob Polri dilaksanakan dengan menggunakan prinsip BETAH atau Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.

“Bapak Kapolda telah menekankan terkait prinsip BETAH, sehingga nantinya dapat melahirkan para calon anggota Polri yang terbaik untuk masa depan Polri,” ungkap Kombes Rositah.

Kapolda, lanjut Kombes Rositah, juga menekankan kepada para panitia seleksi agar dapat melakukan tugasnya dengan baik dan profesional, serta selalu menjalin koordinasi yang baik antar sesama anggota panitia.

Kepada para peserta seleksi dan orang tua, Kapolda juga mengingatkan untuk dapat memegang teguh sumpah dan janjinya yang sudah diucapkan saat pelaksanaan Pakta integritas.

“Semua tahapan seleksi harus diikuti dengan baik dan benar serta tidak melakukan KKN,” tegas Kombes Rositah mengutip arahan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.

Pada Tes Kesamaptaan Jasmani para casis menjalani sejumlah tahapan yaitu lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, sit up selama 1 menit, pus up selama 1 menit, pul up selama 1 menit, shutlerun dan renang kolam dengan jarak 25 meter.

Berita

Perayaan Natal di Rutan Polda Maluku, Menguatkan Iman, Meneguhkan Harapan Warga Binaan

Ambonberitasumbernews.com – Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Maluku marayakan Natal 2025 bersama warga binaan di Aula Lantai 3 Rutan Polda Maluku.

Tahun ini, perayaan Natal mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24, sebagai pengingat akan kasih dan pengharapan di tengah perjalanan hidup para warga binaan.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri Direktur Tahti Polda Maluku AKBP Yani Reawaru, S.E, Ketua Pokjaluh Agama Kristen Kota Ambon Alfananti Yohanty, M.Th, Kabag RBP Biro Rena Polda Maluku AKBP Robert Ferdinandus AMK, S.Th, para pelayan gereja mitra Rutan, personel Dit Tahti Polda Maluku, warga binaan, serta perwakilan keluarga.

Dir Tahti Polda Maluku AKBP Yani Reawaru, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Perayaan Natal bersama warga binaan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.

AKBP Yani juga berharap momentum Natal dapat membawa perubahan positif bagi para warga binaan. “Semoga perayaan ini dapat kita maknai bersama, khususnya bagi adik-adik warga binaan. Saya berharap setelah menjalani masa hukuman, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Ketua Pokjaluh Agama Kristen Kota Ambon, Alfananti Yohanty, M.Th., memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi penghiburan bagi warga binaan yang tidak dapat merayakan Natal bersama keluarga di luar. “Semoga kegiatan ini memberi kekuatan dan sukacita bagi mereka yang sementara menjalani masa tahanan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag RBP Biro Rena Polda Maluku, AKBP Robert Ferdinandus juga menyampaikan terima kasih atas pembinaan yang diberikan kepada warga binaan. “Terima kasih kepada Dit Tahti Polda Maluku yang terus membina warga binaan hingga hari ini, serta kepada para pelayan Tuhan yang mendampingi mereka secara spiritual. Harapan kami, pembinaan ini dapat terus ditingkatkan agar ketika kembali ke masyarakat, mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan rohani, Dit Tahti Polda Maluku menyerahkan 25 Alkitab kepada warga binaan. Selain itu, seluruh warga binaan juga menerima bingkisan Natal sebagai wujud kepedulian dan perhatian di momen perayaan tersebut.

Perayaan Natal yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa dukungan moral dan spiritual tetap penting bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan, sekaligus meneguhkan harapan agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Berita

Perayaan Natal Dinas PU Provinsi Maluku Dengan Teman ; Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua

Ambonberitasumbernews.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku, Hendrik Joseph Tamtelahitu, ST., secara resmi membuka perayaan Natal Kristus yang diadakan pada malam hari ini di kantor Dinas PU Provinsi Maluku. Jumat (05/12/2025)

Acara yang diselenggarakan di tengah kesibukan tugas sehari-hari para pegawai ditujukan tidak hanya sebagai momen kebahagiaan bersama, melainkan juga sebagai wadah untuk mengingatkan seluruh anggota organisasi untuk senantiasa merawat sesama, memberikan pelayanan dengan tulus, dan menunjukkan kasi baik sebagai individu maupun bagian dari lembaga yang berkomitmen melayani masyarakat.

