Ambon – beritasumbernews.com – Pemerintah Kota Ambon memang mengambil langkah konkret untuk memperketat pengawasan ruang publik dengan memasang 37 kamera CCTV, dan menyediakan internet gratis di beberapa titik strategis.
Ini bagian dari visi Smart City untuk meningkatkan keamanan warga dan memperbaiki kualitas layanan publik secara real-time. Dari 37 CCTV yang terpasang, 19 di antaranya fokus pada jalur lalu lintas untuk memantau kecelakaan, kriminalitas, dan kemacetan.
Wali Kota Bodewin M. Wattimena menegaskan bahwa pemasangan CCTV bukan hanya alat pengintai, tapi juga cara meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi penyalahgunaan wewenang. Sementara itu, akses Wi-Fi gratis yang sudah ada di 40 titik diharapkan bisa memperluas akses digital bagi pelajar, UMKM, dan masyarakat umum, mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Langkah ini mendapat sambutan positif karena menjawab kebutuhan keamanan dan layanan publik yang lebih transparan dan cepat.
Langkah ini bukan sekadar proyek digitalisasi, melainkan *pondasi penting transformasi Ambon menuju Smart City* yang fokus pada keamanan warga dan kualitas layanan publik secara real-time.
Dengan teknologi seperti CCTV dan internet gratis, pengawasan bisa dilakukan lebih efektif, respons darurat lebih cepat, dan masyarakat bisa merasakan kenyamanan hidup di kota yang lebih cerdas dan terhubung .
Komitmen itu ditegaskan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, yang ingin memastikan pelayanan pemerintah tidak lagi bergantung pada laporan manual, tapi berbasis data lapangan yang dapat dipantau langsung setiap detik
Dengan begitu, pengambilan keputusan bisa lebih cepat dan akurat, serta transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik semakin terjaga
Kepala Dinas Kominfo Kota Ambon, *Ronald Lekransy*, menyampaikan kepada media pada Rabu (26/11) bahwa pemasangan *CCTV* dan penyediaan *fasilitas internet publik* adalah strategi utama untuk memperkuat infrastruktur digital kota.
Menurutnya, kedua elemen ini menjadi pondasi Smart City—meningkatkan keamanan warga dan kualitas layanan publik secara real-time. Dari total 37 CCTV yang terpasang, 19 unit difokuskan pada jalur lalu lintas untuk memantau kecelakaan, kriminalitas, dan kemacetan. Sementara itu, internet gratis di sejumlah titik strategis membantu memperluas akses digital masyarakat, mendukung kegiatan ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemkot Ambon untuk tidak lagi bergantung pada laporan manual, melainkan berbasis data lapangan yang bisa dipantau setiap detik, sehingga pelayanan pemerintah menjadi lebih transparan dan efisien.
“Kenapa CCTV dan internet publik jadi prioritas? Karena keduanya adalah *pondasi Smart City — keamanan warga dan kualitas pelayanan harus terpantau setiap detik,”* ujarnya
Dengan pengawasan real-time dan konektivitas yang luas, kota bisa merespons kebutuhan masyarakat lebih cepat dan efektif, mendukung visi kota pintar yang aman dan nyaman
*“37 CCTV Pantau Kota, Puskesmas Masuk Dashboard Wali Kota”*
Sebanyak *37 CCTV* kini aktif mengawasi titik-titik vital di Ambon. Pengawasan ini tak hanya menyasar ruang publik, tapi juga layanan kesehatan. Melalui *dashboard digital*, Wali Kota bisa melihat kondisi puskesmas secara langsung .
“Kalau Pak Wali melihat puskesmas belum buka atau masyarakat menunggu pelayanan, beliau langsung instruksi. Tidak ada alasan menunda pelayanan,” tegasnya.
Langkah ini memperkuat transparansi dan kecepatan respons, memastikan pelayanan publik tetap optimal .
19 CCTV Khusus Lalu Lintas
Dari total CCTV yang terpasang, *19 unit* difokuskan pada jalur lalu lintas untuk memantau potensi kecelakaan, kriminalitas jalanan, hingga kemacetan. Langkah ini disebut menjawab dua kebutuhan utama warga Ambon:
Keamanan masyarakat Kota dipantau 24 jam untuk mencegah potensi kejahatan dan meningkatkan rasa aman.
Pelayanan publik tanpa celah – Tidak ada lagi fenomena kantor layanan tutup saat jam kerja; seluruh aktivitas terpantau otomatis.
Pemkot menegaskan bahwa Smart City bukan lagi slogan, tapi cara kerja baru yang menuntut respons cepat, transparansi, dan keterhubungan antar layanan.
Jika fase pertama ini berjalan efektif, Ambon akan masuk ke tahap berikutnya: integrasi penuh seluruh layanan publik dan sistem digital yang terhubung langsung dengan masyarakat.
Transformasi ini diyakini menjadi titik balik peningkatan kualitas layanan dan keamanan di Kota Ambon . (Chey)














Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin oleh Prof. Ari Widyanti, Ph.D., melakukan pengembangan Edupark pengolahan sagu beserta pengolahan limbah yang berkelanjutan agar tercipta lingkungan alami yang tetap terjaga kualitasnya.
Dalam penetapan KUA-PPAS, kita diberikan potongan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp190 miliar (efisiensi). Meski demikian, kondisi anggaran tidak bisa disebut normal atau tidak normal, karena banyak faktor yang mempengaruhinya.