Dalam sambutannya yang penuh makna, Tamtelahitu menyatakan bahwa tugas dan tanggung jawab Dinas PUPR selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, hingga pengelolaan ruang wilayah yang optimal untuk kemajuan Provinsi Maluku.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus harus menjadi landasan kehidupan setiap orang, karena kasih yang nyata dan penuh belas kasihan hanya bisa terwujud dalam tindakan sehari-hari.

“Kasih manusia yang tulus itu bukan hanya kata-kata, melainkan wujud nyata dari pelayanan kita kepada sesama yang membutuhkan,” tegasnya”

juga mengajak semua hadirin untuk menjadikan perayaan Natal malam ini sebagai momentum penting untuk memperbaiki diri.

Menurutnya, ketika setiap pegawai mampu meningkatkan kualitas diri sendiri baik dalam segi pribadi maupun profesional, itupun akan membawa dampak positif yang signifikan bagi lingkungan kerja.

Dampak tersebut antara lain adalah kerja sama yang lebih erat, semangat yang lebih tinggi, dan kinerja yang lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.” Ujarnya

Selain itu, Tamtelahitu memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan giat sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan acara ini.

ia berdoa agar kebaikan dan dedikasi yang ditunjukkan oleh panitia selalu diberkahi Tuhan dan menjadi contoh bagi semua anggota organisasi.

Acara malam ini juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para pegawai untuk berbagi pengalaman pribadi tentang memasuki Minggu Adventus bersama keluarga, di mana mereka melakukan doa, syukur, dan kegiatan keagamaan yang mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Semua hadirin pun diajak untuk merayakan kelahiran Kristus dengan penuh kebahagiaan dan mensyukuri segala berkah yang telah diberikan Tuhan sepanjang tahun ini.

Menghadapi tahun baru 2026 yang akan datang, Tamtelahitu mengajak seluruh pegawai untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian dan tantangan yang dihadapi di tahun ini.

Evaluasi itu diharapkan dapat menjadi landasan untuk merencanakan langkah-langkah perbaikan kinerja ke depan, sehingga Dinas PUPR bisa memberikan layanan yang lebih baik dan optimal kepada masyarakat Maluku.

ia berharap dengan izin Tuhan, semua pegawai diberikan umur panjang dan kesehatan agar bisa terus bekerja bersama, serta perayaan Natal tahun depan akan menjadi lebih meriah, lebih banyak peserta, dan lebih penuh makna.

“Mari kita lanjutkan semangat kasih dan kerja keras ini ke tahun depan, agar Dinas PUPR semakin berkembang dan bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya dengan semangat.”pungkas, Hendrik, tutup ( chey)

Berita Kecelakaan

Sopir Angkot Hila Tabrak Tugu, Akibat Pengaruh Alkhol

Ambonberitasumbernews.com – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Dr. Kayadoe, kawasan Tugu Dolan, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, pada Jumat malam, 5 Desember 2025, sekitar pukul 21.15 WIT. Sebuah angkot jurusan Hila dengan nomor polisi DE 1077 LU menabrak tugu setelah pengemudinya kehilangan kendali. Pengemudi angkot, Ali Zainal Abidin Mahu (28), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Haulussy Kota Ambon. Dua penumpang, Hardi Rabby Launuru (22) dan Argam Atamimi, juga terlibat dalam kecelakaan ini. Hardi diamankan di Pos Polisi Batu Gantong, sementara Argam melarikan diri. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan.

Korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Dr. Kayadoe, Kudamati, Ambon, telah diidentifikasi sebagai Ali Zainal Abidin Mahu (28), warga Seith, Leihitu, Maluku Tengah. Ia mengemudikan angkot jurusan Hila dengan nomor polisi DE 1077 LU yang menabrak tugu di Tugu Dolan. Dua penumpang lainnya adalah Hardi Rabby Launuru (22), warga Hila, Leihitu, yang selamat dan diamankan di Pos Polisi Batu Gantung, serta Argam Atamimi yang melarikan diri. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan.

Keterangan awal menyebutkan bahwa mobil angkot jurusan Hila yang dikemudikan Ali Zainal Abidin Mahu sebelumnya bergerak dari Mardika menuju Kudamati. Sebelum kecelakaan, mereka singgah di rumah kenalan bernama Edo dan diduga mengonsumsi minuman keras jenis sopi sebanyak dua botol. Setelah itu, Ali mengemudikan mobil angkot sendirian, namun kehilangan kendali dan menabrak tugu di Tugu Dolan, menyebabkan kecelakaan fatal.

Setelah minum, korban kembali mengendarai angkot dengan rencana kembali ke Hila. Namun, setibanya di lokasi kejadian, ia diduga kehilangan kendali akibat pengaruh alkohol, sehingga kendaraan keluar jalur ke sisi kiri dan menabrak Tugu Dolan. Korban mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD Haulussy Ambon, namun beberapa saat kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.

Penumpang Hardi Rabby Launuru diamankan di Pos Polisi Batu Gantung untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan. Sementara itu, Argam Atamimi, penumpang lainnya, melarikan diri dan masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Pihak kepolisian telah melakukan tindakan di lokasi kejadian, termasuk dokumentasi, meminta keterangan saksi, dan mengecek kondisi korban di rumah sakit. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. (Chey)

 

Berita

Mezaac Moritz Silooy Siap Bawa Negeri Amahusu, Baik Sejahtera, Harmonis, Bertoleransi Pela Gandong

Ambonberitasumbernews.com – RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) memang menjadi landasan penting dalam perencanaan pembangunan. Dengan RPJM, Mezaac Silooy dapat menjadi panduan untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik dan sejahtera. 8 tahun ke depan, dari 2025 sampai 2033, akan menjadi waktu yang panjang untuk mewujudkan visi dan misi tersebut. Ambon Jumat (05/12/2025)

Desa mandiri, aman, dan sejahtera memang menjadi tujuan utama. Dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada, seperti sumber daya alam, budaya, dan lain-lain, Desa dapat menjadi lebih maju dan masyarakatnya memiliki perekonomian yang baik.

Dengan memanfaatkan potensi yang ada dan menjalankan program-program yang sesuai dengan RPJMD, kita dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera dan harmonis. Toleransi dan kebersamaan antar kampung, Pela, dan Gandong sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian. Semoga kita dapat terus menjaga dan meningkatkan kebersamaan ini

Pela dan Gandong memang menjadi ikatan yang kuat dalam menjaga kebersamaan dan toleransi di Maluku. Dengan mempertahankan dan memperkuat ikatan ini, kita dapat membangun negeri yang lebih harmonis dan sejahtera. Semoga hubungan Pela dan Gandong dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Jadi meskipun ada aturan yang harus diikuti, namun ada beberapa tantangan yang dihadapi di Amahusuh.

Jadi, masalahnya adalah kurangnya tempat yang strategis untuk membuat gerai di Amahusuh. Gerai memang harus ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan terlihat oleh masyarakat, sehingga pelayanan dapat berjalan efektif.

Mezaac Silooy; kita akan upayakan untuk mencari lokasi yang sesuai. Semoga bisa menemukan solusi yang terbaik untuk masyarakat Amahusuh.

Mezaac Silooy juga buat Program ketahanan pangan dengan dana 20% yang dikembangkan oleh BUMDes, Pengembangan hidroponik di sektor pertanian dan peternakan dapat membantu meningkatkan ketersediaan makanan bergizi, terutama sayuran, di Amahusuh. Ini juga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup. Semoga rencana ini dapat terlaksana dengan baik di Tahun 2026.Nantinya

Silooy juga rencana untuk membentuk kelompok peternak ayam, tapi perlu mencari lokasi yang tepat untuk menghindari gangguan bagi masyarakat.

Jadi,kiat rencana untuk membentuk kelompok peternak dengan 10 orang per kelompok, dan setiap orang memelihara 20 ekor ayam. Dengan 5 kelompok, dapat menghasilkan 1000 butir telur per hari. Ini adalah rencana yang sangat baik untuk meningkatkan ketersediaan telur di Ambon dan juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Semoga dapat terlaksana dengan baik. (Chey)

Berita

Serda Ch Telehala, Siapa Pemilikmu,….Ibunya dan Keluarga Meminta Keadilan.

AMBONberitasumbernews.com – Serda Charles Telehala, anggota TNI AD, PK 29 lulusan angkatan 2021, tewas secara tidak wajar, berdasarkan pengakuan pihak keluarga. Jika sudah demikian, korban dimakamkan bukan sebagai seorang prajurit TNI, ia diibaratkan sebagai warga sipil biasa, tanpa penghargaan maupun peti jenasahnya tidak dibalut Bendera Pusaka Merah putih. Kematian Serda Charles Telehala, dimakamkan pihak keluarga di Ambon, layaknya bukan seorang anggota TNI, setelah peristiwa kematiannya di ambil keluarga dari Antasari Dodikjur Rindam, Kodam VI Mulawarman. Padahal namanya tercatat dalam lembaran TNI AD atas nama Serda Charles Telehala NRP 1522112020002649. Danru 3 Ton III Kipan C Yonif 614/ Rjp Siswa Diksa KIBI Tingkat Pemula Tahun 2024..

Jika sudah demikian, alasan mengapa ia dimakamkan tanpa ada pendampingan dan atau kehormatan sedikitpun dari Institusi dimana korban berdinas, ini yang menjadi pertanyaan keluarga dan publik?

Disaat saya melangsir berita ini, mata saya tertuju di televisi, dimana seekor anjing pelacak milik Institusi tertentu dimakamkan secara militer, diberi penghormatan dan dikuburkan secara terhormat, dibalut Bendera Merah Putih.

Tapi Kematian Serda Charles Telehala dibiarkan sama serupa dengan lagu Pusara Tak Bernama, ciptaan Sam Kapissa yang dinyanyikan oleh group Black Sweet.

Lagu “Pusara Tak Bernama” bermakna sebagai pengingat akan jasa, perjuangan, dan pengorbanan para pahlawan yang berkarya, berjasa yang tidak terukir di nisan mereka.

Sepenggal dari lirik Lagu “Pusara Tek Bernama”
Pusara Tak Bernama Siapa Pemilikmu sejak itu,. Pahlawan…
Pusara tak bernama Kau ditinggalkan Terlantar Penuh Debu..dstnya.

Meski korban belum menggores tinta emas untuk negara kesatuan Republik Indonesia, tapi tercatat dalam lembaran negara Republik Indonesia sebagai seorang prajurit TNI AD.

Sepertinya ada sesuatu yang mesti ditelusuri aparat berwenang, bukan dari satuannya melainkan dari Mabes TNI AD dan atau Puspom TNI, Karena diduga ada unsur kekerasan atas kematian Serda Charles Telehala.
Pihak keluarga dalam keterangan persnya, menyatakan, kalau korban meninggal disebabkan ada unsur kekerasan yang dialami korban.

“Anak kami meninggal secara tidak wajar, dari pengamatan kami sebagai seorang awam, kami yakin sungguh ada kekerasan yang dialami anak kami, karena pada sekujur tubuh terdapat tindak kekerasan, ” ungkap Sarah Liffa kepada sejumlah awak media, dalam sebuah keterangan Pers yang disponsori oleh sebuah lembaga hukum di Ambon, ibu kota provinsi Maluku, Kamis (4/12/25) sore.

Ibu Sarah Liffa, adalah ibu kandung dari Serda Charles Telehala, berasal dari Desa Ridool, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupeten Kepulauan Tanimbar.

Kronologis Versi Laporan Penyelidikan.

Berdasarkan laporan hasil penyelidikan yang dikeluarkan oleh Kodam VI Mulawarman, kronologi kejadian menyebabkan meninggalnya Serda Charles Telehala sebagai berikut:
Pada tanggal 11 Agustus 2024, pukul 20.00 WITA apel kembali izin bermalam (IB) diadakan, namun Serda CT tidak hadir.
Ketua kelas, Sersan Satu atau Sertu Agus Rachman Andriyanto berinisiatif menghubungi CT melalui WhatsApp dan telepon tetapi tidak aktif. Setelah apel malam selesai, Sertu Agus bersama 5 siswa lain berinisiatif mencari Serda CT di barak dan sekitarnya. Serda CT ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kamar mandi Badan K (Antasari). Posisinya tertunduk bersandar di dinding dengan leher terikat kabel berwarna hitam yang ujungnya terikat pada paku di kusen pintu WC.
Pukul 22.30 WITA, petugas Polisi Militer tiba di lokasi penemuan mayat.
Penyebab kematian Serda CT disimpulkan sebagai “Jejas gantung” (bekas tekanan gantung) pada leher, yang mengakibatkan asfiksia atau mati lemas karena otak kekurangan oksigen.
Penyelidikan menyimpulkan bahwa meninggalnya Serda Charles Telehala (CT) adalah murni bunuh diri.

Kejanggalan-kejanggalan dari Pihak Keluarga.

Meskipun laporan penyelidikan menyimpulkan bunuh diri, keluarga menemukan beberapa kejanggalan yang sangat meragukan kebanaran dan kesimpulan yang dibuat oleh Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Pusat Polisi Militer. No R 1316/XI / 2025 perihal Tanggapan surat sdri Sarah Liffa Telehala, Jakarta 13 November 2025.

Pencegahan Akses Informasi: Perwakilan keluarga, Junita Telehala dan Sarah Matulessy,. Dilarang membaca surat izin otopsi oleh pihak POMDAM VI Mulawarman Balikpapan dan pihak Rumah Sakit Daerah dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

Vidio dan Komunikasi: Vidio yang pertama kali diperlihatkan oleh POMDAM VI Mulawarman kepada perwakilan keluarga di Balikpapan berbeda dengan Video yang kemudian di kirim melalui WhatsApp.
Pihak keluarga dilarang untuk mengambil gambar jenazah almarhum oleh diduga Intel TNI, dan pihak rumah sakit daerah dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

Keterangan Saksi yang Lemah: Serda Adi Rion menyatakan ia tidak pernah berkomunikasi atau berjalan bersama dengan Serda Charles Telehala (CT) selama pendidikan KIBI. Namun menurut keterangan dari pacar almarhum, Serda CT tinggal bersama Serda Ade Rion sebelum pindah ke Barak untuk mengikuti pendidikan. Jumlah saksi yang diperiksa POMDAM VI Mulawarman Balikpapan menyatakan telah mengintrogasi 20 orang, tetapi hanya 7 orang yang dimintai keterangan dalam laporan hasil penyelidikan.

Barang Bukti dan Temuan Medis: Serda CT mengancam akan meminum minuman keras jenis Sofie dan gantung diri. Namun hasil visum dokter menyatakan bahwa di dalam lambung Serda CT tidak ditemukan alkohol maupun racun. Laporan visum yang dikeluarkan oleh RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo menyatakan bahwa jenazah ditemukan sudah dalam kantong jenazah, tetapi pada kenyataannya tidak demikian dan tidak ada lebel mayat pada kaki jenazah.

Permintaan Rekomendasi Otopsi Ulang

Berbagai kejanggalan yang telah dikemukakan dan diyakini bahwa proses penyelidikan dan otopsi yang telah dilakukan tidak transparan dan tidak komprehensif. Oleh oleh karena itu pihak keluarga memohon dengan hormat kepada Panglima TNI Cq Puspom TNI dapat mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan otopsi ulang.
Ini dimaksudkan untuk mengetahui kebenaran minggalnya Serda Charles Telehala.
“Besar harapan saya agar permohonan ini dapat dipertimbangkan demi terwujudnya keadilan bagi almarhum dan keluarga, atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terimakasih, “pinta Sarah Liffa, ibu Kandung Serda Charles Telehala.(Tim)

[instagram-feed]